HARI-HARI RAYA BANGSA YAHUDI DALAM LAMBANG DAN WUJUD

June 8, 2015 - John Maruli Situmorang

Ada tujuh pesta atau festival agama yang penting pada sepanjang tahun kalender Yahudi kuno. Empat diantaranya adalah pesta Musim Bunga (Paskah, Roti tak beragi, Buah Sulung, dan Pentakosta) yang dirayakan pada permulaan tahun agama dan tiga lagi adalah pesta Musim Gugur (Pesta Sangkakala, Hari pendamaian, dan Hari Raya Pondik daun) yang dirayakan pada tengah tahun terakhir dari tahun itu. (Imamat 23 : 4 – 44).  Bila kitamempelajari secara terpisah atau bersama, hari-hari raya ini menjadi suatu jurusan pelajaran yang sangat mengesankan, namun supaya kita bisa menghargai sifatnya, tujuannya tujuan dan waktunya, kita perlu memiliki pengetahuan tentang tiga faktor latar belakangnya, yaitu:

 

IKLIM DI PALESTINA, DAN TAHUN BERCOCOK TANAM BANGSA YAHUDI.

           

Sesuai dengan lebarnya Palestina termasuk daerah sub-tropis, dan hanya mempunyai dua musim iklim yaitu musim kering pada waktu musim panas dan musim hujan pada waktu musim dingin. Musim panasnya begitu panjang, kering, dan panas karena tikad ada hujan mulaibulan juni hingga september sehingga sepanjang musim itu semua tumbuhan layu dan seluruh negeri itu kelihatan seperti mati bagaikan padang pasir. Hampir semua sungai menjadi kering hingga turun jujan pada musim gugur.   Perubahan besar  diseluruh negeri itu terjadi setelah hujan turun pada musim gugur. Tanah itu tiba-tiba kembali hidup; bunga-bunga mulai keluar dari celah-celah tanah yang tadinya retak-retak, dan rumput-rumput yang tadinya sudah meti dan berwarna coklat berubah menjadi segar dalam waktu yang amat singkat.

           

Hujan awal. (hujan musim gugur) yang sering disebut dalam Alkitab, turun pada akhir bulan Oktober atau bulan Nobember untuk melembekkan tanah supaya bisa dibajak dan ditanami. Hujan ini turun hanya sedikit tetapi menjelang bulan desember hujan deras turun lagi dengan curahan yang paling besar pada bulan Januari. Air hujan itu membasahi sampaikedalam tanah dan menumbuhkan tanaman diladang, tetapi hasil ladang yang baik harus bergantung pada curahan hujan akhir yang cukup dan tepat waktu. Hujan akhir juga banyak disebut dalam Alkitab (Ul 11 : 14). Hujan akhir pada musim penghujan itu hujan musim bunga. Turun pada bulan Maret dan permulaan bulah April dan merangsang biji-bijian diladang supaya matang. Jika curahan hujan terlalu sedikit pada musim hujan akhir, maka hasil ladang mereka sangat sedikit walaupun curahan hujan awal cukup banyak.  Ada satu lagi karunia Allah ditanah Paestina, yaitu embun yang turun agak banyak pada musim panas. Embun turun di Palestina bagian barat dibawa oleh angin yang mengandung kelembabandari Laut Mediterranian yang mengemnbus gunung-gunung dimalah hari dan meninggalkan cairan yang menyegarkan kehidupan pada musim kering pada waktu mana setiap tetes air dianggap sebagai karunia.

           

Dengan sendirinya membajak, menanam dan menuai; mengirik dan membersihkan; mengairi dan pemeliharaan umum pada pohon anggur dan pohon buah-buahanlainnya; peternakan, dsb, dalam pertanian oran gYahudi semuanya disesuaikan dengan siklus musim yang amat penting dan vital ini. Kehidupan mereka secara keseluruhankeberadaan bangsa itu sendiri tergantung atas siklus musim negeri itu. Tidak bisa dihindarkan lagi bahwa pesta tahunan perayaan agama merreka juga disesuaikan pada suklus musim yang sama dan penuaian jelai adalah kunci dari semua pesta perayaan mereka.       

           

Dibulan Mei hingga Oktober hampir tidak turun hujan, karena itu mambajak dan menabur biji tanaman itnti mereka (Jelai dan gandum) dimulai bulam November. Hasil panen pertama, pada bulan Nisan (Maret-April) bersamaan dengan paskah sehingga kdua pesta perayaan itu digabungbersamaan dengan paskah sehingga kedua pesta perayaan itu digabung bersama hari raya roti tak beragi dan buah sulung. Panen gandum tiba beberapa minggu kemudian bersamaan dengan hari raya pentakosta. Kemudian diakhir bulan Oktober yaitu setelah musim panas agak panjang mereka merayakan hari raya perkumpulan atau hari raya pondok daun pada akhir musim buah-buahan (anggur, jaitun, korma, dsb)

 

PERBEDAAN ANTARA TAHUN AGAMA DAN TAHUN UMUM.

