Jikalau Saya adalah Setan!

 Oleh George R. Knight

Pakar Sejarah Gereja di Andrews University–Michigan

 

Terjemahan Dinamis Oleh Pdt. Hotma SP Silitonga

 Secara lengkap artikel ini ditampilkan dalam diskusi di konperensi

Jemaat Masehi Advent Hari Ketujuh Se-dunia di Toronto, Canada

pada tanggal 2 Juli tahun 2000 untuk memotivasi umat Kristen Advent

dalam Penginjilan dan Pertumbuhan Jemaat berdasarkan prinsip Sorgawi  ::

 

K

eberadaan faham Jemaat Kristen Advent Hari Ketujuh yang sudah tampil di periode abad ke-21 ini nampaknya seperti tidak pernah dipertimbangkan – di planet bumi ini.  Berdasarkan kenyataan, pergerakan ini semakin berkembang pesat melebihi apa yang pernah dimimpikan oleh para pendahulunya.

Ketika saya [George Knight] bergabung dengan Jemaat ini di tahun 1961, pengikut pergerakan Advent di seluruh dunia hanyalah berkisar satu juta orang.  Jumlah ini semakin bertambah di tahun 1970 menjadi sekitar 2 juta, di tahun 1980 3,5 juta, di tahun 1990 mendekati 7 juta dan di tahun 2000 berkisar 11 juta.  Berdasarkan pertumbuhan ini, diharapkan pada tahun 2013 menjadi 20 juta dan di tahun 2025—2030 menjadi 40 juta, tentunya  jika dunia ini belum berakhir.

Sungguh suatu perubahan yang drastis sejak tahun 1848 dimana hanya terdapat 100 orang yang percaya kepada faham Kristen Advent.  Bagi mereka, penglihatan hamba Allah, Ellen G. White tentang pelayanan percetakan benar-benar seperti aliran sungai kebenaran yang sudah menjangkau seluruh dunia.  Jika salah seorang dari mereka sudah pernah meramalkan jumlah 11 juta, maka yang lain akan menertawakannya, karena bukan demikianlah kenyataannya.

Pengikut Kristen Advent mula-mula hanyalah sedikit dan mereka itu nampak tak berdaya.  Jemaat Kristen Advent sekarang ini sudah banyak dari segi jumlah, dan boleh dikatakan salah satu yang paling cepat berkembang di dalam sejarah Jemaat serta memiliki sarana dan harta yang bila didolarkan bisa bermilyard-milyard.

Namun demikian, pertumbuhan Jemaat menghadapi banyak tantangan dan kesulitan.  Pada saat Jemaat Kristen Advent mula-mula, segala sesuatu nampaknya bersahaja dan sederhana.  Mereka menggunakan satu bahasa, satu kebangsaan, satu budaya, satu model penilaian dan pada umumnya berada di satu tempat, yaitu di Amerika Utara.

 

Di tahun 2000-an ini, Kekristenan Advent tidaklah semudah seperti waktu mula-mula berkembang.  Sudah sekitar dua ratus kebangsaan yang dijangkau, menggunakan lebih dari tujuh ratus bahasa, dan bercorak ragam latar belakang kebudayaan serta angan-angan kehidupan.

Kristen Advent masa kini memiliki situasi keuangan yang luar biasa dan juga keadaan sumber daya manusia yang trampil, namun pada saat yang sama memiliki tantangan dan kesulitan yang luar biasa juga.  Jika di masa yang lalu pergerakan Kristen Advent ini sudah dapat mencapai hal yang mustahil, demikian juga di masa yang akan datang tantangan ini juga pasti dapat dicapai secara luar biasa.  Sungguh beruntung, karena Sang Raja Sorga yang kita sembah adalah Sang Pencipta dan Penguasa yang benar-benar ahli dalam segala hal yang mustahil [MISSION—POSSIBLE].  Apapun yang terjadi, apakah dalam situasi baik ataupun buruk, Raja Sorga telah memilih untuk menggunakan orang-orang yang tidak sempurna agar menyelesaikan pekerjaan-Nya di planet bumi yang kristis dan krisis ini.

