Ketika Sungai Efrat Menjadi Kering

 

Mari kita baca Wahyu 16:2 “Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur”. Pasti Saudara bingung, kenapa ada ayat dengan istilah-istilah sungai Efrat, raja-raja dari Timur, muncul di buku Wahyu? Apakah Sungai Efrat yang berasal dari Turki, mengalir melalui Syria dan bermuara di Irak akan menjadi kering, seperti yang diartikan oleh kebanyakan pembicara Televisi di AS? (Apalagi sekarang Turki sedang menggali saluran besar untuk mengalihkan sungai ini). Siapakah raja-raja dari Timur ini? Apakah arti dari ayat ini? Mari kita selidiki.

Kalau Saudara baca Daniel Pasal 5, kisah yang sangat menarik dimana Kerajaan Babilon yang besar dan megah itupun ditaklukkan. Siapakah yang mengalahkan kerajaan Babilon? Benar, tentara Persia yang dipimpin oleh Panglima Koresh. Dari Perjanjian Lama kita tau bahwa sungai Efrat membelah kota Babilon. Kota Babilon dikelilingi oleh tembok, diatas sungai Efrat yang membelah kota itu, dibangun gerbang besi yang ujung-ujungnya menancap hingga ke dasar sungai. Tentara Persia berhasil masuk melalui gerbang tersebut, oleh karena besi gerbang tersebut lupa diturunkan oleh para pengawal Raja Belsyasar hingga ke dasar sungai. Setelah terlebih dahulu mengalihkan aliran sungai dan menunggu hingga permukaan air cukup rendah, tentara Persiapun merayap masuk dan membunuh Raja Belsyasar kemudian menguasai Babilon. Sangat menarik untuk dipelajari bahwa kesuksesan panglima Koresh disini, telah jauh jauh hari dinubuatkan (681 BC). Coba saudara baca Yesaya 45:1 “Beginilah firman TUHAN: ”Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup” Bukan itu saja, melalui Raja Kores inilah nubuatan nabi Yesaya tentang pembangunan kembali Kaabah Allah di Yerusalem digenapi. Kita tau, Yerusalem dihancurkan oleh Nebukadnezar pada tahun 586 BC. Bangsa Israelpun ditawan selama 70 tahun di Babilon. Koresh baru muncul pada tahun 540 BC, dikemudian hari menaklukan Babilon dan memerintahkan bangsa Israel untuk pulang ke Yerusalem demi untuk membangun Kaabah. Yesaya 44:28 “Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! dan tentang Bait Suci: Baiklah diletakkan dasarnya!” Ezra 1: 1 “Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini”. Bukti tentang Raja Kores ini, bisa dilihat di Museum London, Inggris yang tertulis pada sebuah tabung yang dinamakan sebagai Cyrus Cylinder.

Memang nubuatan buku Wahyu, sarat dengan bahasa lambang. Nubuatan banyak menggunakan nama, sejarah, benda, tempat, dll yang ada pada zaman dahulu. Kalau Saudara buka Wahyu 17:15 “Lalu ia berkata kepadaku: ”Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa” Jadi jelas air pada Wahyu 16:2 adalah Bangsa, Rakyat, Kaum dan Bahasa. Kalau Saudara baca Wahyu 17: 4,5 wanita pelacur pada Wahyu 17:15 diatas adalah Babel Besar, yang penuh dengan penyesatan, penipuan dan percabulan; identik dengan Kota Babilon yang duduk diatas sungai Efrat di zaman Nebukadnezar. Jadi Sungai Efrat pada Wahyu 16:2 mengacu kepada, bangsa, kaum, bahasa, rakyat yang menyokong penipuan, penyesatan Wanita Pelacur tersebut atau Babel Besar atau Babel modern dalam konteks rohani. Jadi, Wahyu 16:2 bukan berbicara tentang sungai Efrat literal melainkan hanyalah lambang. Mari kita teruskan. Malaikat keenam berarti oknum yang bersumber dari Sorga/Allah. Cawan disini adalah murka. Jadi arti keseluruhannya adalah murka Allah akan menimpa Bangsa, Kaum, Bahasa diseluruh dunia yang menyokong penyesatan, penipuan dan percabulan rohani si wanita pelacur itu atau Babel Modern hingga air atau bangsa-bangsa ini menjadi kering/binasa. Bagaimana dengan arti “menyiapkan jalan bagi raja-raja dari Timur”? Ini bukan Bangsa China atau Rusia seperti yang diartikan oleh pembicara-pembicara terkenal dan populer saat ini. Coba kita baca Matius 24:27 “Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia”. Jadi “Timur” identik dengan arah kedatangan Yesus Kristus (Sama seperti Koresh yang dikatakan berasal dari Timur, yang juga disebut Allah sebagai “gembala-Ku” yang berarti Kores adalah tipe Kristus). Jadi raja dari Timur berarti Tentara Sorga dipimpin oleh Panglimanya yaitu Yesus Kristus, akan datang dari sebelah Timur, menimpakan murka-Nya kepada penyesat dan penipu rohani atau Babel Modern yang kemudian membebaskan Israel Rohani yaitu umat-umat Allah. Jadi kalau dulu, Yesus Kristus telah membebaskan Bangsa Israel melalui Raja Kores dari tawanan Kerajaan Babilon (sudah dinubuatkan jauh jauh hari), Yesus Kristus yang sama juga akan membebaskan Israel rohani (umat-umat Allah akhir zaman) dari tawanan Babilon Modern (sumber dan penyokong penyesatan, penipuan dan percabulan rohani). Kiranya kita bisa menjadi bagian dari Israel Rohani, siap bagi kedatangan Panglima dari sebelah timur, yaitu Yesus Kristus untuk melepaskan kita dari tawanan Setan.

Leave a Reply