Kisah Taplak Meja (Things happen for a reason)

July 25, 2017 - kesaksian

(Luangkan 1 menit waktu mu tuk baca kisah mengharukan ini)

Seorang pendeta diberi tugas buka gereja di pinggir kota Brooklyn. Mereka renovasi gereja dr kursi, lukisan & plesteran dinding. Namun turun hujan badai slm 2 hari hingga plesteran dinding depan roboh tepat blkg mimbar. Pendeta dg sedih bersihkan runtuhan kotoran di lantai & sempat berpikir menunda kebaktian natal yg direncanakan nya.

Perjalanan pulang, pendeta melihat ada pasar murah utk amal. Dia lihat2 & menemukan taplak meja indah buatan tangan warna gading & sgt halus. Gambar salib tepat di tengah bordiran. Ukuran taplak pas dg lubang plesteran yg ambrol. Pendeta sgr beli & kembali ke gereja.

Salju mulai turun.. Pendeta melihat seorg wanita tua mengejar bus tp ketinggalan, jd ia mengundang si wanita menunggu di gereja sambil hangatkan badan krn bus berikut baru dtg 45 menit kmdn.

Wanita tua duduk di kursi. Pendeta sibuk memasang taplak menutupi lubang dinding gereja. Ternyata benar taplak meja td menutupi lubang dg sangat indah & pas.

Wanita tua melihat seksama taplak itu lalu tanpa ekspresi bertanya: “Di mana anda dapatkan taplak meja itu?” Pendeta lalu cerita. Wanita tua itu minta pendeta mencek apakah sudut kanan taplak ada inisial EBG. Dan ternyata ada. Wanita itu kaget karna sdh 35 thn yg lalu di Austria taplak itu ia buat.

Wanita itu lalu cerita, sblm perang ia dan suami nya adalah keluarga berada dan bahagia di Austria. Saat NAZI berkuasa ia terpaksa migrasi. Suami nya akan menyusul minggu dpn nya, namun suami nya tertangkap, dikirim ke penjara & wanita tua itu tak pernah lagi melihat suami nya.

Pendeta ingin mengembalikan taplak tersebut namun si wanita tua blg lbh baik utk gereja saja. Pendeta lalu memaksa mengantar wanita tua itu karna hy itu yg bs ia lakukan. Wanita itu tinggal di Staten Island.

Acara malam natal tiba dan berjalan sangat indah. Akhir acara pendeta menyalami semua org dan byk yg senang dg pelayanan mrk dan blg akan kembali lg. Namun ada seorang pria tua msh duduk di bangku gereja dg pandangan kosong. Pendeta tanya mengapa ia tidak pulang.

Pria tua itu bertanya dr mana pendeta mendapatkan taplak meja yg menutup dinding depan gereja krn pria tua itu mrs taplak itu sgt identik dg salah satu taplak yg pernah dibuat istrinya bertahun2 yl saat mrk tgl di Austria. Lalu bercerita istri & ia terpisah krn ia tertangkap NAZI & dipenjara. Sejak saat itu ia tak pernah lagi melihat istri ataupun rumah nya.

Pendeta itu lalu bertanya apakah si pria tua bersedia diajak ke Staten island. Lalu pergilah mrk ke tempat wanita tua yg diantar si pendeta 3 hr sblm nya. Dia bantu si pria tua menaiki 3 lantai apartemen wanita tua itu, mengetuk pintu & tahun itu ia melihat reuni natal terindah yg tak pernah ia bayangkan..

Kisah nyata dari Pendeta Rob Reid
Disadur dari Buku : The Table Cloth*
Tuhan bekerja dg cara yg misterius.. God bless u all..

Leave a Reply