Jika Saya adalah Setan (3)

OLEH GEORGE R. KNIGHT
Pakar Sejarah Gereja di Andrews University–Michigan

6. REMEHKANLAH PELAYANAN JEMAAT SETEMPAT

Jikalau Saya adalah Setan, saya akan meremehkan pentingnya pelayanan penginjilan di Jemaat setempat. Salah satu kebutuhan penting dalam pergerakan Kristen Advent adalah terciptanya dan dipertahankannya semangat penginjilan di Jemaat setempat. Satu Jemaat yang sehat bukanlah merupakan satu kelompok masyarakat yang berdiri sendiri secara perorangan, namun demikian merupakan satu kesatuan kelompok umat yang beriman untuk menjangkau masyarakat di sekitarnya.
Tugas utama dari Jemaat Kristen Advent se-dunia adalah untuk mengkoordinasi dana dan sumber daya manusia agar tersebarlah pekabaran Injil Kristus ke seleuruh penjuru bumi ini. Oleh sebab itu, menekankan secara fanatik format Jemaat setempat tidaklah cukup. Di lain pihak, untuk jangka waktu yang panjang, lembaga Jemaat akan tetap menjaga situasinya yang sehat dalam format pelayanan Jemaat setempat. Apa saja yang dapat dibuat untuk membuat Jemaat setempat itu lebih sehat patutlah dilakukan.
7. BUATLAH LEBIH BANYAK LEMBAGA PELAYANAN

Jikalau Saya adalah Setan, saya akan menciptakan lebih banyak tingkat birokrasi dalam pelayanan Jemaat dan lebih banyak administrator. Kenyataannya, jikalau saya adalah Setan, saya akan mencari sebanyak-banyaknya pekerja yang sudah sukses berdasarkan penampilan mereka. Saya akan tempatkan mereka di belakang meja, menutupi mereka dengan segala jenis kertas data, dan menyibukkan mereka untuk mengikuti segala macam rapat dinas. Jikalau masih belum cukup, saya alihkan mereka ke situasi kedudukan/posisi yang disebut “lebih tinggi” alias “naik pangkat,” dengan demikian, mereka itu semakin jauh jangkauannya dari kaum awam di Jemaat setempat yang sebenarnya mereka itulah inti dalam perkembangan Jemaat.
Saya harap Anda tidak salah paham dengan saya. Saya sangat meyakini adanya organisasi Jemaat. Tapi saya juga percaya perlunya makanan, saya sadar bahwa terlalu banyak hal-hal yang dibutuhkan tidak diperoleh secara sehat.
Banyak dan semakin banyak orang Kristen Advent menyadari adanya realita tentang cara berorganisasi yang Kristiani. Organisasi pelayanan Jemaat di zaman mutakhir ini sebenarnya dibuat agar dapat meringankan seluruh pekerja dan dana demi penyelesaian pekerjaan Raja Surga di planet bumi ini. Tugas ini merupakan salah satu tantangan yang paling besar di zaman kita ini.

8. BUATLAH JEMAAT ITU TAKUT KEPADA ROH KUDUS

Jikalau Saya adalah Setan, saya akan membiarkan Jemaat Kristen Advent takut kepada Roh Kudus. Terlalu banyak di kalangan Jemaat Kristen Advent yang takut terhadap apa yang disebut Pentakostalisme ataupun juga karismatik. Mereka salah menanggapinya sehubungan dengan pekerjaan Roh Kudus. Istilah karismatik ada hubungannya dengan karunia Roh Kudus. Sebaliknya, kita patut menyadari bahwa berdasarkan ajaran Alkitab, semua umat Raja Surga sangat membutuhkan kuasa Roh Kudus dalam hidup iman Kristiani. Hamba Raja Surga untuk zaman akhir ini berpendapat bahwa penerimaan terhadap Diri Roh Kudus pasti akan membawa berkat yang limpah dalam pertumbuhan Jemaat.

Berapa banyakkah yang kita pikirkan tentang Roh Kudus, khususnya tentang kuasa-Nya yang besar dalam hidup Kristiani kita? Apakah kita berfokus terlalu banyak pada tujuan, struktur organisasi, dan usaha manusia sehingga kita melupakan kuasa yang sangat penting yang menjadi pengendali keberhasilan pertumbuhan Jemaat? Langkah-langkah apakah yang patut dibuat agar kita membiarkan Roh Kudus menduduki tempat yang selayaknya di lingkungan Jemaat Kristen Advent? Atau apakah kita benar-benar mengharapkan untuk menyelesaikan pekerjaan Jemaat tanpa Kehadiran Roh Kudus?

