Kanker sebenarnya bukan penyakit

August 21, 2017 - Kesehatan

Erabaru.net. Kanker adalah suatu penyakit dari sel manusia. Seseorang, begitu mengetahui dirinya mengidap penyakit ini, akan mengala

Baru-baru ini, sebuah buku yang berjudul “Kanker Bukan Penyakit”, buku ini ditulis oleh dokter luar negeri. Buku ini telah mementahkan banyak pandangan semula masyarakat umum tentang penyakit kanker.

Konsep-konsep itu adalah fakta yang sudah diketahui sejak awal oleh komunitas medis, namun, tidak dipublikasikan secara umum.

Kanker bukan sumber penyakit yang sesungguhnya, sebab setiap orang dewasa, setiap hari pasti akan ada 30 miliar sel yang mati, namun, diantara sel itu ada 1% ~ 10% adalah sel kanker. Dengan kata lain, kita semua memiliki sel kanker

Sel kanker itu /us operasi, maka harus ditanyakan, apakah orang ini akan merasa nyaman dari berbagai masalah tubuh pada dirinya, perlu dicatat, bahwa sebagian besar orang akan lebih menderita setelah operasi.

Tingkat keberhasilan kesembuhan pada pengobatan secara operasi dan sebagainya itu pasti ada, bukan ? Berapa prosentasenya ?

Sebuah data statistik, jika ditilik dari tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun itu adalah 7 %, Anda merasa tinggi atau rendah ?

Jika tidak mengobatinya juga belum tentu akan mati, juga tidak akan mengurangi kualitas hidup. Kecuali tumor terlalu besar, menghambat kenormalan tubuh.

Meskipun sudah operasi, pasien juga harus segera mengubah kebiasaan hidup sehari-hari : tidur lebih awal, konsumsi makanan yang higienis, meditasi rutin, rileks, harus sabar, sering-sering berhubungan dengan alam, lakukan hal-hal yang menggembirakan, ini baru cara merawat kesehatan yang baik.

Apa ada contoh penyakit yang bisa membaik tanpa diobati ?

Di Inggris pernah ada pasien yang dianjurkan dokter untuk pulang saja ke rumah, tunggu ajal menjemput beberapa hari lagi.

Kebertulan pasangannya itu mengidap penyakit kronis akut, akhirnya keduanya memutuskan setelah membereskan harta gono gini, kemudian berkeliling dunia dengan suasana gembira.

Hasilnya, setelah setahun kemudian mereka masih hidup, kemudian mereka memeriksa kembali di rumah sakit.

Diluar dugaan, tumor yang diidapnya sudah lenyap.

Sebab suasana hatinya sangat ceria ketika wisata! Jadi, tidak perlu ambil pusing dengan ancaman (vonis penyakit mematikan) dokter yang merawat Anda, celakalah Anda jika termakan dengan vonisnya.

Sejumlah penelitian mendapati, bahwa jika beberapa metabolisme tubuh berubah menjadi lebih baik, maka kanker juga akan lebih baik.

Dengan demikian, “fungsi metabolisme tubuh, fungsi kekebalan tubuh, fungsi detoksifikasi tubuh” inilah yang seharusnya diperkuat, dan ini dapat menghindari penyumbatan terhadap tubuh Anda, dan menghindari timbunan racun di tubuh.

Dalam beberapa kasus, ada yang sama sekali tidak tahu bahwa dirinya mengidap penyakit kanker, namun, bisa terus hidup normal dan bahagia sampai meninggal secara wajar, tidak pernah melakukan pemeriksaan di ruma sakit, sehingga terhindar dari ancaman dokter, (yang menakut-nakuti).

Sel kanker bukan faktor kesalahan terkait, hanya sistem di berbagai tubuh dan organ, akumulasi fisik dari sejumlah besar faktor penyebab penyakit kanker adalah faktor utamanya.

Masalah stres, depresi dan dampak emosional lainnya yang terjadi, inilah yang seharusnya segera diselesaikan.

Karena itu, pandangan yang menganggap sel kanker sebagai “elemen jahat” itu sangat tidak bijaksana.

Masalah yang sesungguhnya adalah apa yang terjadi dengan diri Anda, yang menyebabkan tubuh Anda mentolerir perkembangbiakan dan penyebaran kanker.

Salah satu diantaranya adalah makanan Anda semuanya berupa daging, ikan, susu, telur, dan efek sintetis dari berbagai faktor lainnya, yang menyebabkan karsinogenis tubuh secara keseluruh.

Dahulu kala, Jepang memiliki sepasang saudari kembar, mereka bernama Kinsan Ginsan Twins, mereka hidup bahagia hingga usia puncak manusia (di atas 100 tahun), mereka tidak menjalani medical chek up, sebab mereka langsung menolaknya.

Karena itu, anak-anak mereka yang berbakti, tidak akan meminta kedua nenek itu untuk ke ruang operasi hanya karena bujukan staf medis, jadi, bagaimana menurut Anda ?

Bagaimana cara mencegah kanker ? Menjaga mulut secara ketat (Tidak makan menurut nafsu keinginan).

Menyingkirkan kebiasaan buruk yang rentan terhadap kanker—- misalnya merokok, minuman keras, istirahat tidak teratur, tinggal di lingkungan polusi yang buruk dan sebagainya.

Cobalah mulai perhatikan tubuh Anda, perhatikan juga suasana hati Anda, ini sudah termasuk perawatan fisik dan mental, adalah kecerdasan di dunia sehat!

Jalinlah persahabatan baik dan ceria! Dengarkan musik-musik yang lembut ! Berlatih tersenyum di depan cermin.

Tersenyumlah dimana-pun anda berada, beri salam kepada tetangga atu orang-orang sekitar ! Jalan-jalan ke taman, dengarkan dan amati sejenak kearifan alam, nikmati hidup ini dengan ceria hingga tiba waktunya. (jhn/yant)

Sumber: ntd.tv

*Semoga bermanfaat. Selamat Sabat. Tuhan memberkati. Loran Napitupulu*

Leave a Reply