KISAH LUCU DITENGAH MINGGU

January 16, 2014 - Sammy Lee

=x=x=x=x=x=x=x=x=x=x=x=x=x=x=
Hari ari Minggu lalu, aku pulang dari Melbourne mengendarai mobil yang dikemudi isteriku.
Perjalanan merengut waktu 10 jam lebih, untuk jarak sekitar 950 itu. Karena ngebut mau tiba sebelum gelap, aku kurangi minum dan hanya makan biskuit2, anggur, cherries, dan pisang, juga roti satu dua potong. Hari sangat panas sampai 37 derajad Celcius rata-rata dalam perjalanan itu. Sampai di rumah jam 6 lewat. Tak terasa karena panas dan kurang minum, serta hanya makan makanan yang kurang sayuran yang berserat, keesokan paginya aku tidak bisa ke kamar belakang dengan normal. Hari Selasa masih tidak normal tapi pada sangkaku itu tidak terlalu berbahaya sebab baru 24 jam. Dasar S.H. , salah hitung, padahal itu berarti sudah 48 jam sonder ke WC. Sore hari Selasa itu aku mules, dan coba berapa kali mengosongkan perut tanpa berhasil. Aku telepon isteriku di clinicnya. Dia anjurkan minum dua gelas air hangat dan coba lagi. Nasehat dokter aku turuti, tapi dasar dia hanya spesialis penyakit kandungan dan bedah kandungan, dan bukan dokter spesialis penyakit manula yang yakin apa yang masuk kedalam perut pasti keluar kedalam jamban, seperti banyak orang sering berikan dalih mengenai makan makanan yang haram. Racun pun kata mereka akan tidak mempan asal diterima dengan iman dan didoakan. Hehehe.
Padahal yang kumakan semuanya halal, kosher, bahkan vegan, kok ngak bisa ku buang kejamban. Ala mak! Ketika isteriku pulang ke rumah aku sudah 6 kali duduk di kluset coba menguras isi perutku. Dia tanya sudah kulakukan apa yang dia suruhkan? Aku jawab sudah. Dia suruh aku coba lagi minum satu gelas air dan duduk di kluset lagi. Itu sudah jam 10 malam. Aku lakukan lagi, tapi nihil hasilnya, malah tombol arbeien ku jadi nongol. . Dia anjurkan aku masukkan suppositories 2 biji yang bentuknya seperti pelor pestol dan terbuat dari agar-agar capsulnya dan mengandung obat pelumas untuk ambeien atau tombol nongol. Aku coba sampai menjerit-jerit kesakitan tapi tidak berhasil. Dia bilang harus sampai berhasil, dan menolong aku menjebloskannya. Tidak berhasil lagi. Malah bukan hanya barang padat, air kencing pun ngak bisa keluar karena rupanya kesakitan yang kuderita dan kejepit sampah padat dalam lambung usus besarku maka saluran kencing pun jadi terjepit dan terasa kram.

Akhirnya tengah malam dia suruh aku mandi berdiri di bawah siraman air hangat dan coba usahakan untuk kencing dan kalau boleh gosok tombol dengan sabun untuk mengurangi sakit dan juga mengusahakan keluarnya sampah padat yang mangpet di got tubuhku. Wah aku benar-benar menderita. Aku minta dia bawa aku ke rumah sakit dan dirawat saja disana. Dia bawa aku ke rumah sakit swasta dimana dia berpraktek, yaitu Rumah Sakit Swasta Liverpool. Aku diterima di sebuah kamar dan disuruh tidur. Diperiksa tekanan darah dan suhu badan. Kemudian datang seorang perawat lain yang membawa alat semacam suntikan yang jauh lebih besar dari biasanya. Aku sudah pasrah, karena sakit kebangetan. Dia masukkan alat itu ke lobang got di bokong aku. Sesudah itu dia bilang, tahan untuk beberapa menit, selama mungkin yang anda sanggup tahan sebelum ke WC, ya! Aku bilang iya. Lalu dia tinggalkan aku keluar kamar.

