HARI-HARI RAYA / SABAT BAYANGAN

January 27, 2014 - Apris Doko

Roma 14:5,6. Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.
Kolose 2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Ayat diatas berbicara mengenai hari-hari raya dan bukan Sabat mingguan(hari ketujuh).
Karena hari ketujuh itu hari Sabat Tuhan tidak boleh diubah atau diabaikan.
Saya tidak suka merayakan hari ulang tahun saya, Natal, tahun baru, ataupun hari-hari raya yang lain. Alkitab tidak pernah mengharuskan untuk merayakan yang demikian. Yang kedua, kelahiran Yesus itu bukan pada musim salju (lihat peristiwa kelahiran Yesus di Alkitab)
Tidak mungkin gembala menjaga domba-domba mereka di padang sementara musim dingin dengan suhu dibawah nol derajat celcius di timur tengah sedang berlangsung (Desember-Februari)
Musim tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang.
Sejarah Natal dimulai dari bangsa-bangsa kafir. Kemudian masuk ke Kekristenan. Lalu menjadi tradisi hampir semua denominasi Kristen saat ini. Awalnya, kepausan sesat itu menolak perayaan Natal do gereja Katolik. Tetapi seiring berjalannya waktu, dia yang tadinya telah mengadopsi tata cara penyembahan patung kedalam gereja, menyembah bunda Maria yang hanya manusia biasa itu, menyembah dewa matahari dengan mengubah hari Sabat kudus milik Tuhan ke hari pertama dalam minggu yaitu hari Minggu/Ahad/Sunday (hari penyembahan dewa matahari itu).

Hari-hari raya yang tertulis dalam Alkitab adalah bayangan dari Yesus Kristus yang akan datang itu. Tentu tidak ada Natal di Alkitab. Dan Yesus Kristus tidak pernah memerintahkan umat-Nya untuk merayakan hari kelahiran-Nya. Karena tidak ada umat Tuhan di dalam Alkitab yang merayakan hari kelahirannya selain daripada raja-raja dunia yang jahat.
Hari-hari raya yang dirayakan bangsa Israel atas perintah Tuhan itu juga disebut Sabat. Karena pada hari-hari raya tersebut, orang Israel tidak boleh bekerja. Hari-hari raya itu diperintahkan setelah pembebasan Israel dari pebudakan di Mesir.
Setelah Yesus mati, maka itu semua sudah digenapi, karena itu semua hanyalah bayangan dan wujudnya adalah Kristus.
Tetapi hari Sabat/Sabtu/ hari ketujuh itu diasingkan dan dikuduskan Allah sejak penciptaan dan itu bukan bayangan dari Mesias yang akan datang. Itu kekal sama seperti seluruh isi Taurat itu adalah kekal. Karena Taurat itu menyatakan dosa. Bagaimana kita mengatakan bahwa kita hidup baru dalam Yesus Kristus sedangkan kita tetap menyembah patung, masih melangar dan menginjak-injak Sabat kudus Tuhan bahkan memelihara dan menguduskan hari yang lain selain hari Sabat/hari ketujuh itu?
Bahkan ketika kamu sendiri tahu bahwa paus bapa sesat itu yang mengubah Sabat ke hari Minggu, kamu tetap merayakan juga hari Minggu ini dengan berkata: “semua hari sama saja?”; juga kamu Islam, yang bukan saja menolak Juruselamat satu-satunya jalan keselamatan itu dan menginjak-injak Sabtu itu dengan memelihara Jumat. Kalian tidak bedanya dengan agama-agama kafir yang tidak percaya Allah Tritunggal itu. Nantikanlah kebinasaanmu jika kalian tidak mau berbalik.

Aku tidak suka merayakan hari ulang tahunku dan tidak merayakan Natal, Paskah, dll.
Tetapi dengan adanya ayat diatas, maka aku tidak menyalahkan mereka yang merayakan hari-hari raya ataupun ulang tahun. Tidak salah orang Kristen merayakan hari raya apapun dengan catatan:

1. Kita tidak bisa berbohong dengan mengatakan bahwa Natal itu adalah perayaan kelahiran Yesus karena Yesus tidak lahir pada tanggal atau bahkan bulan Desember.
Bukankah kematian-Nya untuk menggantikan kita yang seharusnya mati kekal dan kebangkitannya sebagai jaminan bahwa kita yang percaya pada-Nya pasti akan bangkit walaupun kita nanti mati adalah lebih penting? Jika kamu mengatakan apa salahnya mengingat bahwa Dia telah lahir. Bukankah seharusnya kamu mengingat itu setiap hari dalam hatimu dan bukan sekali setahun?

2. Kita lakukan itu hanya untuk Tuhan. Hanya untuk bersyukur. Bukan acara kepelesiran, kemabukan dan meninggikan tokoh-tokoh manusia seperti santa Klaus dengan pohon Natalnya, dsb.

3. Tidak salah merayakan hari-hari raya yang lain jika dilakukan dengan tujuan memuliakan Tuhan. Dapatkah hari raya yang berbau spiritisme seperti Halloween dirayakan untuk kemuliaan Tuhan? Tentu tidak dapat! Kamu mengaku percaya Tuhan, tapi kamu merayakan hari raya Setan tersebut.

