Kebangkitan Istimewa

September 30, 2013 - Ellen G. White

Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Daniel 12:2.

Allah memilih waktu tengah malam untuk membebaskan umatNya. Ketika orang-orang jahat mengolok-olok di sekitar mereka, tiba-tiba matahari muncul, bersinar dengan terangnya, dan bulan pun tetap berdiri….. Awan-awan tebal dan gelap datang dan saling bertubrukan. Tetapi ada satu tempat yang terang dengan kemuliaan, yang daripadanya muncul suara Allah bagaikan desau air bah, menggoncangkan langit dan bumi. Ada sebuah gempa bumi yang dahsyat. Kubur-kubur terbuka, dan mereka yang telah mati di dalam iman pada masa pekabaran malaikat ketiga, yang memelihara Sabat, bangkit dari peti-peti mati mereka yang berdebu, dimuliakan, untuk mendengarkan perjanjian damai yang telah dibuat Allah dengan mereka yang telah memelihara hukumNya. 281.1
Mereka yang tidur di dalam Yesus akan dipanggil dari rumah tawanan mereka…. kepada keabadian yang mulia…… Dia telah bangkit, wahai para sahabat, dan dalam kegundahanmu engkau boleh mengetahui….. bahwa Yesus ada di sisimu memberimu damai. 281.2
Saya tahu apa yang saya bicarakan ini. Saya telah melihat masa bilamana saya mengira bahwa gelombang-gelombang bermunculan di atas kepala saya; pada waktu itu saya merasa Juruselamat saya begitu berharga kepada saya. Ketika anak saya yang tertua diambil dari hidup saya saya merasa bahwa dukacita saya sangat berat, tetapi Yesus datang ke sisiku dan saya merasakan damaiNya di dalam jiwa saya. Cawan penghiburan ditaruh pada bibir saya. 281.3
Dan kemudian dia yang telah hidup bersama saya selama tigapuluh enam tahun…. diambil. Kami telah bekerja bersama di dalam pelayanan, tetapi kami harus melipat tangan pejuang ini dan membaringkannya untuk beristirahat dalam kubur yang hening. Kembali dukacita saya terlihat sangat berat, namun bagaimanapun juga telah muncul cawan penghiburan itu. Yesus berharga bagi saya. Dia berjalan di sisi saya…. dan Dia akan berjalan di sisimu. Ketika sahabat-sahabat kita dimakamkan mereka begitu indah bagi kita. Barangkali ayah atau ibu kita yang telah meninggal: ketika mereka bangkit maka semua kerutan mereka menghilang tetapi tubuh mereka tetap di sana dan kita mengenal mereka….. 281.4
Kita mau dipersiapkan untuk menemui para sahabat tersayang ini begitu mereka bangkit dalam kebangkitan pagi hari…. Akankah kita bersandar pada pengharapan yang ada pada kita dalam injil bahwa kita akan menjadi seperti Dia, karena kita akan melihat Dia sebagaimana adanya Dia ? 281.5

September 30 – The Special Resurrection
And many of them that sleep in the dust of the earth shall awake, some to everlasting life, and some to shame and everlasting contempt. Dan. 12:2.
It was at midnight that God chose to deliver His people. As the wicked were mocking around them, suddenly the sun appeared, shining in his strength, and the moon stood still. . . . Dark, heavy clouds came up and clashed against each other. But there was one clear place of settled glory, whence came the voice of God like many waters, shaking the heavens and the earth. There was a mighty earthquake. The graves were opened, and those who had died in faith under the third angel’s message, keeping the Sabbath, came forth from their dusty beds, glorified, to hear the covenant of peace that God was to make with those who had kept His law. 281.1
Those who sleep in Jesus will be called from their prison house . . . to a glorious immortality. . . . He has risen, dear friends, and in your despondency you may know . . . that Jesus is by your side to give you peace. 281.2
I know what I am talking about. I have seen the time when I thought the waves were going over my head; in that time I felt my Saviour precious to me. When my eldest son was taken from me I felt my grief was very great, but Jesus came to my side and I felt His peace in my soul. The cup of consolation was placed to my lips. 281.3
And then he who had stood by my side for thirty-six years . . . was taken. We had laboured together side by side in the ministry, but we had to fold the hands of the warrior and lay him down to rest in the silent grave. Again my grief seemed very great, but after all came the cup of consolation. Jesus is precious to me. He walked by my side . . . and He will walk by your side. When our friends go into the grave they are beautiful to us. It may be our father or mother that we lay away: when they come forth those wrinkles are all gone but the figure is there, and we know them. . . . 281.4
We want to be prepared to meet these dear friends as they come forth in the resurrection morning. . . . Shall we lay hold upon the hope set before us in the gospel that we shall be like Him, for we shall see Him as He is? 281.5

Leave a Reply