Kesempurnaan dalam Lingkungan Manusia

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. Matius 5:48.

Juruselamat kita memahami segala hal tentang tabiat manusia, dan Dia berkata kepada setiap manusia,”Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Sebagaimana Allah sempurna dalam ruang lingkupNya, maka begitu pula manusia harus sempurna dalam lingkungannya. Mereka yang menerima Kristus adalah terhitung di antara orang-orang yang kepadanya pengharapan penuh disampaikan. “Sebanyak yang menerima Dia, kepada mereka Dia memberikan kekuatan untuk menjadi anak-anak Allah, bahkan kepada mereka yang percaya di dalam namaNya.” Kata-kata ini menyatakan kepada kita bahwa diri kita harus berisikan karakter yang terbaik dan tertinggi, sebuah karakter yang dibentuk setelah terwujudnya kesamaan ilahi. Bilamana karakter yang demikian dimiliki, maka hidup, iman, dan kemurnian agama menjadi contoh yang mengandung pelajaran bagi orang lain. 227.1
Tetapi orang-orang yang menunggu untuk melihat perubahan magis dalam karakter mereka tanpa menjalankan usaha untuk mengalahkan dosa, akan kecewa. Kita tak punya alasan untuk takut sementara menatap Yesus, tak ada alasan untuk ragu melainkan percaya bahwa Dia dapat menyelamatkan sepenuhnya semua orang yang datang kepadaNya; tetapi kita boleh tetap takut kalau tabiat kita yang lama akan kembali merajalela, sehingga musuh itu akan memikirkan perangkap dimana kita akan kembali menjadi tawanannya. Kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar, sebab adalah Allah yang bekerja di dalam dirimu untuk menghendaki dan melakukan kesenangan baikNya. Dengan kekuatan kita yang terbatas kita dapat suci dalam ruang lingkup kita sebagaimana Allah adalah suci dalam ruang lingkupNya. Pada tingkatan kemampuan kita, kita harus membuat manifestasi kebenaran dan kasih serta keunggulan karakter ilahi. Sebagaimana lilin mendapat tanda cetakan dari meterai, demikian pula jiwa memperoleh cetakan dari Roh Allah dan memegang teguh gambaran Kristus. 227.2
Kita harus tumbuh setiap hari di dalam cinta kasih rohani. Kita akan seringkali gagal dalam usaha-usaha kita untuk meniru pola ilahi. Kita akan seringkali harus membungkuk menangis di kaki Yesus karena cacat-cacat dan kesalahan-kesalahan kita; tetapi kita tidak harus patah semangat; kita harus berdoa dengan lebih bersemangat, percaya lebih penuh, dan mencoba lagi dengan ketabahan yang lebih besar untuk bertumbuh semakin serupa dengan Tuhan kita. Begitu kita tidak mempercayai kekuatan kita sendiri, maka kita akan mempercayai kuasa Penebus kita, dan menyampaikan pujian kepada Allah, yang merupakan kesehatan dari wajah kita dan Allah kita. 227.3

