KOMUNIKASI TERSAMBUNG KEMBALI☎

June 28, 2017 - Renungan

Sebuah Lukisan Mempesona Tergantung di Galeri Seni Nasional di Washington DC. Dalam suatu pemandangan Perang Dunia ke-dua yang menggugah, Senimannya menggambarkan sebuah medan perang dengan dua kelompok Tank bergerak menuju satu sama lain.

Dua Divisi kekuatan sekutu sedang menyerang tentara Nazi. Tank-tank itu sedang menembakkan senjata mereka. Pasukan di daratan sedang berperang hebat. Satu orang di tengah gambar sangat menarik perhatian.

Dua pasukan tentara sekutu telah dipisahkan satu sama lain. Sebuah Peluru musuh menembus saluran Komunikasi Telepon mereka.

Di tengah tembakan hebat seorang Tentara yang sedang Sendirian bertanggung jawab memperbaiki Saluran Telepon yang rusak itu. Tangannya terulur di atas kepalanya saat memperbaiki kawat itu.

Tepat setelah ia menyelesaikan pekerjaannya, rentetan Tembakan Merobek Menembus seragamnya, dan dadanya Bersimbah Darah.
Sang seniman memilih satu kata untuk menjelaskan gambar itu:

“Tembus!”

Seorang Tentara Menyerahkan Hidupnya agar pesan bisa sampai. Komunikasi di buat kembali! (Mark Finley)

✅CERITA DI ATAS MENGGAMBARKAN PENGORBANAN YESUS BAGI KITA. TANPA PENGANTARAAN DAN TANPA PENGORBANAN MUSTAHIL KITA SELAMAT. TANPA KOMUNIKASI YANG TERJALIN KEMBALI DENGAN ALLAH DI SORGA KITA PASTI BINASA DI TENGAH PEPERANGAN DUNIA INI. BERSYUKUR KEPADA YESUS KRISTUS YANG OLEH KARENA PENGORBANAN, PENDERITAAN DAN OLEH KEMATIAN-NYA KITA TERSELAMATKAN.

✝Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus KAMU, YANG DAHULU “JAUH”, SUDAH MENJADI “DEKAT” OLEH DARAH KRISTUS.”
(Efesus 2:13)

✝Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
(Yohanes 10:28)

✝Dan segala sesuatu yang diderita-Nya, Tetesan Darah yang mengalir dari kepala-Nya, tangan-Nya, kaki-nya, Kesengsaraan yang menyiksa tubuhNya, serta kepedihan yang tidak terperikan yang memenuhi Jiwa-Nya ketika wajah Bapa disembunyikan, telah berbicara kepada setiap anak manusia, menyatakan: Bagimulah sehingga Anak Allah rela menanggung beban kesalahan ini; untukmulah Ia menghancurkan Kerajaan Kematian, dan membuka Gerbang Firdaus.

(Ellen G White Alfa & Omega, jld. 6, hlm. 407)
Royke Maringka

Leave a Reply