Itulah sebabnya, JIKALAU SAYA ADALAH SETAN, saya akan serang habis-habisan situasi dan kondisi kemanusiaan Jemaat yang tidak sempurna ini sehingga terganggulah  kelancaran perkembangan kemajuan rencana Raja Sorga yang mulia bagi Jemaat-Nya.  Sebagai kenyataan, JIKALAU SAYA ADALAH SETAN, saya akan melakukan strategi dan rencana yang membuat Jemaat ini kecewa dalam menjalankan misinya.

Hal-hal yang saya akan lakukan JIKALAU SAYA ADALAH SETAN ialah    (1) Membuat orang muda di dalam Jemaat ini jadi frustrasi;  (2) membuat Jemaat ini berpikir negatif; (3) membatasi visi Jemaat itu;  (4) meremehkan penampilan tekhnologi mutakhir yang mengagumkan;  (5) membuat para administrator dan para pimpinan Jemaat sebagai pusat perhatian yang utama dan nomor satu; (6) meremehkan pelayanan Jemaat setempat; (7) membuat lebih banyak lembaga pelayanan; (8) membuat Jemaat itu takut kepada Roh Kudus; (9) mempromosikan sekedar pertumbuhan Jemaat dari segi  jumlah;  (10)  meremehkan pekerjaan karunia nubuat; (11) membuat yang kecil-kecil itu jadi yang terutama; (12) memperkembang sikap berkompetisi dari segi penampilan luar;  (13) mengutamakan kesukuan ataupun kebangsaan Anda dan       (14) membuat Jemaat itu orang yang sangat malang pada hari Sabat.

 

(1)  Buatlah Orang Muda di dalam Jemaat Jadi Frustrasi

 

Perkara yang pertama dalam agenda saya adalah generasi muda di dalam Jemaat Kristen Advent.  Jikalau Saya adalah Setan, maka saya akan membuat rencana yang matang di dalam Jemaat untuk menolak segala ide dan pandangan yang datangnya dari orang muda yang kelihatannya belum berpengalaman.  Tentunya rencana ini tidaklah terlalu sulit untuk dilaksanakan, sebab di banyak tempat di dunia ini, orang-orang muda tidak berpakaian seperti orang-orang tua mereka, nyanyiannya pun tidak sama, bahkan cara berpikirnyapun tidak sama.  Saya akan mengajak Jemaat Kristen Advent melupakan kenyataan bahwa pergerakan Jemaat ini sebenarnya sudah dimulai oleh orang-orang muda yang kreatif dan berpikir maju.

Sifat Setan di dalam diri ini sadar betul  bahwa jika saja orang-orang muda itu dapat dikecewakan agar tidak berkecimpung dalam pertumbuhan Jemaat, maka Jemaat ini pada akhirnya akan mati.  Untuk menjangkau generasi muda seperti itu, Jemaat patutlah mempelajari budaya komunikasi orang muda, sama seperti Yesus juga menggunakan bahasa dan kiasan di zamannya.  Begitulah yang James White sudah terapkan di zamannya.

Jemaat Kristen Advent patut menyadari bahwa generasi yang akan datang tidaklah berpikir seperti mereka yang lahir di tahun 1940-an dan bahkan sebelumnya.  Segala sesuatu patutlah berprinsip bahwa yang sudah lalu biarlah berlalu dan kita patut berpikir mutakhir.  Jemaat tidaklah sepatutnya berpikir kolot dan berkata saya ini lahir di keluarga Kristen Advent dan satu-satunya yang memiliki kebenaran hanyalah yang Adventis saja.  Sebaliknya, demi kesetiaannya kepada Jemaat Kristen Advent, kita patut menampilkan budaya Kristen sejati, dengan demikian akan menggunakan dana dan sarana yang ada dengan sebaik-baiknya.

Orang muda merupakan bunga pergerakan Kristen Advent dan patut diberikan kesempatan agar dapat berpartisipasi untuk menjawab tantangan yang besar itu.  Jemaat patut merencanakan hal-hal yang patut untuk mendaya-gunakan pemikiran orang muda yang mutakhir serta patut diberi perhitungan dalam kesempatan mulia.                                                                                                                                                                                                             

 

Leave a Reply