Kepada Siapa Aku Percaya

Slmt pagi all, setelah beberapa minggu ini kita membicarakan tentang sosok Paulus & tulisan2nya, membuat kita terkagum2 akan sosok pribadi Paulus, bagaimana perubahan hidup yg dialaminya & bagaimana penderitaan yg harus dialaminya demi mempertahankan imannya. “Kunci” atau “dasar” atau “rahasia” dari sikap & keyakinan Paulus atas iman yg dia miliki ini, dituliskannya dlm suratnya kpd “penginjil muda” Timotius, seakan2 ia ingin menyampaikan spy Timotius juga harus meyakini pada apa yang diyakininya. 2 Tim 1:12, “aku menderita tapi aku tdk malu krn AKU TAHU KEPADA SIAPA AKU PERCAYA.” “Kpd siapa kita percayai” itu akan mempengaruhi perasaan & sikap kita. Seorang bayi akan berhenti menangis & menjadi tenang ketika dia ada di “tangan” ibunya. Seorang sakit akan merasa lebih tenang ketika dia tahu telah “ditangani” oleh dokter yg dikenalnya dgn baik & dpt dipercaya. Seorang direktur perusahan akan merasa tenang jika masalah perusahaannya telah dbantu oleh “konsultan” bisnis & keuangan yg dia tahu handal dibidangnya, seorang penumpang kapal akan merasa “aman” ditengah badai yg besar jika ia tahu bahwa kapal itu sedang dikendalikan oleh kapten kapal yg berpengalaman & mempunyai reputasi hebat. Keyakinan selalu timbul atas “siapa yg dipercayai”. Abraham yakin melangkahkan kaki menuju bukit Moria utk mempersembahkan Ishak anaknya, krn dia percaya “siapa yg menyuruhnya”. 3 pemuda Ibrani, berani menantang maut dlm dapur api yg menyala2 itu karena mereka percaya akan kuasa Allah yg akan melindungi mrk. Ayub tetap tabah dlm masa sukar yg dialaminya dgn kata2 meyakinkan (Ayub 19:25), “tetapi AKU TAHU, PENEBUSKU HIDUP.” Musa berani akhirnya memimpin org Israel setelah dia diyakinkan sendiri oleh Allah utk percaya akan kuasa & mujizatNya melalui perkenalanNya dgn kata2, “Aku adalah Aku”. Percaya kpd The Great I’AM”, percaya kpd Dia yg berkata Akulah Jalan, kebenaran & hidup, Akulah gembala yg baik, Akulah terang, Akulah roti hidup, Akulah kebangkitan & hidup, Akulah pintu. Kata2 Paulus hari ini, “krn aku tahu KEPADA SIAPA AKU PERCAYA” bukan sebuah keyakinan sembarang atau sekedar basa-basi saja, tidak! Itu menyangkut iman yg besar kepada sosok yg MAHA LUAR BIASA “the Great I’Am”. Hari ini, keyakinan kita bisa spt Paulus jika kita menaruh semua persoalan & kepercayaan kita kpd sosok yg sama, yakni Yesus Kristus. Apapun yg terjadi, itu bukan sebuah masalah yg berarti bagi kita, jika kita percaya bahwa semuanya sudah diletakan ke dalam tanganNya. Gbu All, slmt pagi 🙂

Leave a Reply