Jika Saya adalah Setan (2)

OLEH GEORGE R. KNIGHT
Pakar Sejarah Gereja di Andrews University–Michigan

2. Berpikirlah Negatif

Jikalau Saya adalah Setan, saya akan mengarahkan Jemaat untuk berpikir bahwa mereka itu adalah kecil. Taktik seperti ini adalah mirip dengan membuat orang muda frustrasi, karena orang muda belum dapat menampilkan perkara-perkara yang mustahil. Saya tahu ada orang-orang Kristen Advent yang sanggup memberikan 110 alasan mengapa segala sesuatu yang disarankan itu tidak dapat dilakukan. Tambahan lagi, supaya seperti lebih meyakinkan lagi, mereka akan dukung dengan ayat-ayat Alkitab serta juga kutipan dari tulisan Ellen G. White walaupun tanpa memperhatikan semesta pembicaraannya.
Model pemikiran yang negatif seperti itu sebenarnya tidak pernah membaca sebutan yang berikut: “Metode yang baru dan rencana yang baru akan muncul dari berbagai situasi dan kondisi yang baru. Pemikiran yang baru akan muncul dan pekerja-pekerja baru yang mendukung hal itu akan menyertai usaha tersebut. . . . Mereka itu akan menerima rencana-rencana yang Raja Surga sendiri telah buat rancangannya.”—Ellen G. White, Testimonies for the Church, 6:476 (Para pekerja yang baru ini biasanya adalah pekerja-pekerja yang masih muda.)
Model pemikiran negatif ini perlu belajar dari tawon besar yang badannya berbulu. Kelihatannya mustahil bagi tawon besar itu untuk terbang, tapi mereka tidak menyadarinya, namun demikian dia tetap berusaha juga untuk melakukannya.
Berpikir kecil di dalam pergerakan Kristen Advent sama saja dengan Jemaat “X” yang membaptiskan 50 orang di tahun 2001 gantinya 25 orang; hal itu berarti menampilkan jumlah 20 juta di tahun 2004 gantinya tahun 2013. Dengan pola pikir negatip seperti ini, Jemaat Kristen Advent akan berada di planet bumi ini untuk jangka waktu yang lama sekali.
Jemaat Kristen patutlah menjangkau seluruh dunia bagi Kristus. Walaupun hal itu kelihatannya mustahil, kita tidak boleh lupa bahwa di masa lalu hal yang mustahil seperti ini jadi mungkin. Apa yang dibutuhkan adalah memiliki iman yang selalu dibudayakan oleh kuasa Roh Kudus. Kita patut menggunakan segala sesuatu yang ada dengan sebaik-baiknya dan berpandangan bahwa Sang Raja Surga sanggup membuat hal itu berhasil.

3. Batasilah Visi Jemaat Itu

Jikalau Saya adalah Setan, saya akan mengajak Jemaat untuk meyakini bahwa hanya ada satu cara dalam melakukan sesuatu dan semua orang harus menjalankannya dengan metode yang satu itu dan tidak ada yang lain. Misalnya saja sehubungan dengan peribadatan. Beberapa tahun yang lalu di Amerika Utara terjadi sesuatu yang menegangkan tentang apa yang disebut “peribadatan perayaan” (celebretion worship). Saya sendiri tidak terlalu banyak memahami tentang peribadatan perayaan ini, namun yang saya tahu bahwa di banyak upacara peribadatan secara umumnya, saya sering tertidur di saat doa pembukaan dan baru terbangun di doa penutup. Namun demikian, saya masih bisa berkata bahwa apa yang berlangsung diantaranya itu saya mengetahuinya secara diam-diam.
Jemaat Kristen Advent perlu menyadari sebagaimana yang hamba Raja Surga untuk zaman akhir ini, Ellen G. White menyatakan, “tidaklah semua pikiran patut dijangkau dengan metode yang sama.” Gaya sesuatu peribadatan tentunya berhubungan erat dengan budaya hidup masyarakat di mana mereka hidup. Apa yang bisa tampil di kelompok masyarakat menengah, tentunya tidak bisa cocok tampil di kelompok lainnya. Kelompok Kristen Advent sebenarnya tidaklah membutuhkan satu atau dua bentuk peribadatan. Malahan berdasarkan kenyataan membutuhkan 50 atau lebih model asalkan hal-hal itu dapat menjangkau segala kelompok masyarakat.
Sama halnya juga dengan metode penginjilan. Raja Surga kita telah menciptakan berbagai macam cara penginjilan di mana-mana. Kita sepatutnya perlu sadar terhadap berbagai metode yang sedang berkembang di masyarakat. Tentunya segala sesuatu yang selama ini berlaku berdasarkan tradisi tidaklah selamanya cocok dan tepat dalam segala situasi dan kondisi. Kerajaan Surgawi memiliki peraturan yang kesatuan dan persatuan hati dan bukan keseragaman dalam metode ataupun penampilan.