9. PROMOSIKANLAH PERTUMBUHAN JEMAAT BERDASARKAN KWANTITASNYA

Jikalau Saya adalah Setan, saya memberi dorongan di kalangan Jemaat untuk tetap mempromosikan pertumbuhannya dari segi jumlah. Perkara yang terburuk yang pernah terjadi di kalangan umat Kristen Advent adalah bilamana mereka selalu saja menghitung jumlah kwantitas. Kita menghitung banyaknya jumlah anggota Jemaat, jumlah perkumpulan, jumlah lembaga, jumlah persembahan dan persepuluhan dan masih banyak lagi. Sementara masalah jumlah memang mendapatkan peran yang penting di Jemaat, namun perlu ditegaskan bahwa hal itu tidak mempunyai peran apapun secara nyata dalam penyelesaian pekerjaan Raja Surga.
Salah satu akibat buruk dari permainan jumlah adalah kita cenderung menempatkan uang kita di tempat mana kita akan mendapatkan jumlah baptisan yang besar namun menggunakan uang yang sedikit. Hal itu berarti bahwa kita tidak menggunakan usaha yang dibutuhkan di wilayah dunia yang sulit dijangkau. Masalah jumlah ini memperoleh tanggapan yang berbeda-beda berdasarkan situasi dan kondisi yang berbeda. Namun yang penting adalah bahwa kita pasti akan menghadapi secara tetap dalam perencanaan kita jika kita berharap untuk menjangkau seluruh anak Raja Surga di planet bumi ini.

10. REMEHKANLAH PEKERJAAN KARUNIA NUBUAT

Jikalau Saya adalah Setan, saya akan mengajak orang-orang Kristen Advent untuk melupakan atau paling sedikit meremehkan pekerjaan karunia nubuat. Kristen Advent bukanlah muncul di panggung dunia sekedar satu pergerakan yang lain, sebaliknya Jemaat ini merupakan satu pergerakan yang hadir berdasarkan nubuatan, khususnya Wahyu 10-14. Keyakinan inilah yang membuat pergerakan Kristen Advent ini istimewa, satu kelompok Jemaat yang keluar atas dasar satu pekabaran yang penting, sehingga hal inilah yang merupakan motivasi Jemaat ini bergerak maju sampai akhir zaman.
Bilamana visi seperti ini lenyap, Kristen Advent akan jadi seperti orang yang sudah tidak punya gigi lagi. Sehingga yang kelihatan adalah sekedar ajaran aneh yang tidak ada bedanya dengan yang lain.
Cara pendekatan terhadap perkataan nubuat khususnya kitab Daniel dan Wahyu akan menentukan apakah pergerakan ini berkelanjutan ataukah akan jadi satu pergerakan yang sekedar sebuah museum saja.
Sementara kita masih berbicara soal rahasia perkataan nubuat tentang masa depan, sangatlah penting bahwa kita berbicara kepada generasi masa kini. Hal itu bukanlah sekedar membuat umat manusia terharu tentang dekatnya kedatangan Yesus Kristus kedua kali, misalnya menyebutkan peristiwa gempa bumi Lisabon tahun 1755 dan bintang gugur 1833. Saya tidak memiliki masalah dengan peristiwa-peristiwa itu berdasarkan penerapan historis di abad 19, namun demikian kita patut mengajak umat manusia untuk melihat prinsip yang belangsung terus menerus sehubungan dengan peristiwa nubuatan itu dan menerapkannya secara tepat di masa kini.

11. BUATLAH YANG KECIL-KECIL ITU JADI YANG TERUTAMA

Jikalau Saya adalah Setan, saya mengajak orang-orang Kristen Advent untuk meyakini bahwa semua kepercayaan yang ada di Alkitab itu memiliki tingkat kepentingan yang sama. Sebaliknya, fakta yang sederhana dan jelas adalah bahwa memiliki satu hubungan persekutuan keselamatan dengan Yesus Kristus patutlah menjadi pusat dari Kristen Advent. Hubungan hidup seperti ini tidaklah memiliki kedudukan yang sama dengan tidak memakan daging babi. Saya menyadari bahwa ada orang-orang Kristen Advent yang memelihara hari Sabat hari ketujuh yang lebih buruk/kejam dibanding dengan Setan. Ada pula orang-orang yang vegetaris yang lebih buruk/kejam dari pada Setan. Jemaat patut berpikir tentang keyakinannya dari segi kepentingannya dan apa hubungannya dengan imannya.
Gambaran Alkitab sangatlah jelas bahwa semua orang Kristen yang sejati berasal dari adanya satu hubungan persekutuan yang menyelamatkan dengan Yesus Kristus. Janganlah kita berpikir gampang saja bahwa ke-Advent-annya lebih utama dari pada Ke-Kristen-annya. Dalam ruang lingkup penginjilan Jemaat dan juga dalam program Kristen Advent untuk menjangkau keluar, hal berpusat pada Yesus Kristus patutlah lebih jelas, tegas dan nyata.

