Kita Adalah Milik Keluarga Kerajaan

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. 1 Yohanes 3:2.

Dapatkah promosi duniawi memberikan kehormatan yang sama dengan perkara ini—menjadi anak-anak Allah, anak-anak dari Raja surga itu, para anggota dari keluarga kerajaan?…… Keluhuran dunia ini adalah manusia; mereka meninggal dan kembali ke debu, dan tidak ada lagi kepuasan yang abadi dalam pujian dan kehormatan mereka. Tetapi kehormatan yang datang dari Allah adalah kekal. Untuk menjadi pewaris-pewaris Allah dan mewarisi bersama Kristus, haruslah menjadi orang-orang yang berhak pada kekayaan-kekayaan yang tidak dapat dicari itu—harta kekayaan yang nilainya sebanding dengan emas dan permata, permata-permata dan batu-batu berharga dari bumi ini, tenggelam menjadi tidak penting. 349.1
Untuk memiliki persekutuan dengan Bapa dan AnakNya Yesus Kristus haruslah diluhurkan dan ditinggikan, dan dibuat menjadi seorang yang ikut serta akan kegembiraan yang tak terucapkan dan penuh dengan kemuliaan. Makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kekayaan bisa saja memiliki nilai; tetapi untuk memiliki sebuah hubungan dengan Allah dan menjadi seorang peserta dari tabiat ilahiNya adalah harga yang tiada ternilai. Hidup kita haruslah tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah; dan meskipun “belum kelihatan menjadi apa kita kelak”, “bilamana Kristus, yang adalah hidup kita, akan tampak,” “kita akan menjadi seperti Dia; sebab kita akan melihat Dia sebagaimana adanya.” Keluhuran bangsawan dari tabiat Kristen akan bersinar seperti matahari, dan sinar-sinar terang dari wajah Kristus akan dipantulkan atas mereka yang telah memurnikan diri mereka sendiri bahkan seperti Dia adalah murni. Hak istimewa menjadi anak-anak Allah dibeli dengan murah, bahkan atas pengorbanan segala yang kita miliki, menjadi kehidupan itu sendiri. 349.2
Ketika Yohanes dalam keadaannya yang fana menyaksikan kemuliaan Allah, ia jatuh seperti orang mati; ia tidak mampu bertahan pada penglihatan itu. Namun ketika anak-anak Allah akan mengenakan keabadian itu, mereka akan “melihat Dia sebagaimana adanya.” Mereka akan berdiri di hadapan takhta itu, diterima di dalam Yang Terkasih. Semua dosa mereka telah disingkirkan, semua pelanggaran mereka dijauhkan. Sekarang mereka bisa melihat kemuliaan yang tidak akan redup dari takhta Allah itu. Mereka telah menjadi pengambil bagian bersama Kristus dalam penderitaanNya, mereka telah menjadi pekerja bersama Dia dalam rencana penebusan, dan mereka adalah orang-orang yang ikutserta bersama Dia dalam sukacita yang akan menyaksikan jiwa-jiwa diselamatkan dalam kerajaan Allah, di sana mereka memuji Allah selama-lamanya. 349.3

8 Desember – Pekerjaan Yang Memuaskan
“Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.” Yoh. 5:17.

Surga adalah sebuah tempat aktivitas yang menarik; meskipun demikian kepada mereka yang letih dan berbeban berat, kepada mereka yang telah memperjuangkan pertempuran yang baik akan iman, ia itu akan menjadi sebuah perhentian yang mulia; sebab kemudaan dan kekuatan dari keabadian akan menjadi milik mereka, dan terhadap dosa dan Setan mereka tidak akan lagi berperkara. Kepada para pekerja yang enerjik sebuah keadaan kemalasan yang abadi akan menjadi menjemukan. Tidak akan ada surga bagi mereka. 350.1
Kepada para penghuni taman Eden telah diserahkan pemeliharaan taman itu, “untuk mendandani dan memeliharanya.” Pendudukan mereka bukanlah melelahkan, melainkan menyenangkan dan menyegarkan. Allah menunjuk pekerjaan sebagai sebuah berkat kepada manusia, untuk menduduki pemikirannya, untuk memperkuat tubuhnya, dan untuk mengembangkan bagian-bagian tubuhnya. Dalam aktivitas mental dan fisik Adam telah menemukan satu dari kesenangan-kesenangan yang tertinggi atas keberadaannya yang suci……. 350.2
Mereka yang menganggap pekerjaan sebagai sebuah kutukan, yang melakukannya meskipun dengan kelelahan dan rasa sakit, sedang meninggikan sebuah kesalahan. Orang kaya sering memandang rendah kelas-kelas pekerja, namun hal ini sepenuhnya berbeda dengan tujuan Allah dalam penciptaan manusia. Apa artinya harta dari orang yang paling kaya sekalipun dibandingkan dengan warisan yang diberikan kepada Adam yang agung itu? Meskipun demikian Adam tidak menjadi penganggur. Pencipta kita, yang memahami apa yang perlu untuk kebahagiaan manusia, menunjukkan pada Adam pekerjaannya. Kesukaan yang benar akan hidup ditemukan hanya oleh orang-orang lelaki dan perempuan yang bekerja. 350.3
Pekerjaan tetap dilakukan di surga. Tidak ada para penganggur di sana. “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang,” kata Kristus, “dan Akupun bekerja.” Kita tidak bisa menganggap bahwa bilamana kemenangan akhir akan tiba, dan kita menempati rumah-rumah yang telah disiapkan untuk kita, pengangguran akan menjadi bagian kita—bahwa kita akan beristirahat dalam sebuah keadaan yang penuh kebahagiaan dan tanpa berbuat apa-apa. 350.4
Allah merancang bahwa semua harus menjadi pekerja. Binatang pembawa beban yang bekerja keras memberikan jawaban yang lebih baik atas tujuan penciptaannya daripada orang yang malas. Allah adalah seorang pekerja yang terus-menerus. Para malaikat adalah pekerja; mereka adalah pelayan-pelayan Allah untuk anak-anak manusia. Orang-orang yang menantikan sebuah surga tanpa aktivitas akan menjadi kecewa, sebab aturan rumah tangga surga tidak menyediakan tempat bagi kepuasan atas kemalasan. Tetapi kepada para pekerja yang letih dan berbeban berat perhentian dijanjikan. Adalah hamba yang setia yang akan disambut dari pekerjaan-pekerjaannya ke dalam sukacita Tuhannya. 350.5