 

Kalender keagamaan bangsa Yahudi selalu dimulai dengan Nisan atau Abib sesuai dengan sistem perayaan yang ditetapkan dalam hukum keimamatan. Tetapi untuk tujuan mumum, permulaan tahun mereka ditetapkan pada musim gugur, bulan ketujuh atau disebut Tishzi (Etharim). Peniupan serunai pada hari pertama bulan ketujuh adalah tahun baru umum dan dirayakan oleh orang Yahudi modern sebagai Rosh Hashanah. Karena itu perlu kita bedakan dengan hati-hati antara kalender tahun  agama dengan kalender tahun umum mereka. Ukuran waktu tepat yang meliputi siklus tahunan untuk perayaan sakral mereka hanya tujuh dari dua belas bulan penuh. Jadi tahun agama mereka hanya terdiri dari tujuh bulan.

 

HUBUNGAN LAMBANG, WUJUD, TIPE-ANTITIPE ANTARA PERAYAAN DAN MITRA NYA.

 

Tidak diragukan lagi bahwa semua pelajar Alkitab sependapat tentang motif otentik harapan dalam perjanjian Lama suatu perasan kurang lengkap, dipadukan dengan masa kegenapan harapan pada waktu pelepas yang di janjikan atau Mesias itu datang.  Anasir harapan ini kadang-kadang disebut  sebagai motif lambang wujud karena difokuskan pada perbuatan sakral atau pemeliharaan sakral yang membayangkan atau menunggu peristiwa-peristiwa tertentu. Upacara perjanjian Lama disebut Lambang dan kegenapannya pada masa yang akan datang disebut Wujud.  

           

Kehadiran hubunganlambang – wujud antara perjanjian Lama dan perjanjian baru diakui secara meluas dan nilainya sebagai alat tafsir juga diakui, namun tidaks semua pelajar Alkitab sependapat mengenai penerapan wawasan dan isinya. Beberapa orang mempertahankan bahwa hubungan lambang wujud,  berlaku hanya pada salib atau hanya sampai kebangkitan Kristus, atau pentakosta dan setelah itu selesaisudah. Yang lain mempertahankan bahwa hubungan lambang – wujud itu harus mencakup masa pelayanan Kristus sesudah penyaliban dari kenaikan hingga ahkir era Kristiani. Kelompok terakhir ini tidak menemukan titik akhir sesuai dengan Alkitab yang berlawanan dengan siklus peristiwa yang dilambangkan dan mereka sedang untuk menyatakan suatu titik akhir yang kuat dasarnya. Penuntun pelajaran ini lebih condong pada kedudukan kedua itu karena lebih konsisten dengan pernyataan ‘Alkitab. Logikanya ialah jika perayaan lambang itu adalah suatu siklis yang tidak terputus, ibarat mata rantai maka peristiwa-peristiwa yang dilambangkan itu sama juga dengan mata rantai yang tidak terputus.

 

 

 

    1.  HARI-HARI RAYA BANGSA YAHUDI DALAM LAMBANG DAN WUJUD – – -Bagian II

 

Setelah dilengkapi dengan penjelasan pendahuluan pada bagian I, sekarang kita mendapat suatu gambaran yang lebih jelas tentang apa makna perayaan tahunan bagi umat Allah pada zaman penantian, dan makna apa yang bisa diberkan pada kita yang hidup pada zaman penggenapan setelah hampur semua anasir ramalan dan lambang dalam Alkitab sudah menemukan apa yang dimaksudkan didalam sejarah. 

 

Tiga langkah lanjutan akan mengakhiri pelajaran ini:

 

UPACARA PESTA PERAYAAN.