8 Agustus – Terhormat di dalam Maksud dan Tindakan
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Efesus 4:32.

Prinsip, kebenaran, dan kejujuran hendaknya dijunjung tinggi. Kejujuran tidak akan berdiam di mana kebijakan ditutupi. Mereka tidak akan saling sepakat; satu dari Baal dan yang satunya lagi dari Allah. Tuhan menuntut hamba-hambaNya untuk terhormat di dalam maksud dan tindakan….. Orang-orang yang memilih kejujuran sebagai sahabatnya akan mengenakannya di dalam segala tindak-tanduk mereka. Bagi kebanyakan orang, mereka ini tidak menyenangkan, namun bagi Allah mereka indah. 228.1
Setan sedang bekerja membanggakan dirinya di mana-mana. Dia memecah-belah orang-orang yang paling bersahabat sekalipun. Ada orang-orang yang selalu membicarakan dan menggosipkan serta mengemukakan kesaksian palsu, yang menebarkan benih-benih pertentangan dan menimbulkan perselisihan. Surga memandang kelompok orang-orang semacam ini sebagai budak-budak yang paling efisien milik Setan. Tetapi orang yang terluka berada dalam posisi yang lebih sedikit bahayanya daripada ketika ia menjilat dan memuji sedikit usahanya yang kelihatannya berhasil. Pujian dari teman-teman yang palsu jauh lebih berbahaya daripada celaan. 228.2
Setiap orang yang memuji diri sendiri menyapu kilauan dari usahanya yang terbaik. Sebuah karakter yang sungguh-sungguh luhur tidak akan membungkuk jengkel pada tuduhan-tuduhan palsu yang berasal dari para musuh; setiap kata yang diucapkannya keluar tanpa melukai, sebab setiap kata itu memperkuat karakter yang tak dapat ia jatuhkan. Tuhan menghendaki umatNya untuk bersatu erat denganNya, Allah yang penuh kesabaran dan kasih. Semua orang hendaknya memanifestasikan dalam hidupnya kasih Kristus. Janganlah ada seorangpun yang berani meremehkan reputasi atau posisi orang lain; ini egoisme…. 228.3
Jangan pernah berbicara merendahkan siapapun, sebab dia mungkin besar dalam pandangan Allah, sementara mereka yang merasa dirinya hebat mungkin dipandang ringan oleh Allah karena hati mereka yang suka menantang. Keselamatan kita satu-satunya hanyalah sujud merendah di kaki salib, menjadi kecil di mata kita sendiri, dan percaya di dalam Allah; karena Dia sendirilah memiliki kuasa untuk membuat kita besar….. 228.4
Penghakiman dan kemampuan atas segala hal tidaklah dibutuhkan. Setiap pekerjaan orang adalah berasal dari kepentingan yang cukup untuk dituntut bahwa ia itu harus dijalankan dengan kepedulian dan kesetiaan. Satu orang tak dapat melakukan semua pekerjaan. Setiap orang mempunyai tempat yang terhormat dan pekerjaan yang khusus, dan setiap orang hendaknya menyadari bahwa caranya bekerja haruslah tahan uji akan penghakiman. 228.5

August 7 – Perfection in the Human Sphere
Be ye therefore perfect, even as your Father which is in heaven is perfect. Matt. 5:48.
Our Saviour understood all about human nature, and He says to every human being. “Be ye therefore perfect, even as your Father which is in heaven is perfect.” As God is perfect in His sphere, so man is to be perfect in his sphere. Those who receive Christ are among the number to whom the words so full of hope are spoken. “As many as received him, to them gave he power to become the sons of God, even to them that believe on his name.” These words declare to us that we should be content with nothing less than the best and highest character, a character formed after the divine similitude. When such a character is possessed, the life, the faith, the purity of the religion, is an instructive example to others. 227.1
But those who are waiting to behold a magical change in their characters without determined effort on their part to overcome sin, will be disappointed. We have no reason to fear while looking to Jesus, no reason to doubt but that He is able to save to the uttermost all that come unto Him; but we may constantly fear lest our old nature will again obtain the supremacy, that the enemy shall devise some snare whereby we shall again become his captives. We are to work out our own salvation with fear and trembling, for it is God that worketh in you to will and to do of His good pleasure. With our limited powers we are to be as holy in our sphere as God is holy in His sphere. To the extent of our ability, we are to make manifest the truth and love and excellence of the divine character. As wax takes the impression of the seal, so the soul is to take the impression of the Spirit of God and retain the image of Christ. 227.2
We are to grow daily in spiritual loveliness. We shall fail often in our efforts to copy the divine pattern. We shall often have to bow down to weep at the feet of Jesus, because of our shortcomings and mistakes; but we are not to be discouraged; we are to pray more fervently, believe more fully, and try again with more steadfastness to grow into the likeness of our Lord. As we distrust our own power, we shall trust the power of our Redeemer, and render praise to God, who is the health of our countenance, and our God. 227.3

Leave a Reply