Kanker bisa dicegah?

August 7, 2017 - Stevanus S. Widjaja

_RENUNGAN SORE/MALAM_

*MINGGU*, 6 Agustus, 2017

Salam *SUKSES* dan Shalom…..

“firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.” Keluaran 15:26

Kemarin, Sabat siang sehabis acara khotbah, saya dan dua orang teman saya meluncur ke pemakaman Menteng Pulo, peris depan Cocas untuk menghadiri acara pemakaman sahabat saya waktu kami sama-sama di SMA Cikini.

Dia mengidap kanker dan sempat berobat di Guangzhou, China tetapi sekembalinya dari China tahun lalu, bukannya dia tambah membaik, tetapi makin parah dan akhirnya kemarin pagi dia meninggal dunia dan dimakamkan secara muslim.

Lalu kami berbincang-bincang dengan teman-teman pelayat lainnya, kira-kira penyakit kanker itu apakah bisa dicegah ? Oleh sebab abang dari teman kami almarhum ini juga mengidap sakit kanker dan mereka sama-sama berdua pergi berobat ke Guangzhou, tetapi disayangkan teman kami ini lebih dulu meninggal dunia daripada abangnya yang memberi kesaksian kepada saya kemarin siang.

NAH, APAKAH PENYEBAB KANKER bisa dicegah ?

Saya membaca buku *Riset Menakjubkan* yang ditulis oleh Neil Nedley, MD, di halaman 15-16 dituliskan begini :

I. *80 % kanker bisa dicegah melalu gaya hidup sederhana*

” Penemuan ini sejalan dengan hasil riset yang sering dikutip yang dilakukan satu dekade lebih awal oleh Drs. Wynder dan Gori. Perbandingan mereka yang terperinci terhadap angka kanker internasional menuntun mereka pada kesimpulan bahwa sekitar 80 persen kanker bisa dicegah secara relatif dengan pilihan gaya hidup sederhana.”

( dikutip dari tulisan Wynder EL, Gori GB. Contribution of environment to cancer incidence: an epidemiologic exercise. J Natl Cancer Inst 1977 Apr;58(4):825-832. )

II. *90 % penyebab kanker adalah faktor lingkungan*

” Satu dasawarsa lain sebelum penerbitan hasil kerja Wynder dan Gori, Dr. Higginson menyimpulkan bahwa 90 persen kanker disebabkan “faktor lingkungan.”

( dikutip dari tulisan Higginson L. Present trends in cancer epidemiology. Can Cancer Conf 1969;8():40-75. )

III. *Penting Gaya Hidup sehat untuk menekan resiko kanker*

” Dengan demikian, panel Kepala Dinas Kesehatan itu menyokong riset mengenai pentingnya gaya hidup terhadap risiko kanker yang sudah jelas dianjurkan sejak tahun 1960-an.

Apa yang mereka maksudkan dengan “faktor lingkungan?” Mereka mengarah kepada faktor apa saja terlepas dari proses internal tubuh dan kecenderungan bawaan lahir yang mempengaruhi kita.

Faktor-faktor ini termasuk udara yang kita hirup, air yang kita minum, pilihan makanan yang kita inginkan, kebiasaan olahraga (atau kurang olahraga), kebiasaan seksual, hubungan sosial, dll.

Jadi, ketika para ahli mengatakan kepada kita bahwa 80 sampai 90 persen kanker berkenaan dengan “lingkungan” mereka membicarakan bahwa sebagian besar kanker bisa dicegah jika kita memberi perhatian pada hal-hal yang kita masukkan ke dalam tubuh, hal-hal yang kita biarkan menyentuh tubuh kita, dan hal-hal yang kita lakukan dengan tubuh kita.

Meskipun 30 tahun pengertian kaitan antara kanker dan gaya hidup ada, penduduk dunia di sebagian besar daerah belum mewujudkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari. ” Buku Riset Menakjubkan, hal. 16

Dari pengalaman almarhum diatas, memang sepengetahuan saya orangtua teman saya ini lumayan kaya, dikarenakan jabatannya cukup tinggi di perhutani pada tahun 1977 silam, sehingga gaya hidup dan pola makanan dan faktor lingkungan hidup mereka cendrung dapat menimbulkan penyakit kanker bagi anak-anak mereka.

Maka itu hari ini, bagi setiap orangtua peranan mereka sangat penting untuk generasi selanjutnya agar terhindar keturunannya dari penyakit kanker, seperti dituliskan oleh Pena Inspirasi di bawah ini :

” Dalam usaha untuk menahan laju ketidakbertarakan dan kejahatan lainnya yang seperti penyakit kanker menggerogoti badan sosial, *kalau lebih banyak perhatian dicurahkan untuk mendidik orangtua bagaimana membentuk kebiasaan dan tabiat anak-anak*, *hasilnya akan ratusan kali lipat*.

*Kebiasaan yang dengan sangat dahsyat memaksa untuk kejahatan*, *dalam kekuasaan merekalah untuk menjadikannya satu kekuatan demi kebaikan*.

*Mereka harus memperbaiki saluran itu dari sumbernya*, dan terserah kepada mereka untuk mengarahkannya dengan benar.

*Para orangtua dapat meletakkan bagi anak-anaknya dasar kehidupan yang bahagia dan sehat*.

Mereka bisa membiarkan anak-anak itu keluar dari rumah dengan ketahanan moral untuk menangkal godaan, dengan keberanian serta kekuatan untuk berjuang dengan sukses terhadap masalah-masalah kehidupan.

*Mereka bisa mengilhami anak-anak itu akan maksud dan perkembangan kuasa untuk menjadikan hidup mereka suatu kemuliaan bagi Allah dan berkat bagi dunia ini*.

Mereka bisa meluruskan jalan bagi anak-anak itu, melalui cahaya matahari atau pun bayang-bayang, menuju ketinggian yang mulia di atas.” MH, 352

Kiranya Tuhan memberkati setiap keluarga Kristiani dengan menghidupkan gaya hidup sehat setiap hari agar terhindar dari segala macam penyakit kanker yang menghantui dunia saat ini…. 🙏🙏🙏

Leave a Reply