Jet Lag? Ini cara mengatasinya..

jet

Bagi seseorang yang sering mengadakan penerbangan jarak jauh (selama 1-2 jam) boleh jadi perjalanan itu bukanlah satu masalah yang serius. Yang menjadi masalah adalah jika penerbangan tersebut berlangsung selama 6 jam atau lebih, apalagi kalau melintasi lebih dari 3 garis waktu sekaligus. Hal ini akan mengacaukan siklus bangun dan tidur serta ritme atau irama biologis tubuh. Siklus biologis inilah yang setiap harinya mengatur naik-turunnya suhu tubuh, peredaran hormon, daya kerja jantung, selera makan, rasa kantuk, dan tingkat energi tubuh. Itulah sebabnya mengapa seorang yang mengadakan penerbangan jauh akan mengalami insomnia (sulit tidur), letih, mengantuk pada siang hari, tak berselera makan, mudah tersinggung atau marah, dan pusing. Gejala-gejala inilah yang disebut Jet Lag.
Baru-baru ini, diadakan satu riset tentang efek penerbangan jarak jauh terhadap kondisi fisik. Studi tersebut disponsori oleh UpJohn Company yaitu sebuah perusahaan farmasi, United Airlines dan British Airways. Penelitian ini melibatkan 800 penumpang kapal terbang yang telah pernah terbang paling sedikitnya 2 kali pulang pergi sejauh 7500 km, ke arah Timur/Barat dalam 2 tahun terakhir. Penerbangan ke arah Timur dan Barat berarti melintasi garis waktu.
Hasil riset ini menunjukkan bahwa 99% dari mereka yang diteliti mengalami gejala-gejala jet lag, dan 45% di antaranya mengalami gejala sangat parah. Ditemukan juga bahwa, jika jumlah garis waktu yang dilintasi adalah sama, maka mereka yang terbang dari barat ke timur akan menderita gejala jet lag yang lebih parah daripada mereka yang terbang dari timur ke barat.
Berikut ini adalah beberapa anjuran dan kiat yang diberikan oleh mereka yang sudah terbiasa berpergian jauh untuk penanggulangan gejala jet lag.

• Sebelum keberangkatan, beradaptasilah dengan mengubah jadwal makan dan tidur secara berangsur-angsur sehingga tidak jauh berbeda dengan waktu pada tempat yang dituju, dan hindarilah makan terlalu banyak dan jauhkanlah minuman alkohol.
• Usahakan agar terbang di kelas yang terbaik yang perusahaan Anda dapat bayar. Boleh jadi adalah kurang menguntungkan jika satu perusahaan berusaha menghemat dengan membiarkan pegawainya “tersiksa” dalam menjalankan tugasnya bagi perusahaan itu.
• Makanlah secukupnya sewaktu berada dalam penerbangan. Tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Lingkungan di dalam kapal terbang bersifat kering sehingga tubuh lebih cenderung untuk kehilangan air. Oleh sebab itu, minumlah air lebih banyak dari yang biasa Anda minum, dan hindarilah alkohol sebab alkohol juga cenderung untuk mengurangi jumlah air dalam tubuh.
• Usahakan agar tiba 1-2 hari lebih awal dari waktu pelaksanaan tugas agar Anda bisa beradaptasi sebelum bertugas.
• Setelah tiba, segera ikuti jam tidur dan jam makan setempat. Perpanjang jam tidur untuk menutupi kekurangan yang timbul karena tidur yang tak nyenyak.
• Makanlah makanan berprotein tinggi untuk menolong tubuh tetap terjaga (bangun) pada siang harinya, dan makan yang kaya karbohidrat untuk menolong lekas tidur pada waktu jam tidur malam harinya.
• Berolahragalah di bawah sinar matahari pagi atau sore di tempat yang baru tergantung dimana Anda berada. Ini akan menolong “jam biologis” untuk mencocokkan diri dengan waktu setempat. Jika Anda terbang dari barat ke timur, maka sinar matahari pagi akan memajukan “jam biologis” sehingga akan memajukan jam tidur Anda pada malam harinya. Jika Anda terbang dari timur ke barat sinar matahari sore akan memundurkan jam tidur Anda di tempat yang baru itu. Secara umum dibutuhkan satu hari adaptasi untuk setiap garis waktu yang Anda lintasi.
• Jika memang Anda harus menghadiri rapat atau melaksanakan tugas lainnya sehari setelah Anda tiba, maka jika memungkinkan jadwalkanlah rapat tersebut agar dapat berlangsung pada jam-jam bangun jika berada di kota asal Anda. Hindarilah rapat yang akan berlangsung pada hari tepat pada waktu Anda tiba, setelah melintasi lebih dari 3 garis waktu.
Baru-baru ini riset menunjukkan bahwa jet lag dapat ditanggulangi oleh hormon tubuh yang disebut Melatonin. Hormon ini beredar dalam tubuh dengan jumlah yang besar pada malam hari dan sedikit pada siang hari.
Prof. Dr. Josephine, guru besar ilmu endokrinologi dari University of Survey, Inggris melaporkan bahwa hormon ini mampu mengubah siklus biologis tubuh dengan memajukan atau memundurkannya. Misalnya, ke “timur” atau ke “barat” tergantung kepada kebutuhan mereka yang sering terbang melintasi beberapa garis waktu sekaligus. Penggunaan hormon ini untuk mengatasi jet lag masih dalam taraf penelitian.
Masing-masing orang dapat mempelajari hal-hal apa saja yang cocok dan yang dapat menolongnya untuk mengatasi jet lagnya sendiri. Tetapi, yang jelas ada banyak cara untuk menolong tubuh kita yang “kuno” ini untuk beradaptasi dengan zaman jet sekarang.

-ALBERT M. HUTAPEA

Leave a Reply