Hukum Sabat Diberitakan dengan Lebih Penuh

June 10, 2013 - Ellen G. White

Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakimanNya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air. Wahyu 14:6, 7.

Pada saat dimulainya masa kesusahan, kita dipenuhi oleh Roh Kudus ketika kita maju dan memberitakan hukum Sabat dengan lebih penuh. 170.1
“Permulaan masa kesusahan” yang disebutkan di sini tidaklah merujuk pada waktu di mana bela-bela itu akan mulai dituangkan, namun “permulaan masa kesusahan” itu adalah sebuah periode yang singkat sebelum bela-bela tersebut dituangkan, sementara Kristus masih berada di tempat kudus. Pada waktu itu, tatkala pekerjaan penyelamatan sedang berakhir, kesusahan akan menimpa bumi ini, dan bangsa-bangsa akan marah, namun dikendalikan sehingga tidak menghambat pekerjaan malaikat ketiga. Pada waktu itulah “hujan akhir”, atau penyegaran dari hadirat Tuhan, akan dicurahkan, untuk memberi kekuatan pada seruan keras malaikat ketiga, dan mempersiapkan orang-orang kudus untuk mampu bertahan manakala tujuh bela itu dituangkan. 170.2
[Malaikat dari Wahyu Pasal 14] membawakan pesan yang harus diberitakan kepada dunia sebelum Kristus datang dalam awan-awan langit….. Lalu, mendekati waktu ini, perhatian orang-orang harus ditujukan kepada hukum Allah yang sudah diinjak-injak, yang terdapat dalam tabut perjanjian itu……. 170.3
Mereka menyadari bahwa sebagai ganti memelihara hari ketujuh, yakni hari yang dikuduskan Allah dan diperintahkan untuk dipelihara sebagai Sabat, mereka malah sedang memelihara hari pertama dari minggu. Namun mereka secara jujur ingin melakukan kehendak Allah, dan merekapun mulai menyelidiki Alkitab untuk menemukan alasan perubahan itu. Oleh karena gagal menemukan kewenangan Alkitabiah atas kebiasaan itu, maka pertanyaan pun muncul, Akankah kita menerima suatu kebenaran yang sudah menjadi tidak populer dan mematuhi hukum-hukum Allah, atau apakah kita akan terus bersama dengan dunia ini serta mematuhi hukum-hukum manusia? Dengan Alkitab yang terbuka mereka menangis dan berdoa serta membandingkan kitab yang satu dengan kitab yang lain, hingga, setelah yakin oleh kebenaran, mereka pun secara sadar menentukan sikap menjadi pemelihara hukum-hukum Allah. 170.4

June 11 – The Sabbath Proclaimed More Fully
I saw another angel fly in the midst of heaven, having the everlasting gospel to preach unto them that dwell on the earth, and to every nation, and kindred, and tongue, and people, saying with a loud voice, Fear God, and give glory to him; for the hour of his judgment is come: and worship him that made heaven, and earth, and the sea, and the fountains of waters. Rev. 14:6, 7.

At the commencement of the time of trouble, we were filled with the Holy Ghost as we went forth and proclaimed the Sabbath more fully. 170.1
“The commencement of that time of trouble,” here mentioned, does not refer to the time when the plagues shall begin to be poured out, but to a short period just before they are poured out, while Christ is in the sanctuary. At that time, while the work of salvation is closing, trouble will be coming on the earth, and the nations will be angry, yet held in check so as not to prevent the work of the third angel. At that time the “latter rain,” or refreshing from the presence of the Lord, will come, to give power to the loud voice of the third angel, and prepare the saints to stand in the period when the seven last plagues shall be poured out. 170.2
[The angel of Revelation 14] presents a message that is to be proclaimed to the world just before Christ comes in the clouds of heaven. . . . Just prior to this time, then, the attention of the people is to be called to the down-trodden law of God, which is contained in the ark of the testament. . . . 170.3
They see that instead of observing the seventh day, the day that God sanctified, and commanded to be observed as the Sabbath, they are keeping the first day of the week. But they honestly desire to do God’s will, and they begin to search the Scriptures to find the reason for the change. Failing to find any scriptural authority for the custom, the question arises, Shall we accept a truth that has become unpopular, and obey the commandments of God, or shall we continue with the world, and obey the commandments of men? With open Bibles they weep, and pray, and compare scripture with scripture, until, convinced of the truth, they conscientiously take their stand as keepers of the commandments of God. 170.4

Leave a Reply