December 7 – We Belong to the Royal Family
Beloved, now are we the sons of God, and it doth not yet appear what we shall be: but we know that, when he shall appear, we shall be like him; for we shall see him as he is. 1 John 3:2.
Can any earthly promotion confer honour equal to this–to be sons of God, children of the heavenly King, members of the royal family? . . . The nobility of earth are but men; they die, and return to dust; and there is no lasting satisfaction in their praise and honour. But the honour that comes from God is lasting. To be heirs of God and joint heirs with Christ, is to be entitled to unsearchable riches–treasures of such value that in comparison with them the gold and silver, the gems and precious stones of earth, sink into insignificance. 349.1
To have fellowship with the Father and His Son Jesus Christ is to be ennobled and elevated, and made a partaker of joys unspeakable and full of glory. Food, clothing, station, and wealth may have their value; but to have a connection with God and to be a partaker of His divine nature is of priceless value. Our lives should be hid with Christ in God; and although it “doth not yet appear what we shall be,” “when Christ, who is our life, shall appear,” “we shall be like him; for we shall see him as he is.” The princely dignity of the Christian character will shine forth as the sun, and the beams of light from the face of Christ will be reflected upon those who have purified themselves even as He is pure. The privilege of becoming sons of God is cheaply purchased, even at the sacrifice of everything we possess, be it life itself. 349.2
When John in his mortal state beheld the glory of God, he fell as one dead; he was not able to endure the sight. But when the children of God shall have put on immortality, they will “see him as he is.” They will stand before the throne, accepted in the Beloved. All their sins have been blotted out, all their transgressions borne away. Now they can look upon the undimmed glory of the throne of God. They have been partakers with Christ in His sufferings, they have been workers together with Him in the plan of redemption, and they are partakers with Him in the joy of seeing souls saved in the kingdom of God, there to praise God through all eternity. 349.3

December 8 – Satisfying Employment
My Father worketh hitherto, and I work. John 5:17.
Heaven is a place of interested activity; yet to the weary and heavy laden, to those who have fought the good fight of faith, it will be a glorious rest; for the youth and vigour of immortality will be theirs, and against sin and Satan they will no longer have to contend. To these energetic workers a state of eternal indolence would be irksome. It would be no heaven to them. 350.1
To the dwellers in Eden was committed the care of the garden, “to dress it and to keep it.” Their occupation was not wearisome, but pleasant and invigorating. God appointed labour as a blessing to man, to occupy his mind, to strengthen his body, and to develop his faculties. In mental and physical activity Adam found one of the highest pleasures of his holy existence. . . . 350.2
Those who regard work as a curse, attended though it be with weariness and pain, are cherishing an error. The rich often look down with contempt upon the working classes, but this is wholly at variance with God’s purpose in creating man. What are the possessions of even the most wealthy in comparison with the heritage given to the lordly Adam? Yet Adam was not to be idle. Our
Creator, who understands what is for man’s happiness, appointed Adam his work. The true joy of life is found only by the working men and women. 350.3
Work is constantly being done in heaven. There are no idlers there. “My Father worketh hitherto,” said Christ, “and I work.” We cannot suppose that when the final triumph shall come, and we have the mansions prepared for us, idleness will be our portion–that we shall rest in a blissful, do-nothing state. 350.4
God designs that all shall be workers. The toiling beast of burden answers the purpose of its creation better than does the indolent man. God is a constant worker. The angels are workers; they are ministers of God to the children of men. Those who look forward to a heaven of inactivity will be disappointed, for the economy of heaven provides no place for the gratification of indolence. But to the weary and heavy-laden rest is promised. It is the faithful servant who will be welcomed from his labours to the joy of his Lord. 350.5

Leave a Reply