Ibadah Dalam Rumah Tangga

agama

Biasanya pada waktu kita mendengar atau dihadapkan akan topik seperti judul di atas, atau rumah tangga, yang pertama timbul di benak kita ialah “Rumah tangga bahagia” dan bagaimana kita dapat mencapainya. Bukankah ini menjadi idaman kita? Atau bukankah ini akan menjadi impian dari setiap rumah tangga kita masing-masing? Dalam mendalami pembahasan ini, kita akan melihat bagaimana atau apa yang Alkitab ajarkan.
Secara meluas pada umumnya kita sudah mengetahui secara mendalam bahwa ada dua institusi yang Allah ciptakan pada waktu penciptaan. Yang pertama kita semua ketahui adalah institusi Sabat dan yang kedua adalah rumah tangga. Di dalam Alkitab ada banyak sekali pelajaran penting yang diajarkan mengenai rumah tangga tetapi pada saat ini, kita akan mempelajari secara umum dan itu akan saya bagikan dalam 4 hal dan semoga ini bisa menjadi landasan yang dapat kita gunakan atau praktekkan di dalam pencapaian akan surga yang kecil di dunia ini melalui rumah tangga kita.
Keempat hal tersebut diuraikan sebagai berikut:

1. THE COMPLETE HOME

Kejadian 2:8, ”Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; di situlah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. ”
Menurut ayat ini, siapakah yang membentuk manusia? Jawabannya ialah Allah. Jadi segalah aspek di dalam kehidupan kita atau secara spesifik yang menjadi FONDASI di dalam rumah tangga kita ialah Tuhan Allah. Setiap rumah tangga yang ingin bahagia, rahasianya ialah, jadikannlah Allah di dalam segala kehidupan rumah tangga kita. Perkataan, perbuatan, kepemilikan kita, harta benda, tubuh kita, dll apakah semuanya itu memantulkan Yesus di dalamnya? Kriteria yang berikutnya untuk mendapatkan akan complete home selain manusia, atau laki-laki atau ayah, Allah juga menjadikan penolong. Mari kita baca di dalam Kejadian 2:18, TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Kalau kita pelajari bahasa aslinya di dalam bahasa Ibrani kata yang dipakai adalah power or wing. Jika kita pelajari ini lebih dalam burung rajawali tidak bisa terbang apabila dia hanya memiliki satu sayap saja. Tanpa dua sayap tidak ada satu burung pun yang dapat terbang di langit. Begitu juga pesawat terbang jika salah satu sayapnya patah, apa yang terjadi? Tentunya pesawat itu tidak berfungsi lagi. Begitu juga dengan rumah tangga, ibu, atau istri bukanlah sebagai seorang tambahan saja, atau pendamping, tetapi salah satu kuasa untuk dapat terbang dan melakukan kehidupan sehari-hari, seorang suami tidak akan berfungsi tanpa istri di sampingnya bersama-sama dengan dia. Begitu juga sebaliknya, seorang istri tidak akan berfungsi tanpa suami di sampingnya. Inilah yang disebut underline principle of marriage.
Dan kriteria yang terakhir di dalam mencapai the complete home dan justru yang diperintahkan Allah adalah anak-anak kita. Kejadian 1:28, Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka, “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Sekarang menjadi pertanyaan apakah menjadi tugas kita dengan pemberian ini? Jawabannya ada di dalam Alkitab Mazmur 127: 3, 4, ”Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.”
Kejadian 127:4, ”Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. ”
Dalam bahasa Inggris digunakan kata children, bukan saja anak-anak lelaki. Tugas yang lain yang Tuhan mintakan kita bisa buka di dalam Amsal 17:6, ”Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka. Jadi didiklah anak-anak kita menurut apa yang dimintakan Tuhan. Hal yang berikutnya:

2. RELATIONSHIP OF HUSBAND AND WIFE

Ini semua kita bisa melihat di dalam Alkitab.
Peran Istri dalam Efesus 5:22, 23 dan I Petrus 3:1.
Peran Suam di dalam: Efesus 5: 25-33, Kolose 3:19 dan 1 Petrus 3:7

3. PARENTS & CHILDREN

Peran Anak-anak di dalam. Efesus 6:1
Peran orang tua bagi anak-anak terdapat di dalam Amsal 31:20
Dan ayat yang ke 28, menyatakan apabila ibu menjalankan perannya di dalam rumah tangga maka anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, dan pula suaminya memuji dia. Betapa indahnya bila semua rumah tangga menjalankan akan rahasia firman Allah. Jangan lupa di mana orang tua juga diarahkan oleh Allah di dalam mendidik akan anak-anak mereka. Ulangan 6:6, Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, Ulangan 6:7, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Juga kita bisa dapatkan di ayat yang lain dalam Amsal 22:6, 2 Timotius 3:15 dan 2 Timotius 1:5.

4. THE ALTAR OF PRAYER

Hendaklah rumah tangga kita dijadikan mezbah doa. Di mana saja kita pergi, situasi apapun yang kita hadapai atau apa saja yang kita perbuat, jadikanlah atau dahulukanlah Perbaktian dan Doa. Kejadian 12:8 dan Kejadian 13:4 Kejadian 21:33. Kebiasaan di dalam family worship sangatlah penting dan itulah tempat ketergantungan kita di dalam perjalanan hidup ini. Dan setiap hari di dalam perbaktian dari permulaan pertengahan dan mengakhiri hari tugas kita hendaklah kita juga melakukan semuanya dengan ucapan syukur.
1 Tesalonika 5:18.
Ellen G. White mengatakan di dalam “Patriarchs and Prophets, p, 144”, In too many households, prayer is neglected if ever there was a time when every house should be a house of prayer, it is now. Fathers and mothers should often lift up their hearths to God in humble supplication for themselves and their children. Let the father, as priest of the household, lay upon the altar of God the morning and evening sacrifice, while the wife and children unite in prayer and praise. In such a household Jesus will love to tarry.

Tuhan kiranya memberkati kita sekalian.

-DR. LEE YOUNG

Leave a Reply