Wah belum satu menit aku rasa seperti terjadi banjir bandang bercampur tsunami dalam perutku, segera aku meluncur turun dari ranjang dan menyerbu masuk ke WC, langsung duduk di kluset. Wow, begitu aku duduk terjadilah ledakan hebat muncrat dalam berapa detik saja kosong lambung usus besar ku dan juga saluran air yang didepan ikut muncrat. Aku menjadi lega sekali dan malah merasa nikmat bahagia lenyap kesengsaraanku. Begitu selesai aku bersihkan bokong dan pake celana, pintu WC diketuk perawat tadi. Dia tanya “Bagaimana, sudah berhasil?” Aku buka pintu dan suruh dia lihat sendiri. Dia melihat isi kluset yang belum kukosongkan itu, dan bertempuk tangan gembira, “Wonderful!” teriaknya.

Tiba2 aku teringat ayat yang selalu dikutip orang yang mau membela diri tentang makanan halal dan haram, bahwa apa yang dimasukkan kedalam perut itu tidak menajiskan seseorang tapi apa yang keluar dalam hati, pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan , itulah yang sebenarnya menajiskan seseorang. Apakah betul dalih itu? Tunggu dulu, Sis, atau Bro. Yesus dalam ayat itu bukan bicara mengenai makanan halal atau haram. Dia sedang menjawab kritikan orang2 Farisi mengenai kebiasaan mereka untuk menguduskan diri sebelum makan, atau melakukan upacara di Bait Suci, atau berdoa di rumah sembahyang. Bahkan seorang yang membacakan Alkitab harus pake kerudung atau penutup kepala. Ini adalah tradisi orang Yahudi dan imam-imam.

Murid2 Yesus dan Yesus sendiri rupanya sudah tidak menuruti tradisi itu sehingga ditegur oleh orang2 Farisi. Sebab itulah Yesus menjawab bahwa bukan barang yang masuk kedalam melalui mulut yang menajiskan seseorang, melainkan yang keluar dari dalam hati! Nah, ini sering kali tidak diperhatikan oleh orang yang membaca ayat ini. Padahal Yesus bukan memaksudkan mengenai makanan haram dan halal. Makanan yang diharamkan Yesus, Babi , Tikus, Anjing dan segala jenis binatang yang termasuk Dinas Kebersihan Dunia ini dari sampah, najis dan bangkai sesudah Yesus disalibkan pun tetap najis tidak berubah atau mengalami pengudusan atau pun penebusan.

Yang Yesus maksudkan adalah, upacara tradisi cuci tangan, basuh muka, dan lain2 percuma mereka lakukan, padahal pada saat yang sama ketika mereka mengeritik murid2 Yesus tidak membasuh tangan mereka sebelum makan, ingat sampai mereka mati murid2 Yesus tidak menganggap babi dan tikus, dan segala jenis binatang golongan pembersih sampah itu, sudah menjadi halal! Pada saat mereka mengiritik murid2 Yesus tidak membasuh tangan sesuai tradisi seperti juga sepupu2 kita yang harus berwudhu, orang2 Farisi itu sedang merencanakan pembunuhan Yesus dan juga mencari jalan menjebak Yesus dengan menyergap seorang pelacur yang mereka kerjain dan tangkap basah disaksikan mereka untuk dibawa kehadapan Yesus. Bukankah mereka itu lebih najis jauh makan tidak membasuh tangan. Hati mereka dipenuhi kekejian dan kenajisan yang tidak bisa dibuang ke lobang jamban, karena bukan yang masuk kedalam perut, tapi kenajisan yang keluar dari dalam hati atau pikiran mereka! Beda salurannya, Boss! Tapi kalau anda merasa puas ayat dalam Yesaya 66:17 ini adalah hanya khusus orang Yahudi saja. Silahkan tenangkan hati anda. Mungkin saja perintahnya itu sudah dirubah karena Dia sudah berubah sifat-Nya. Asal nanti jangan menyesal kalau mendapat teguran seperti yang dikatakannya dalam Matius 7:21-23. Dan juga pasal 66 dari Yesaya itu berakhir pada ayat 22-24! Pagi ini aku sudah bahagia bisa makan normal biar di rumah sakit, dan bukan rumah sendiri. Nasihatku, jaga makanan dan minuman anda, makan dan minum yang baik dan sekucupnya. Tuhan Yesus memberkati. Hasta la vista.

Leave a Reply