4. Meremehkan Penampilan
Tekhnologi Mutakhir yang Mengagumkan

Jikalau Saya adalah Setan, saya akan meremehkan tekhnologi mutakhir yang tampil mengagumkan demi penyelesaian pekerjaan Jemaat. Tekhnologi modern/mutakhir tentunya memiliki kuasa yang hebat untuk perkara yang buruk dan juga yang baik. H. M. S. Richards, perintis program penginjilan radio dalam Jemaat Kristen Advent, pernah mengatakan kepada saya bahwa dia harus bergumul mati-matian untuk meyakinkan para pemimpin Jemaat ini agar program radio itu diperbolehkan. Radio adalah sarana yang benar-benar baru di tahun 1930, dan terlalu radikal, terlalu maju, terlalu beresiko dan terlalu makan banyak biaya bahkan membuang uang Raja Sorga.
Hari ini, kita sedang berada di posisi terdepan dalam program radio yang tentunya memiliki dampak positip demi Injil yang kekal melalui pekabaran tiga malaikat benar dan Pendeta Richards sendiri pun tak sanggup memimpikannya pada saat itu. Pada masa kini, seperti yang tidak pernah terjadi sebelumnya, kita membutuhkan generasi yang semangatnya sama seperti Pendeta Richards namun tentunya menggunakan imaginasi abad kedua-puluh satu di milenium yang ketiga.

5. Jadikanlah Para Administrator itu
Pusat Perhatian yang Utama

Jikalau Saya adalah Setan, saya akan membuat para gembala dan administrator Jemaat menjadi pusat perhatian yang utama dalam pekerjaan Jemaat. Tentunya Setan sendirilah yang menanamkan pandangan seperti itu di dalam Jemaat. Para gembalalah yang harus mengerjakan pelayanan berkhotbah, harus memberikan pelajaran Alkitab, harus tampil sebagai pahlawan dalam medan penginjilan serta mereka sajalah yang harus aktif dalam segala pengambilan keputusan untuk pertumbuhan Jemaat.
Kita perlu bergerak maju melewati segala pemikiran yang menyatakan bahwa pertemuaan Jemaat hanyalah sekedar untuk pusat kesenangan perorangan bagi orang-orang saleh. Kristen Advent membutuhkan lebih banyak para imam yang berpandangan umum yaitu keimamatan bagi semua orang yang beriman. Jikalau kita menunggu situasi bahwa pekerjaan Raja Sorga hanyalah diselesaikan oleh para kaum elit Jemaat, maka kita akan berada di planet bumi kurang sedikit dari selama-lamanya.
Tantangan untuk menciptakan satu generasi para gembala Kristen Advent dan administrator Jemaat yang sanggup memberi perkembangan bagi Jemaat sangatlah besar. Dengan demikian, mereka itu akan trampil dan sanggup untuk menolong seluruh anggota Jemaat dalam menggunakan karunia rohani yang Raja Sorga telah pertanggung-jawabkan kepada mereka demi penyelesaian pekerjaan-Nya untuk menjangkau dunia.

-PDT. HOTMA SP SILITONGA

Leave a Reply