           

Sebagaimana telah dikemukakan satu siklus tahunan yang terdiri dari tujuh perayaan dan pola pelaksanaan perayaannya sudah dijelaskan dalam Imamat 23. tiga diantara perayaan ini adalah perayaan panen atau perayaaan pengembaraan yang mengharuskan hadirnya semua pria Yahudi yang berusia dua belas tahun atau lebuh di kaaabah karena adanya peraturan Sabat Perayaan atau hari perhentian dari pekerjaan yang sekuler. Pesta  Panen itu terdiri dari (1) perayaan Roti tak berragi yang dirayakan selama tujuh hari dan langsung disusul dengan perjamuan Paskan (dilakukan pada malam sebelumnya) pada pertengahan bulan pertama (Nisan) serta permulaan panen jelai ( Imamat 23 : 5 – 13 ) ;  (2) Hari Raya Tujuh Minggu atau Pentakosta, limapuluh hari kemudian untuk merayakan musim panen gandum (Imamat 23 : 15 – 21); (Kel 34 : 22); (3) hari raya perkumpulan atau hari raya pondok daun (yaitu pendok, tempat bernaung, atau kemah) pada pertengahanbulan ketujuh (Tishri)  pada penutupan panen buah-buahan dan minyak zaitun (Imamat 23 : 34 – 44)

           

Empat perayaan lainnya tidak mengharuskan kehadiran semua laki-laki ; dua diadakan pada musim bunga dan dua lagi pada musim gugur. Pesta perayaan Musim bunga adalah hari raya paskah yang dirayakan pada tanggal 14 bulan Nisan (Kel 12 : 6-12  ; 29: 33 ;  Imamat 23 : 5 – 8 ;  Bilangan 33 : 3; Ulangan 16), dan perayaan buah sulung yang dilakukan pada tanggal 16 bulan Nisan yaitu hari sesudah hari raya sabat paskah tahunan (Imamat 2 : 12; 23 :10, 11). Dua tambahan hari raya musim gugur adalah peniupan serunai pada hari pertama bulan ketujuh (Imamat 23 : 24, 25) dan hari raya pendamaian pada tanggal sepuluh bulan ketujuh (Imamat 23 : 23-32).

 

TUJUAN PERAYAAN

 

Selaiin reuni dan persekutuan, mereka merayakan hari-hari raya itu bukan bertujuan pertemuan sosial saja melainkan untuk perbaktian. Anasir dimaksud yang mencakup sifat peringatan, mendidik, ramalan adalah sebagai berikut.

·          Peringatan.  Hari raya paskah misalnya, mengingatkan malam kelepasan dari Mesir, dan hari raya pondik daun menyegarkan kenangan masa empat puluh tahun dalam hidup berkemah dihutan belantara selama pengembaraan mereka.

·          Mendidik. Dengan dorongan bahwa mereka akan menghadapi semua perjalanan musim sepanjang tahun dan akan menghadapi panen utama, pesta perayaan itu adalah bagian yang intergal dari pendidikan Ilahi bagi bangsa Israel. Perayaan ini menolong untuk memperoleh sikap ketergantungan pada Allah dan sikap berterimakasih dengan pujian. Sifat, sumber daya, dan tuntutan dari hubungan perjanjian itu diulangi, dijelaskan  serta diberikan nasihat secara teratur mengenai urutan pelaksanaannya.

·          Ramalan. Tetapi tujuan utamanya ialah ramalan, atau lambang, atau lambang, oleh sebab setiap pesta perayaan mengandung aspek penting dari pekerjaan Kristus. Ini dapat diperagakan oleh persembahan korban untuk dosa anasir perggantian dalam satu bentuk atau bentuk lain dan dihubungkandengan setiap pesta perayaan. Tentu tidak ada korban hewan bayangan ini yang memiliki kuasa penyelamatan didalamnya. Korban hewanini hanyalah gambaran dan penunjuk pada yang sesungguhnya yang akan datang. Seperti teleskop misalnya tidak dibuat untuk ditonton melainkan sebagai alat untuk melihat. Tujuannya ialah persembahan korban Agung yang akan datang, dimana ribuan korban yang tidakterhitungjumlahnya hanya berlaku sebagai penunjuk pada pengorbanan Kristus.

 

ANASIR RAMALAN DALAM PESTA PERAYAAN.

 

           

Adanya anasir ramalan dalam pesta perayaan tidak disangkal Yesus dan rasul-rasulNya . paling sedikit tiga dari perayaan kuno itu  disebut dalam perjanjian baru. Dan dunyatakan dengan jelas bahwa perayaan itu memenuhi  kegenapannya dalam bebetapa fase pekerjaanNya untuk menyelamatkan. Perayaan-perayaan tersebut adalah:

v        Hari raya paskah.  (I kor 5 : 7 ;  I Pet 1 : 19, 20).  Telah menemukan wujud itu dalam pengorbanan Kristus. Digenapi tepat sampai pada bulan, tanggal dan jamnya! (Bulan Nisan hari keempatbelas).

v        Hari raya roti tak beragi.  Walaupun tidak ditekankan dalam perjanjian baru, perayaan ini merupakan bagaian dari serangkaian jenis paskah. Istilah paskah dan roti tak beragi sering digunakan secara berggantian untuk pesta perayaan yang sama. Ragi adalah lambang dosa (Ikor 5 : 7-8) dan roti tanpa ragi adalah lambang Juruselamat yang tidak berdosa yang berhenti dalam kuburan pada hari Sabat Paskah akhir minggu itu. Degenapi sampai pada hari yang tepat (tanggal 15 Bulan Nisan).

