Ingin tampil cool!

Suatu survey dari perguruan tinggi UCLA di California USA,  di tahun 1998 didapati bahwa angka kematian kecelakaan meningkat disebabkan oleh drunk driver atau  di sebut juga DUI (Driving Under Influence), mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Itulah sebabnya maka di negara-negara bagian Amerika Serikat, langsung secara global mengambil tindakan bahkan sampai menjadi federal law bahwa siapa saja yang didapati mengendarai kendaraan bermotor  sedang  meminum minuman keras, langsung saja dibawa ke penjara paling kurang 1-2 hari sambil menunggu proses pengadilan.

Survey yang berikutnya pejalan,  didapati bahwa kebanyakan dari  pecandu-pecandu alkohol adalah orang-orang muda yang berumur di bawah 25 tahun. Setelah ditanya apa penyebabnya, mereka yang masih muda ini mengatakan bahwa mereka ingin menggabungkan diri dalam hal-hal yang merusak akan diri sendiri dan bahkan membawa kematian bagi orang lain yang tak bersalah? Kebanyakan orang-orang muda menjawab: “I want to be cool! Atau saya ingin kelihatan hebat. Seperti halnya dengan Greg dia ingin menjadi sophisticated, dan ingin menggabungkan diri dengan keramaian dari teman-temannya, maka dia pergi menghadiri pesta anak-anak muda.

Pada suatu sore setelah selesai pesta, Greg yang tadinya ingin menjadi hebat, terpaksa harus pulang ke rumah dengan berjalan kaki, kebetulan Greg sudah tidak memiliki uang yang cukup untuk menggunakan taxi oleh sebab semua uang yang di milikinya sudah di habiskan dengan minuman-minuman di pesta tersebut. Setelah dia berjalan beberapa meter saja, dia sudah merasakan akan kelelahan yang sangat luar biasa. Semakin jauh dia berjalan semakin capek pergelangan otot di bagian bawah dari tubuhnya. Maka seketika itu juga Greg sudah tegeletak di pinggiran jalan. Beberapa menit kemudian dia terbangun dengan kepala yang sangat perih dan sakit, tetapi badannya sangat kecapean. Dia berpikir asalkan saja saya bisa mendapatkan peristirahatan walaupun hanya sebentar saja, maka saya akan mendapatkan tenaga saya kembali dan membuat saya lebih baik. Dan sambil merangkak di jalanan dia melihat sebuah pintu kecil dan dengan badan yang tergeletak merayap ke arah pintu yang kecil dan sambil berbicara dengan mulut yang sudah berbusa dan tidak dapat didengar secara normal. Kemudian dia mendapatkan di dalam pikirannya sebuah sofa dan jatuh tersungkur di situ.

Beberapa waktu kemudian, suatu suara yang keras mengganggu peristirahatan Greg dan dia terbangun. Dia menanyakan pada dirinya sendiri ada apa? Sambil mencoba melihat di sekelilingnya, dia sadari dia tidak dapat melihat apa-apa. Dia mencoba mengkoyak akan kelopak matanya, tetapi dia tidak dapat menggerakkan akan tangannya. Bahkan dia tidak dapat menggerakkannya sama sekali.

Kemudian untuk kedua kalinya Greg mendengarkan suatu suara yang sangat keras. Dan pada saat yang sama dia merasakan bahwa tubuhnya sedang di peras dengan sangat hebatnya sehingga dia sendiri hampir-hampir tidak dapat bernafas sama sekali. Dia berpikir sepertinya tempat ini seperti tempat sampah. Dan memang benar bahwa Greg sedang berada di antara sampah-sampah yang sangat jorok. Dan ternyata pintu kecil yang dilaluinya adalah pintu sampah yang sangat kotor dan jorok yang dipikirnya adalah sofa tapi ternyata adalah tumpukan sampah yang ditidurinya.  Dan sebelum matahari terbit, truk mobil sampah mengangkat sampah bersama Greg dan sekarang mobil itu membawa sampah-sampah bersama Greg ke tempat pembuangan sampah di mana bulldozer-bulldozer sedang menunggu untuk menghancurkan  semua sampah-sampah pembuangan di tempat itu. Ketika truk mobil sampah itu siap untuk membuang semua sampah itu, Greg dengan kerasnya berteriak dan dia sangat beruntung karena ada seseorang yang mendengar suaranya dan kemudian menolong dia.  Keesokkan harinya tersiarlah di mana-mana melalui koran-koran terbitan hari itu di bagian pertama dari lembaran koran tersebut dengan sebuah cerita yang tertulis “GREG DAN SAMPAH”.  Dia tidak merasa hebat dengan kejadian ini. Dia tidak merasakan sophisticated. Tetapi dia berdiri di depan keramaian dengan reputasi yang sangat memalukan baik bagi keluarganya, teman-temannya dan bahkan para tetangga-tetangganya dan yang paling penting bagi dirinya sendiri.  Ketika manusia meminum minuman yang beralkohol kita semua mengetahui bahwa mereka tidak dapat berpikir secara jernih dan sehat, yang akhirnya mereka akan melakukan hal-hal yang sangat memalukan dan merugikan dan bahkan membahayakan diri mereka pribadi dan dapat membawa kematian bagi orang lain. Ini adalah kisah nyata yang terjadi pada diri saya sendiri belajarlah dari pengalaman saya dan jangan sampai terjerumus dengan hal yang sudah saya alami. Benarlah apa yang di katakan Tuhan di dalam firman-Nya yang kudus;

Amsal 23:31-35:

”Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak. Lalu matamu akan melihat hal-hal yang aneh, dan hatimu mengucapkan kata-kata yang kacau. Engkau seperti orang di tengah ombak laut, seperti orang di atas tiang kapal. Engkau akan berkata: “Orang memukul aku, tetapi aku tidak merasa sakit. Orang memalu aku, tetapi tidak kurasa. Bilakah aku siuman? Aku akan mencari anggur lagi.”

 

-Greg N. Harvey

Youth Specialist director

LSDC SDA Church USA

Leave a Reply