Hidup Abadi Berawal Dari Sekarang

October 23, 2013 - Ellen G. White

Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya. 1 Yohanes 5:11.

Kebangkitan Yesus adalah sebuah contoh dari kebangkitan akhir dari semua orang yang tidur di dalam Dia. 302.1
Ia [seorang Kristen] bisa mati; tetapi hidup Kristus ada di dalam dirinya, dan pada saat kebangkitan orang-orang benar ia akan bangkit pada kebaharuan hidup. 302.2
“Di dalam diriNya [Kristus] ada kehidupan; dan kehidupan itu adalah terang manusia.” Bukanlah kehidupan fisik yang dibahas di sini, melainkan keabadian, yakni hidup yang secara eksklusif adalah milik kepunyaan Allah. Firman, yang bersama Allah itu, dan yang adalah Allah, memiliki kehidupan ini. Kehidupan fisik adalah sesuatu yang diterima setiap pribadi. Ia itu tidaklah abadi atau kekal; sebab Allah, Sang Pemberi Hidup itu, mengambilnya kembali. Manusia tidak memiliki kendali atas hidupnya. Tetapi hidup Kristus itu adalah tidak dapat dipinjam. Tak seorang pun bisa mengambil hidup itu daripadaNya. “Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri,” kataNya (Yohanes 10:18). Di dalam diriNya ada hidup, yang asli, yang tidak dapat dipinjam, dan tidak terbagi-bagi. Hidup ini tidak melekat di dalam diri manusia. Ia dapat memilikinya hanya melalui Kristus. 302.3
Sementara mengenakan wujud manusia, Dia [Kristus] bergantung kepada Yang Mahakuasa atas hidupNya. Dalam kemanusiaanNya, Dia meninggalkan keilahian Allah; dan setiap anggota keluarga manusia mempunyai hak istimewa untuk berbuat…….. 302.4
Jika kita meninggalkan pelanggaran kita, dan menerima Kristus sebagai Pemberi Hidup,…… maka kita akan menjadi satu dengan Dia, dan kehendak kita akan diselaraskan dengan kehendak ilahi. Kita menjadi bagian dari kehidupan Kristus yang adalah abadi. Kita menyerap keabadian dari Allah dengan menerima kehidupan Kristus, sebab di dalam Kristus berdiam segala kepenuhan akan Keallahan secara keseluruhan. Hidup ini adalah persekutuan mistik dan kerjasama dari yang ilahi dengan manusia. 302.5
Kristus menjadi satu daging dengan kita, agar kita boleh menjadi satu roh dengan Dia. Adalah dengan keutamaan persekutuan ini kita bisa beranjak dari kubur—bukan hanya sebagai sebuah manifestasi kuasa Kristus, tetapi karena melalui iman, hidupNya telah menjadi milik kita. Mereka yang melihat Kristus di dalam tabiatNya yang benar, dan menerima Dia di dalam hatinya, memiliki hidup abadi. Adalah melalui Roh bahwa Kristus hidup di dalam kita; dan Roh Allah itu, yang diterima ke dalam hati melalui iman, adalah permulaan dari hidup yang abadi. 302.6

October 21 – Life Eternal Begins Now
This is the record, that God hath given to us eternal life, and this life is in his Son. 1 John 5:11.
The resurrection of Jesus was a sample of the final resurrection of all who sleep in Him. 302.1
He [the Christian] may die; but the life of Christ is in him, and at the resurrection of the just he will rise to newness of life. 302.2
“In him [Christ] was life; and the life was the light of men.” It is not physical life that is here specified, but immortality, the life which is exclusively the property of God. The Word, who was with God, and who was God, had this life. Physical life is something which each individual receives. It is not eternal or immortal; for God, the Life-giver, takes it again. Man has no control over his life. But the life of Christ was unborrowed. No one can take this life from Him. “I lay it down of myself,” He said. In Him was life, original, unborrowed, underived. This life is not inherent in man. He can possess it only through Christ. 302.3
210
While bearing human nature, He [Christ] was dependent upon the Omnipotent for His life. In His humanity, He laid hold of the divinity of God; and this every member of the human family has the privilege of doing. . . . 302.4
If we repent of our transgression, and receive Christ as the Life-giver, . . . we become one with Him, and our will is brought into harmony with the divine will. We become partakers of the life of Christ, which is eternal. We derive immortality from God by receiving the life of Christ, for in Christ dwells all the fullness of the Godhead bodily. This life is the mystical union and cooperation of the divine with the human. 302.5
Christ became one flesh with us, in order that we might become one spirit with Him. It is by virtue of this union that we are to come forth from the grave–not merely as a manifestation of the power of Christ, but because, through faith, His life has become ours. Those who see Christ in His true character, and receive Him into the heart, have everlasting life. It is through the Spirit that Christ dwells in us; and the Spirit of God, received into the heart by faith, is the beginning of the life eternal. 302.6

Leave a Reply