Hukum Peribadatan Hari Minggu Dituntut

Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku. Matius 24:9.

Ketika pergerakan untuk menekankan pemeliharaan Hari Minggu semakin gencar dilakukan, maka Hukum Peribadatan Hari Minggu itu akan semakin dituntut demi menentang para pemelihara Sepuluh Hukum Allah. Mereka akan diancam dengan hukuman denda dan penjara, dan sebagian orang akan ditawari dengan posisi-posisi yang berpengaruh dan sebagian lagi dengan hadiah-hadiah serta berbagai keuntungan, sebagai bujuk-rayu untuk melepaskan iman mereka. Tetapi jawaban yang mantap dari mereka adalah: “Tunjukkanlah pada kami firman Allah yang memperlihatkan kesalahan kami”…… Orang-orang beriman yang dituduh di pengadilan menyatakan bukti yang kuat akan kebenaran, sehingga sebagian orang yang mendengar pembuktian mereka menjadi terpengaruh untuk mengikuti semua perintah Allah. Demikianlah terang dibawakan ke hadapan ribuan orang yang belum mengetahui apa-apa tentang kebenaran ini. 186.1
Kepatuhan yang didasarkan pada hati nurani untuk mengikuti firman Allah akan dianggap sebagai pemberontakan. Dalam kebutaannya oleh pengaruh Setan, orangtua akan melancarkan kekerasan dan kebengisan pada anaknya yang percaya; majikan laki-laki atau perempuan akan menindas karyawannya yang memelihara hukum Allah. Kasih sayang akan hilang; anak-anak akan dicabut hak warisnya dan diusir dari rumah. Ucapan rasul Paulus akan menemukan kegenapannya: “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.” 2 Timotius 3:12. Sebagaimana para pembela kebenaran menolak untuk menghormati hari Minggu sebagai sabat, sebagian dari mereka akan dijebloskan ke penjara, sebagian lagi akan dikucilkan, dan sebagian akan diperlakukan sebagai budak….. 186.2
Dalam masa penganiayaan tersebut iman hamba-hamba Tuhan akan dicoba. Mereka dengan penuh iman telah memberikan amaran, mencari Allah dan sabdaNya saja. Roh Allah, bekerja dalam hati mereka, telah membuat mereka berani berbicara….. Meskipun demikian ketika badai penentangan dan pencelaan menerpa hamba-hamba Tuhan ini, sebagian dari mereka, dengan penuh kekuatiran, akan menyerukan: “Jika kita telah meramalkan akibat-akibat dari perkataan kita sebelumnya, maka tentunya kita telah menemukan kedamaian kita.” Mereka dikepung oleh berbagai kesukaran. Setan menyerbu mereka dengan cobaan-cobaan yang ganas. Pekerjaan yang telah mereka jalani kelihatannya masih terlalu jauh dari kemampuan mereka untuk diselesaikan. Mereka terancam oleh kehancuran. Semangat yang menggerakkan mereka telah lenyap; namun mereka tak dapat lagi berpaling ke manapun. Lalu, dengan perasaan tanpa pertolongan, mereka segera memohon kekuatan kepada Allah yang Mahakuasa. 186.3

June 27 – The Sunday Law is Invoked
Ye shall be hated of all nations for my name’s sake. Matt. 24:9.
As the movement for Sunday enforcement becomes more bold and decided, the law will be invoked against commandment keepers. They will be threatened with fines and imprisonment, and some will be offered positions of influence, and other rewards and advantages, as inducements to renounce their faith. But their steadfast answer is: “Show us from the word of God our error.” . . . Those who are arraigned before the courts make a strong vindication of the truth, and some who hear them are led to take their stand to keep all the commandments of God. Thus light will be brought before thousands who otherwise would know nothing of these truths. 186.1
Conscientious obedience to the word of God will be treated as rebellion. Blinded by Satan, the parent will exercise harshness and severity toward the believing child; the master or mistress will oppress the commandment-keeping servant. Affection will be alienated; children will be disinherited and driven from home. The words of Paul will be literally fulfilled: “All that will live godly in Christ Jesus shall suffer persecution.” 2 Timothy 3:12. As the defenders of truth refuse to honour the Sunday-sabbath, some of them will be thrust into prison, some will be exiled, some will be treated as slaves. . . . 186.2
In this time of persecution the faith of the Lord’s servants will be tried. They have faithfully given the warning, looking to God and to His word alone. God’s Spirit, moving upon their hearts, has constrained them to speak. . . . Yet when the storm of opposition and reproach bursts upon them, some, overwhelmed with consternation, will be ready to exclaim: “Had we foreseen the consequences of our words, we would have held our peace.” They are hedged in with difficulties. Satan assails them with fierce temptations. The work which they have undertaken seems far beyond their ability to accomplish. They are threatened with destruction. The enthusiasm which animated them is gone; yet they cannot turn back. Then, feeling their utter helplessness, they flee to the Mighty One for strength. 186.3

Leave a Reply