Hukum Allah dinyatakan tidak berlaku di Amerika

June 20, 2013 - Ellen G. White

TUHAN, sudah tiba saatnya Engkau bertindak, sebab orang-orang melanggar hukum-Mu. Mzm. 119:126

Waktunya akan tiba bilamana hukum Allah, dalam keadaan khusus, dinyatakan tidak berlaku di negeri kita (Amerika Serikat). Para pembuat undang-undang bangsa kita, melalui pembuatan undang-undang di lembaga legislatif, akan memaksakan hukum peribadatan hari Minggu, dan dengan demikian umat Allah akan dibawa ke dalam bahaya besar. Ketika bangsa kita, melalui dewan-dewan legislatifnya, akan membuat hukum-hukum untuk mengekang hati nurani orang-orang sehubungan dengan hak-hak religiusnya, dengan memaksakan pemeliharaan hari Minggu, dan dengan membawa kekuatan penindas untuk memberantas mereka yang memelihara Sabat Hari Ketujuh, maka hukum yang dikehendaki Allah ini dinyatakan tidak berlaku dalam segala maksud dan tujuannya di negara kita. 179.1
Ketika negeri ini (Amerika Serikat) disediakan oleh Tuhan sebagai tempat perlindungan bagi umatNya, sehingga mereka dapat beribadah kepadaNya seturut perintah-perintah hati nurani mereka, negeri di mana selama bertahun-tahun perisai perlindungan yang Mahakuasa disebarluaskan, negeri yang Allah kasihi dengan menjadikannya sebagai tempat penyimpanan agama murni dari Kristus—ketika negeri ini melalui para legislatornya akan menyangkal prinsip-prinsip Protestantisme, dan memberikan dukungan pada kemurtadan Roma dalam menginjak hukum Allah—maka pada saat itulah pekerjaan akhir si manusia durhaka itu akan terungkap. Kaum Protestan akan meletakkan seluruh pengaruh dan kekuatan mereka di kaki Kepausan; dengan undang-undang nasional yang memaksakan hari Sabat palsu, mereka akan memberi angin segar dan kekuasaan bagi iman yang korup dari Katolik Roma, membangkitkan kembali tirani dan penindasannya atas hati hurani. Maka saat itu waktunya akan tiba bagi Allah bekerja dalam kuasaNya yang besar untuk mempertahankan kebenaranNya. 179.2
Nabi itu mengatakan: “Aku tampak malaikat lain turun dari surga, mempunyai kuasa yang besar; dan bumi diterangi oleh kemuliaannya. Dan ia berseru dengan suara yang keras, mengatakan, sudah rubuh Babel besar itu, sudah rubuh….. Dan aku mendengar suara lain dari surga, mengatakan, Keluarlah dari padanya, hai umatKu, agar kamu jangan mengambil bagian atas dosa-dosanya, dan agar kamu jangan mengambil bagian atas malapetakanya. Sebab dosa-dosanya sudah menumpuk sampai ke langit, dan Allah mengingat kejahatannya.” Kapankah dosa-dosanya mencapai langit? Yaitu ketika hukum Allah pada akhirnya dinyatakan tidak berlaku oleh undang-undang. Kemudian kehebatan umat Allah menjadi kesempatanNya untuk menunjukkan pemerintahan surga dan bumi. Begitu kuasa Setan mengendalikan berbagai unsur dari bumi ini, maka Allah akan mengirimkan terang dan kuasa pada umatNya, sehingga pesan kebenaran dapat dinyatakan ke seluruh dunia. 179.3

June 20 – God’s Law Made Void in America
It is time for thee, Lord, to work: for they have made void thy law. Ps. 119:126.
A time is coming when the law of God is, in a special sense, to be made void in our land [the United States]. The rulers of our nation will, by legislative enactments, enforce the Sunday law, and thus God’s people will be brought into great peril. When our nation, in its legislative councils, shall enact laws to bind the consciences of men in regard to their religious privileges, enforcing Sunday observance, and bringing oppressive power to bear against those who keep the seventh-day Sabbath, the law of God will, to all intents and purposes, be made void in our land. 179.1
When the land which the Lord provided as an asylum for His people, that they might worship Him according to the dictates of their own consciences, the land over which for long years the shield of Omnipotence has been spread, the land which God has favoured by making it the depository of the pure religion of Christ–when that land shall, through its legislators, abjure the principles of Protestantism, and give countenance to Romish apostasy in tampering with God’s law–it is then that the final work of the man of sin will be revealed. Protestants will throw their whole influence and strength on the side of the Papacy; by a national act enforcing the false sabbath, they will give life and vigour to the corrupt faith of Rome, reviving her tyranny and oppression of conscience. Then it will be time for God to work in mighty power for the vindication of His truth. 179.2
The prophet says: “I saw another angel come down from heaven, having great power; and the earth was lightened with his glory. And he cried mightily with a strong voice, saying, Babylon the great is fallen, is fallen. . . . And I heard another voice from heaven, saying, Come out of her, my people, that ye be not partakers of her sins, and that ye receive not of her plagues. For her sins have reached unto heaven, and God hath remembered her iniquities.” When do her sins reach unto heaven? When the law of God is finally made void by legislation. Then the extremity of God’s people is His opportunity to show who is the governor of heaven and earth. As a Satanic power is stirring up the elements from beneath, God will send light and power to His people, that the message of truth may be proclaimed to all the world. 179.3

Leave a Reply