Kamu rayakan dengan bahagianya hari-hari raya itu. Natal, paskah, Idul Fitri, dsb. Tapi hari Sabat yang Tuhan Yesus sendiri menguduskan dan memeliharanya, yang juga tertulis dalam Quran sesat itu, dan Yesus sendiri juga adalah Tuhan atas hari Sabat itu kamu abaikan dan menginjak-injaknya. Padahal hari Sabat itu ditetapkan sejak akhir pekan penciptaan itu dan dikuduskan terus sampai pada kekekalan di surga nanti.
Kejadian 2:1-3 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Yes 66:22,23 Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.

Bahkan karena kudusnya Sabat hari ketujuh itu, maka Tuhan menyuruh kita berjaga-jaga, berdoa dan waspada supaya dimasa penganiayaan yang akan datang sebentar lagi, kita tidak melarikan diri dari pengejaran para penganiaya di hari yang kudus itu.
Matius 24: 20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

Lukas 21:8-15 Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.

Ingat, hari Sabat/ Sabtu (hari ketujuh) telah diinjak-injak. Dengan demikian itu akan menjadi ukuran kesetiaan terbesar kita pada Tuhan. Menguduskan atau mengabaikan Sabat/Sabtu dengan menguduskan hari yang lain; atau juga tidak menguduskan Sabat tanpa juga menguduskan hari yang lain (tetap melanggar kekudusan Sabat kudus milik yang Mahatinggi), adalah menjadikanmu musuh Allah. Karena Sabat itu paling banyak dilanggar oleh orang yang mengaku Kristen. Dan karena penurutan Sabat yang benar inilah umat-umat Tuhan akan dianiaya oleh kepausan, Protestan murtad, pengikut aliran spiritisme dan semua orang-orang jahat yang menolak kasih karunia melalui Yesus Kristus, yaitu mereka yang memilih ikut otoritas agama-agama sesat yang walau penyimpangannya hanya sedikit saja dari yang Alkitab katakan.
Semua yang menolak Sabat Tuhan akan bergabung untuk menganiaya umat Tuhan yang benar, yaitu yang percaya kepada Yesus Kristus dan menuruti Taurat-Nya yang kudus.
Kamu beribadah dengan tekun pada hari Ahad/Minggu yang ditetapkan oleh paus penghujat Allah yang Mahatinggi, menganggap dirinya setara dengan Allah yang dapat mengampuni dosa dan mengubah hukum Taurat kudus milik Allah, membuat patung penyembahan dalam gereja, memuja manusia bunda Maria yang tidak layak dipuja, dsb. Sudah sepantasnya kamu yang tulus tidak lagi menghormati kekuasaannya dengan memelihara Ahad itu sebagai ganti Sabat/Sabtu yang kudus kepunyaan Tuhan. Juga hari-hari yang lain seperti Jumat, dll. Tidak masalah kamu berbakti pada hari apapun dalam sepekan. Tetapi hari Sabat itu engkau harus menguduskannya, karena itu adalah perintah Tuhan bagi semua yang dikasihi dan mengasihi-Nya.
Matius 12:50 Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”
Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Jika sepuluh hukum sudah dihapus, maka tidak dipersalahkan mereka yang berzinah dengan istri sesamanya dengan alasan suka sama suka. Padahal hukum taurat itu merupakan sebuah kesatuan.
Wahyu 12:13 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
Roma 3:20,31 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.
Roma 7:7 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!”
Yakobus 2:10,11 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Sebab Ia yang mengatakan: “Jangan berzinah”, Ia mengatakan juga: “Jangan membunuh”. Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.

Semuanya adalah nubuatan yang benar-benar akan terjadi dan sudah mulai nampak kebenarannya. Tidak ada nubuatan yang lebih detail yang dituliskan dalam Quran yang adalah kitab sesat milik allah dewa Arab yang telah mengangkat Muhamad menjadi nabinya. Sesungguhnya Quran itu ditulis oleh orang-orang yang dikuasai oleh Setan. Islam dengan yakinnya mereka akan menjadi penguasa bumi yang akan dibinasakan ini, sedangkan Alkitab yang benar mengatakan bahwa umat Tuhan yang setia akan dianiaya, dikucilkan, dihina, ditolak, dijadikan budak dan beberapa dari umat Tuhan akan dibunuh oleh mereka yang memilih mengikut Setan. Tetapi Yesus Kristus, akan datang menghakimi dengan seadil-adilnya, dan menjemput mereka yang setia untuk naik ke Surga, sedangkan Setan, malaikat-malaikat jahat dan manusia yang mengikut dia akan menantikan kebinasaan kekal atas pilihan mereka sendiri. Quran itu isinya seperti penuh kata-kata bijak, tetapi sangat menyesatkan. Kamu yang terus percaya pada Quran akan tetap dikuasai roh-roh penyesat. Karena kebenaran itu utuh. Jika salah sedikit saja, maka seluruhnya salah. Walau ada sebagian yang benar dari Quran, tetapi karena ada penyimpangan, maka seluruh isinya adalah sesat. Hanya Alkitab yang adalah kebenaran, buku milik Allah yang Mahatinggi..

Leave a Reply