Kemenangan Orang-Orang Kudus Yang Tidur

October 18, 2013 - Ellen G. White

Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Yohanes 5:28, 29.

Sang Pemberi hidup itu akan memanggil milik tebusanNya dalam kebangkitan yang pertama, dan hingga jam penuh kemenangan itu, ketika nafiri yang terakhir akan berbunyi dan tentara yang besar akan datang maju pada kemenangan yang kekal, setiap orang kudus yang tertidur akan dilindungi dengan aman dan akan dijaga seperti perhiasan yang berharga, yang dikenal Allah berdasarkan nama-nama mereka. Oleh kuasa Sang Juruselamat yang bersemayam di dalam diri mereka ketika mereka hidup dan oleh karena mereka ikut ambil bagian dalam tabiat ilahi, maka mereka diangkat dari kematian. 300.1
“Waktunya sudah tiba,” kata Kristus, “di mana semua orang yang berada di dalam kubur akan mendengar suaranya, dan akan bangkit.” Suara itu harus digemakan di seluruh kediaman orang-orang mati; dan setiap orang kudus yang tidur dalam Yesus akan bangkit dan meninggalkan rumah penjaranya itu. Kemudian keutamaan tabiat yang kita telah terima dari kebenaran Kristus akan menggabungkan kita kepada kebesaran yang benar akan perintah yang mahatinggi. 300.2
Kemenangan orang-orang kudus yang tertidur akan menjadi kemuliaan pada pagi hari kebangkitan itu…… Sang Pemberi hidup itu akan memahkotai dengan keabadian semua orang yang bangkit dari kubur. 300.3
Berdirilah orang yang dibangkitkan itu di kuburnya. Pikirannya yang terakhir dulunya adalah kematian dan kepedihannya. Pikiran terakhir yang sebelumnya mereka miliki itu di dalam kubur dan makam, namun kini mereka menyerukan, “Wahai maut, di manakah sengatmu? Wahai kubur di manakah kemenanganmu?”……. Kini mereka berdiri dan sentuhan akhir keabadian ditaruh pada diri mereka dan mereka pun beranjak pergi untuk menemui Tuhan mereka di angkasa……. Ada rombongan malaikat mengiringi pada kedua sisi mereka;……. lalu paduan suara malaikat membunyikan not kemenangan dan rombongan malaikat itu menyanyikan lagu dan orang-orang tebusan tersebut pun bergabung seakan mereka telah menyanyikan lagu itu di bumi, dan memang mereka sudah pernah menyanyikannya. Oh, alangkah indahnya musik itu! Tak ada satupun bunyi not yang tidak harmonis. Setiap suara menyerukan, “Terpujilah Anak Domba yang telah dikorbankan.” Dia menyaksikan penderitaan jiwaNya, dan Dia pun merasa puas. 300.4

20 Oktober – Rahasia-Rahasia Kebangkitan
Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingpun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikanNya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu. Ayub 19:25-27.

Identitas pribadi kita adalah terpelihara dalam kebangkitan itu, meskipun bukan partikel-partikel yang sama dari unsur atau substansi material kita pada waktu dimasukkan ke dalam kubur. Pekerjaan-pekerjaan ajaib dari Allah adalah suatu rahasia bagi manusia. Roh, tabiat manusia, kembali kepada Allah, untuk dilindungi. Di dalam kebangkitan setiap orang akan mengalami tabiatnya sendiri. Allah dalam waktuNya sendiri akan memanggil orang-orang mati, memberikan kembali nafas kehidupan, dan menghidupkan kembali tulang-tulangnya yang kering. Bentuk yang sama akan datang lagi, tetapi ia itu akan bebas dari penyakit dan setiap noda. Ia itu hidup kembali dengan memperlihatkan masing-masing bagiannya yang sama, sehingga seorang sahabat akan mengenali sahabatnya. Namun tidak ada hukum Allah di alam ini yang menunjukkan bahwa Allah mengembalikan materi partikel yang identik sama yang menyusun struktur tubuh sebelum kematian. Allah akan memberikan kepada orang benar yang mati itu bentuk tubuhnya yang akan menyenangkannya. 301.1
Rasul Paulus menggambarkan pokok persoalan ini melalui biji-bijian gandum yang ditaburkan di tanah. Biji-bijian yang ditanam itu membusuk, tetapi darinya muncul sebuah biji yang baru. Substansi alamiah dalam biji yang membusuk itu tidak pernah tumbuh seperti sebelumnya, tetapi Allah memberinya sebuah tubuh sebagaimana dikehendakiNya. Sebuah material yang jauh lebih baik akan menyusun struktur tubuh manusia, sebab ia itu ciptaan baru, sebuah kelahiran baru. Ia itu ditaburkan sebagai tubuh alamiah, dibangkitkan sebagai tubuh rohaniah. (1 Korintus 15: 35-44). 301.2
Ia [orang beriman itu] bisa mati, sebagaimana Kristus telah mati, namun kehidupan Sang Juruselamat itu ada di dalam dirinya. Hidupnya dilindungi bersama Kristus di dalam Allah. “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,” kata Yesus, “dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10). Dia meneruskan sebuah proses besar yang dengannya orang-orang beriman dipersatukan denganNya dalam hidup saat ini, untuk menjadi satu dengan Dia dalam seluruh keabadian…….. 301.3
Pada hari terakhir itu Dia akan membangkitkan mereka sebagai bagian dari diriNya sendiri…… Kristus telah menjadi satu dengan kita agar kita menjadi satu dengan Dia dalam keilahian. 301.4

