Hidup Untuk Menyelamatkan Orang Orang Lain

April 11, 2013 - Ellen G. White

Renungan Harian dari Roh Nubuat tanggal 11 April (MARANATHA THE LORD IS COMING – Ellen G. White) :

11 April – Hidup untuk Menyelamatkan Orang-Orang Lain
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Lukas 9:23.

Dosa yang paling dimanjakan dan yang memisahkan kita dari Allah serta menghasilkan begitu banyak kekacauan rohani yang menular, adalah keegoisan. Tak ada yang bisa menjadi jalan kembali kepada Tuhan selain melalui penyangkalan diri. Dari diri kita sendiri kita tidak bisa melakukan apa-apa; tetapi, melalui Allah yang menguatkan kita, kita bisa melakukan kebaikan kepada orang-orang lain, dan dengan cara seperti ini menjauhkan diri dari jahatnya keegoisan. Kita tidak perlu pergi ke negeri-negeri orang kafir [yang tidak mengenal Allah yang benar] untuk memperlihatkan keinginan kita mempersembahkan segalanya kepada Allah dalam sebuah hidup yang berguna dan tidak egois. Kita hendaknya melakukan hal ini di lingkungan rumah tangga, di gereja, di antara sesama rekan atau para sahabat dan dengan siapa saja kita berurusan. Di dalam berbagai bidang kehidupan adalah tempat di mana diri sendiri harus disangkal dan ditundukkan. 109.1
Rasul Paulus bisa mengatakan: “Aku mati setiap hari.” [1 Korintus 15:31]. Adalah kematian bagi diri sendiri setiap hari dalam transaksi-transaksi kecil kehidupan ini yang membuat kita menjadi pemenang. Kita harus melupakan diri sendiri dalam keinginan untuk melakukan kebaikan kepada orang-orang lain. Dalam diri banyak orang ada kekurangan akan cinta untuk orang-orang lain. Daripada menjalankan tugas dengan penuh iman, mereka malah mencari kesenangan mereka sendiri. 109.2
Allah secara positif memerintahkan atas semua pengikutNya sebuah tugas untuk memberkati orang-orang lain dengan pengaruh dan sarana-sarana yang mereka miliki dan untuk mengusahakan bahwa kebijaksanaanNyalah yang akan memampukan mereka melakukan dalam segala kekuatan mereka untuk meninggikan pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan mereka yang datang dengan pengaruh mereka itu. Dalam bekerja bagi orang-orang lain, sebuah kepuasan yang manis akan dialami, sebuah kedamaian batiniah yang akan menjadi suatu ganjaran yang cukup. Bilamana digerakkan oleh hasrat yang tinggi dan luhur untuk melakukan kebaikan bagi orang-orang lain, mereka akan menemukan kegembiraan yang benar di dalam sebuah pelepasan yang penuh iman akan bermacam-macam pekerjaan hidup. Hal ini akan membawa lebih banyak daripada sekedar ganjaran duniawi; sebab setiap pelaksanaan tugas yang penuh iman dan tidak egois dicatat oleh para malaikat dan bersinar dalam catatan kehidupan. 109.3
Di surga tidak akan ada orang yang memikirkan diri sendiri ataupun mencari kesenangan mereka sendiri; tetapi semua, dari cinta yang murni dan asli, akan mencari kebahagiaan makhluk-makhluk surgawi di sekitar mereka. Jika kita mau menikmati masyarakat surgawi di dalam dunia yang baru itu, maka kita harus bisa diatur dengan prinsip-prinsip surgawi di bumi ini. 109.4
Pekerjaan terbesar yang bisa dilakukan di dunia kita ini adalah memuliakan Allah dengan menghidupkan tabiat Kristus. 109.5

April 11 – Living to Save Others
If any man will come after me, let him deny himself, and take up his cross daily, and follow me. Luke 9:23.
The sin which is indulged to the greatest extent, and which separates us from God and produces so many contagious spiritual disorders, is selfishness. There can be no returning to the Lord except by self-denial. Of ourselves we can do nothing; but, through God strengthening us, we can live to do good to others, and in this way shun the evil of selfishness. We need not go to heathen lands to manifest our desire to devote all to God in a useful, unselfish life. We should do this in the home circle, in the church, among those with whom we associate and with whom we do business. Right in the common walks of life is where self is to be denied and kept in subordination. 109.1
Paul could say: “I die daily.” It is the daily dying to self in the little transactions of life that makes us overcomers. We should forget self in the desire to do good to others. With many there is a decided lack of love for others. Instead of faithfully performing their duty, they seek rather their own pleasure. 109.2
God positively enjoins upon all His followers a duty to bless others with their influence and means, and to seek that wisdom of Him which will enable them to do all in their power to elevate the thoughts and affections of those who come within their influence. In doing for others, a sweet satisfaction will be experienced, an inward peace which will be a sufficient reward. When actuated by a high and noble desire to do others good, they will find true happiness in a faithful discharge of life’s manifold duties. This will bring more than an earthly reward; for every faithful, unselfish performance of duty is noticed by the angels and shines in the life record. 109.3
In heaven none will think of self, nor seek their own pleasure; but all, from pure, genuine love, will seek the happiness of the heavenly beings around them. If we wish to enjoy heavenly society in the earth made new, we must be governed by heavenly principles here. 109.4
The greatest work that can be done in our world is to glorify God by living the character of Christ. 109.5

Leave a Reply