v        Buah sulung (I kor 15 : 20-23). Inilah jawaban lambang perjanjian lama berlaku khususnya  bagi kebangkitan Yesus Kristus sebagai wujudnya. Digenapi tepat sampai pada harinya (hari ke – 16 bulan Nisan).

v        Pentakosta ( Kis 2 : 1-4).  Terjadi tepat 50 hari persembahan roti yang dibuat dari hasil pertama jelas (pada tanggal 16 bulan Nisan), kecurahan Roh Kudus dengan jelas duhubungkan dengan kegenapan sejarah yang dilambangkan oleh pesta perayaan itu. Pentakosta yang menjadi lambang dalam perjanjian lama adalah perayaan panen dan anasir ini jelas terlihat pada pentakosta sebagai wujudnya sebagaimana terlihat pada tuaian ajaib 3000 jiwa (ayat 41) yang dihasilkan oleh pekerjaan Roh Kudus. Digenapi tepat sampai pada harinya (hari ke 6 bulan Sivan). Jika kita menyamakan kesesuaian lambang-wujud dengan hubungan dua rantai yang paralel, maka kita sekarnag sudah sampai pada kesumpulan bahwa kegenapan empat mata rantai pertama sudahkita lihat dengan pasangannya pada peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan kedatangn Yesus yang pertama (yaitu kematianNya, penguburanNya, kebangkitanNya, dan kecurahan Roh Kudus). Tetapi dapat kah kita menempatkan ketiga kegenapan yang terakhir dengan kepastian yang sama? Dapatkan kita mencari ketiga peristiwa yang berurutan yang sama dengan ketiga pesta perayaan Musim Gugur dalam siklus hari raya bansa Yahudi?  Ternayata kita harus menginggalkan dulu zaman Alkitab dan lewar 1260 tahun masa kemurtadan kepausan untuk memasuki sejarah Kristiani modern.

v        Serunai. (Why 14 : 6,7).  Menemukan kegenapannya dalam kebangunanbesar Advent kedua kali antara tahun 1830 dan 1840 an dengan mengumandangkan dekatnya kegenapan penyucian kaabah yang dimulai tahun 1844, telah menandai titik akhir nubuatan 2300 petang dan pagi dalam Daniel 8:14.

v        Hari grafirat (Hari Pendamaian).  Daniel 7:9, 10 ; 8: 14 ; Why 11 : 18, 19.  digenapi dengan hari pehukuman sebelum kedatang Yesus – fase permulaan pehukuman terakhir yang dimulai sebagaimana dinubuatkan yaitu tahun 1844, dan seirama dengan upacara tahunan penyucian kaabah pada pelayanan kaabah duniawi.

v        Kemah suci. (Yes 35; Mat 8 :11;  13 : 39, 43 ; 24 : 31; Lukas 13 : 28, 29 ; Why 7 : 9 – 17; 14 : 14 – 16 ;  19 : 6 – 9). Akan digenapi pada perkumpulan besar atau tuaian pulang ke rumah yaitu umat tebusan Allah pada kedatangan Yesus kedua kali. Inilah puncaknya tuaian dari segala tuaian yang diproyeksikan dalam tujuan penuaian dari sekian banyaik perumpamaan dan nubuatan (Mat 13 : 39 – 41; Yak 5 : 7, 8; Mat 3 : 12; Why 14 : 14- 16)

 

Kesimpulan.   

 

Jika kita mempelajarinya dalam rangka fakta sejarah dan firman Allah, pesta perayaan itu mengemukakan nubuatan yang dilakonkan tentang titik-titik penting dalam pekerjaan penyelamatan Kristus sepanjang masa Kristiani. Kedua titik puncak dari Alkitab kedatangan pertama kali dan kedua kali berdiri tegak bagaikan pertanda yang tidak salam lagi. Perayaan pesta itu memberu tinjauan atas perjalanan Allah yang bersahaja, teratur, dan yang agung sepanjang zaman menuju kepada kemenanganNya yang terakhir.  Sekali lagi kita bertanya : Mengapa Allah memberi kita kesempatan untuk mempelajari tema yang menggemparkan ini? Firman Yesus dalam Lukas 12 : 35 dan 36 memberi jawabannya : Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nanti tuannya.

 

 

 

 

 

Bersambung………

 Source: “THE NEW PICTORIAL AID – by: FRANK BREADEN”

› tags: hari raya / lambang / yahudi /

Leave a Reply