12. PERKEMBANGLAH SIKAP BERKOMPETISI
DARI SEGI PENAMPILAN

Jikalau Saya adalah Setan, saya akan mengajak orang-orang Kristen Advent untuk berkompetisi dan bersaing yang tidak sehat satu dengan yang lain. Dalam hal ini, segala topik tempo doeloe sangat jelas terlihat—misalnya, model peribadatannya, teologinya, standar berpakaian. Bila hal seperti ini terjadi, maka mereka sibuk bertengkar satu dengan yang lain dan sehingga tidak ada waktu lagi untuk menggempur saya [Setan]. Setan kelihatannya sangat sukses dalam strategi kerja seperti ini. Apakah yang patut dibuat agar musuh yang sebenarnya dapat dikalahkan?

13. UTAMAKANLAH KESUKUAN ATAUPUN KEBANGSAAN ANDA

Jikalau Saya adalah Setan, saya mengajak sebanyak-banyaknya orang Kristen Advent untuk berpikir kesukuan, kebangsaan dan kelompok-kelompok elit. Saya akan membuat Jemaat itu memiliki satu pergumulan yang besar agar kurang memperhatikan misinya yang berhasil.
Setelah sebutan tersebut dinyatakan, saya akan segera menambahkan bahwa ada ketidakadilan yang perlu dijelaskan dan situasi yang gawat ini sebenarnya tidak dapat dibereskan secara tuntas. Permohonan saya adalah bahwa walaupun kita sedang berada dalam situasi yang paling sukar dan tidak adil, kita patut bertindak laku sebagai seorang yang sudah dilahirkan kembali, sehingga dapat mendiskusikan perkara-perkara itu tanpa kehilangan arah dan misi Jemaat sebagai hal yang patut diutamakan. Sejalan dengan ini, Jemaat Kristen Advent patut memperkembang satu mekanisme untuk memperkaya dan memberi pencerahan tentang keberadaan multi kultural dan internasional.

14. BUATLAH JEMAAT ITU ORANG YANG SANGAT MALANG PADA HARI SABAT

Yang terakhir, jikalau Saya adalah Setan, saya akan mengajak orang Kristen Advent sebagai Yang paling menyedihkan pada hari Sabat hari ketujuh. Kapankah orang Kristen Advent bergembira—Waktu buka Sabat di Jumat petang atau waktu tutup Sabat di Sabtu petang? Terlalu banyak kelihatannya orang Kristen Advent bertindak aneh seolah-olah Hari Sabat merupakan suatu hukuman gantinya suatu tanda keselamatan sehingga memiliki berkat yang paling mulia dalam satu minggu itu. Sikap yang tidak menguntungkan sangat nyata di kalangan banyak anggota Jemaat. Saya sudah pernah beribadah di satu Jemaat yang mana tidak seorangpun yang menyambut saya di sana.
Yang lebih penting dalam hidup Kristiani ini bukanlah sekedar pengajaran yang tepat untuk memenuhi keberadaan Jemaat. Kita butuh bukanlah sekedar hidup beragama (religious life) yang memiliki doktrin yang benar, melainkan hidup rohani (spiritual life) yang memiliki Yesus Kristus sebagai Kebenaran kita (Yohanes 13:35).

PENUTUP/KESIMPULAN

S
aya sudah lelah berperan sebagai Setan. Di manakah peran Raja Surga dalam hal ini? Jikalau Saya adalah Raja Surga, saya akan memberikan arahan yang penuh semangat kepada orang Kristen Advent Hari Ketujuh agar mulai berpikir, merencanakan dan bertindak laku sedemikian rupa sehingga dapat mengalahkan segala rencana licik Si Jahat. Saya akan memberikan semangat kepada Orang Kristen Advent agar melipatgandakan kuasa yang menghasilkan berkat surgawi. Dengan demikian, menggunakan segenap tenaga yang maksimal demi kesempatan mulia dalam misi penginjilan.
Sukses tidak pernah datang secara kebetulan, tetapi hal itu bisa tiba sebagai hasil dari pemikiran yang luas, perencanaan yang mantap, sehingga pelaksanaannya SELALU DIKENDALIKAN OLEH KEPEMIMPINAN ROH KUDUS. Semboyan umat Allah adalah bukan oleh kuat atau keperkasaan manusia MELAINKAN OLEH ROH ALLAH (Zakharia 4:6). SEMUA YANG DISEBUT ANAK-ANAK ALLAH BERADA DALAM PENGENDALIAN/KEPEMIMPINAN ROH ALLAH Roma 8:14).
(selesai)

-Pdt. Hotma SP Silitonga

Leave a Reply