Kebahagiaan yang Sempurna

bah

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Kata “Bersukacitalah” akhir-akhir ini sering di salah mengerti oleh banyak orang. Sebenarnya arti ini sangatlah sederhana yang boleh kita gambarkan sebagai, to be happy, to have happiness, be filled with joy. Dalam bahasa Greek “Chairete,” atau pengertian inilah perintah untuk membagikan kebahagiaan dari Allah. Apapun kondisi kita, keadaan kita kebahagiaan yang datangnya dari Allah haruslah menjadi perintah bagi kita untuk kita bagikan kepada orang lain. Sekarang kita beralih kepada kata “Dalam Tuhan” menyatakan akan panggilan perhatian kita kepada quality yang tertinggi dan sempurna dari Allah kita, yang sudah mendisain suatu rencana yang mana kita dapat membagikan kebahagiaan Allah di sepanjang waktu. Dan kemudian kata “Senantiasa” dalam bahasa Greek, “pantote” mengartikan setiap saat. Bukan saja kita hanya dapat membahagikan akan kebahagiaan dari Allah di satu waktu saja, tetapi ini adalah suatu sifat yang secara terus menerus. Kita berpindah kepada kata selanjutnya: “Sekali lagi kukatakan” dalam bahasa Greek “ero” mengartikan komunikasi kepada berita atau doktrin yang sangat penting. Atau bisa juga diartikan “chairete” membagikan kebahagiaan dari Allah. Jadi dari pengertian ini dalam Filipi 4:4 diartikan dalam bahasa sehari-hari “Tetaplah memiliki kebahagiaan yang sempurna dalam arti dari Tuhan di dalam setiap saat. Sekali lagi saya mengulangi lagi akan perintah ini, tetaplah memiliki kebahagiaan yang sempurna.” Frase kata kebahagiaan yang sempurna sangatlah menarik disebabkan oleh beberapa, kita bisa dapatkan di dalam Alkitab. Sekali Allah memulaikan akan jamahan-Nya bagi seseorang yang dengan sungguh-sungguh mencari dia, Allah akan memberikan kepada umat percaya tersebut suatu kerinduan untuk mencari Dia lebih sempurna dan ingat, bagian dari kerinduan tersebut adalah pengalaman kebahagiaan dari Allah.
Ibrani 11:6, Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Yeremia 29:13, apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati. Jadi menjadi pertanyaan kepada kita apakah kita bisa mendapatkan kebahagiaan itu? tentu saja bisa! Ayat yang di atas sudah mengonfirmasikan, asalkan kita mencarinya secara sungguh-sungguh. Beberapa prinsip-prinsip yang akan menolong kita untuk mengerti akan kebahagiaan yang benar yang Allah berikan kepada kita.
1. Kebahagiaan yang sempurna atau kebahagiaan yang dari Allah bukanlah memiliki apa yang kita sukai, tetapi menerima apa yang kita miliki. Ini di buktikan didalam Alkitab, Filipi 4:11-13: Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
2. Kebahagiaan dari Allah tergantung dari kwalitas cara pemikiran-pemikiran kita. Itu sebabnya kita harus menjaga akan tipe-tipe pemikiran yang akan kita izinkan untuk masuk ke dalam diri kita. Rasul Paulus mengatakan kepada orang-orang Filipi, di dalam Filipi 4:8, Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
3. Hanya ada satu cara yang lain untuk menempuh kebahagiaan adalah menghilangkan akan kekuatiran kita akan hal-hal di luar dari pemikiran kita. Seseorang yang tidak bahagia adalah seseorang yang membiarkan dirinya digabungkan di dalam egois, cinta diri, dan perkara-perkara kegelapan.
4. Kita tidak akan pernah menyadari berapa banyaknya kebahagiaan yang Allah berikan di dalam diri kita setelah kita melewati beberapa masalah dan mendapati bahwa kebahagiaan kita ternyata tidak diambil dari kita.
1 Petrus 1:6-8, Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api—sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan.
Kiranya Roh Suci selalu menjadi bagian kita di dalam menempuh akan ajaran yang Tuhan berikan kepada kita demi memperoleh selalu dan bahkan membagikan akan kebahagiaan sejati bagi kita dan orang lain di dalam mempersiapkan akan kedatangan-Nya. Amin.

-TROY L. DEW

Leave a Reply