October 19 – Victory of the Sleeping Saints
Marvel not at this: for the hour is coming, in the which all that are in the graves shall hear his voice, and shall come forth; they that have done good, unto the resurrection of life; and they that have done evil, unto the resurrection of damnation John 5:28, 29.
The Life-giver will call up His purchased possession in the first resurrection, and until that triumphant hour, when the last trump shall sound and the vast army shall come forth to eternal victory, every sleeping saint will be kept in safety and will be guarded as a precious jewel, who is known to God by name. By the power of the Saviour that dwelt in them while living and because they were partakers of the divine nature, they are brought forth from the dead. 300.1
“The hour is coming,” Christ said, “in the which all that are in the graves shall hear his voice, and shall come forth.” That voice is to resound through all the habitations of the dead; and every saint who sleeps in Jesus will awake and leave his prisonhouse. Then the virtue of character we have received from Christ’s righteousness will ally us to true greatness of the highest order. 300.2
The victory of the sleeping saints will be glorious on the morning of the resurrection. . . . The Life-giver will crown with immortality all who come forth from the grave. 300.3
There stands the risen host. The last thought was of death and its pangs. The last thoughts they had were of the grave and the tomb, but now they proclaim, “O death, where is thy sting? O grave, where is thy victory?” . . . Here they stand and the finishing touch of immortality is put upon them and they go up to meet their Lord in the air. . . . There are the columns of angels on either side; . . . then the angelic choir strike the note of victory and the angels in the two columns take up the song and the redeemed host join as though they had been singing the song on the earth, and they have been. Oh, what music! There is not an inharmonious note. Every voice proclaims, “Worthy is the Lamb that was slain.” He sees the travail of His soul, and is satisfied. 300.4

October 20 – Mysteries of the Resurrection
For I know that my redeemer liveth, and that he shall stand at the latter day upon the earth: and though after my skin worms destroy this body, yet in my flesh shall I see God: whom I shall see for myself, and mine eyes shall behold, and not another; though my reins be consumed within me. Job 19:25-27.
Our personal identity is preserved in the resurrection, though not the same particles of matter or material substance as went into the grave. The wondrous works of God are a mystery to man. The spirit, the character of man, is returned to God, there to be preserved. In the resurrection every man will have his own character. God in His own time will call forth the dead, giving again the breath of life, and bidding the dry bones live. The same form will come forth, but it will be free from disease and every defect. It lives again bearing the same individuality of features, so that friend will recognize friend. There is no law of God in nature which shows that God gives back the same identical particles of matter which composed the body before death. God shall give the righteous dead a body that will please Him. 301.1
Paul illustrates this subject by the kernel of grain sown in the field. The planted kernel decays, but there comes forth a new kernel. The natural substance in the grain that decays is never raised as before, but God giveth it a body as it hath pleased Him. A much finer material will compose the human body, for it is a new creation, a new birth. It is sown a natural body, it is raised a spiritual body. 301.2
He [the believer] may die, as Christ died, but the life of the Saviour is in him. His life is hid with Christ in God. “I am come that they might have life,” Jesus said, “and that they might have it more abundantly.” He carries on the great process by which believers are made one with Him in this present life, to be one with Him throughout all eternity. . . . 301.3
At the last day He will raise them as a part of Himself. . . . Christ became one with us in order that we might become one with Him in divinity. 301.4

Leave a Reply