ISRAEL AKAN DISELAMATKAN?

images

Roma 11:26 berkata, “dan seluruh Israel akan diselamatkan”. Apakah artinya?
Pada kenyataannya, kalimat itu tidak berati bahwa setiap orang Israel/ Yahudi akan diselamatkan. Sebenarnya, pada pasal Roma 11 tersebut, Allah mengharapkan untuk menyelamatkan “sebagian dari mereka (Israel)” (ayat 14). Yudas Iskariot adalah orang Israel, namun demikian kita tahu bahwa dia terhilang karena menghianati Kristus. Yesus menyebut dia “yang ditentukan binasa” (Yohanes 17:12). Yesus memberitahukan kepada bangsa Israel “Jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia (Mesias), kamu akan mati dalam dosamu.” (Yohanes 8:24). Tidak setiap orang Yahudi mempercayai bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, sehingga banyak yang “akan mati dalam dosa mereka” dan terhilang.

Banyak orang Kristen saat ini menginterpretasikan Roma 11:26 sebagai penerapan dari 7 tahun masa kesusahan pada masa Yesus menampakkan diri di awan-awan pada kedatanganNya yang ke dua. Dengan kata lain, mereka tidak menerapkan ayat ini pada seluruh orang-orang Yahudi sepanjang jaman, tetapi hanya kepada “semua orang Yahudi” yang masih hidup pada akhir zaman. Jadi sekiranya, pada akhir masa kesusahan, semua orang Yahudi yang tersisa di Israel memandang ke atas, dan melihat Kristus datang di awan-awan, kemudian menyadari bahwa Dialah Mesias yang sebenarnya, mempercayaiNya, maka “Seluruh Israel akan diselamatkan”.

Ini adalah pengajaran yang salah, yang akan coba saya jelaskan di bawah ini.
1. Pertama, konteks dari Roma 11 bukanlah Kedatangan Kristus yang kedua.
2. “Allah tidak memandang bulu” (Roma 2:5-11). Merupakan suatu tindakan memandang bulu untuk menyelamatkan “semua orang Yahudi” pada akhir zaman, tetapi tidak “semua orang Yahudi sepanjang jaman”. Pemikirannya adalah, “Kalau seluruh orang Yahudi yang ada di akhir zaman melihat Kristus datang di awan-awan, maka mereka akan percaya”. Jika demikian, ini adalah suatu kesempatan yang sangat istimewa bagi orang-orang Yahudi tersebut, dimana kesempatan ini tidak dimiliki oleh orang-orang Yahudi yang hidup di masa-masa sebelumnya. Juga ini tidak adil bagi “semua orang bukan Yahudi (bangsa-bangsa lain)” yang hidup pada saat kedatangan Yesus kedua. Mengapa Allah menyelamatkan oranng-orang Yahudi pada akhir zaman tetapi bangsa-bangsa lain tidak? Bukankah mereka juga akan melihat Yesus datang sama seperti orang-orang Yahudi tersebut?

3. Ketika Yesus menampakkan diriNya di awan-awan, SUDAHLAH TERLAMBAT UNTUK MEMPERCAYAINYA. Wahyu 22:11,12 mengatakan bahwa sebelum Dia datang di awan-awan, semua keputusan telah dibuat. Yesus katakan bahwa kejadian itu seperti pada jaman Nuh (Matius 24:37-39). Pada jaman Nuh’ pintu bahtera akan ditutup sebelum banjir air bah datang (Kejadian 7:16). Ketika air bah datang, kedaan sudahlah terlambat. Menyelamatkan semua orang Yahudi PADA SAAT KEDATANGAN YESUS YANG KEDUA akan sama halnya dengan menyelamatkan semua orang yang ada di luar bahtera PADA SAAT HUJAN MULAI TURUN.

4. Ketika Yesus datang di awan-awan, ini adalah saatnya pengadilan bagi semua yang tidak percaya, yang tidak mengenal Allah maupun yang tidak mentaati firmanNya (II Tesalonika 1:7-10, Yudas 14, 15).
Jadi, apa artinya “Seluruh Israel akan diselamatkan”?. Pertama, Roma 9:26 mengatakan ada dua Israel. Yang satu adalah Israel menurut daging (Roma 9:3,4), dan yang lainnya adalah Israel milik Allah (Galatia 6:14-16). Israel milik Allah terdiri dari baik orang-orang Yahudi maupun orang-orang bangsa lain, yang percaya kepada Yesus Kristus (Kejadian 3:29). Bagsa-bangsa lain yang percaya “dicangkokkan” ke dalam. Mereka menjadi bagian dari “tubuh yang sama” dengan orang-orang Yahudi yang percaya (Efesus 3:6). Paulus menyebut penyatuan antara orang-orang percaya non Yahudi maupun yang Yahudi sebagai “rahasia Kristus” (Efesus 3:4).

Konteks dari Roma 11:26 adalah ayat 25. Ketika “jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk”, maka saat itulah “seluruh Israel akan diselamatkan” atau persisnya, “Dengan demikian seluruh Israel akan diselamatkan”. Dengan kata lain, masuknya jumlah yang penuh/ genap dari bangsa-bangsa lain menghasilkan “seluruh Israel” diselamatkan. Pemikiran Paulus adalah ketika seluruh bangsa-bangsa lain yang percaya (jumlah keseluruhan sepanjang jaman) telah masuk, telah dicangkokkan kepada Pokok Anggur, mereka, bersatu dengan semua Yahudi yang telah percaya, akan membentuk jaumlah total dari mereka yang diselamatkan. Paulus juga mengungkapkan bahwa bangsa-bangsa lain yang masuk dapat digunakan Tuhan untuk memotivasi sebagian orang Yahudi agar menjadi percaya (ayat 11dan 14). Ayat 25, menyatakan keseluruhan ini sebagai “rahasia”, dimana tadi di atas telah dinyatakan sebagai “rahasia Kristus” akan penyatuan orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain ke dalam satu tubuh melalui Kristus (Efesus 3:4,6). Ayat 27 mengatakan, semua diselamatkan karena Kristus menghapus dosa mereka melalui PerjanjianNya, yang tentunya dalah Perjanjian Baru, yang diterapkan kepada semua orang percaya, baik Yahudi maupun bangsa-bangsa lain. Dengan demikian “semua Israel” yang diselamatkan adalah jumlah total dari kelompok Yahudi dan kelompok bangsa-bangsa lain disatukan/dikombinasikan.

Jadi bunyi ayat “seluruh Israel akan diselamatkan” tidak diterapkan pada semua orang Yahudi sepanjang sejarah/ sepanjang jaman, bukan pula diterapkan pada kelompok pilihan tertentu yang percaya secara instant pada saat Yesus Kristus datang dari angkasa. Sebab pada saat itu, sudah terlambat untuk percaya.

———————————————————–

Untuk informasi lebih lanjut, bacalah buku “Exploding Deception” oleh Steve Wohlberg – Pemesanan hanya melalui : 1-800-795-7171 (menerima Visa / Mastercard)

Diterjemahkan dari : www.truthleftbehind.com ”
Sumber: Dianweb.org

Leave a Reply