Kristus Juruselamat Satu-Satunya

March 6, 2013 - Ellen G. White

Renungan Harian dari Roh Nubuat tanggal 6 Maret (MARANATHA THE LORD IS COMING – Ellen G. White) :

6 Maret – Kristus Juruselamat Satu-Satunya
Ia sudah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan AnakNya yang dikasihiNya. Oleh AnakNya itu kita dibebaskan; berarti dosa-dosa kita sudah diampuni. Kolose 1:13, 14.

Tidak menjadi soal siapakah anda atau bagaimana hidup anda telah berjalan, anda bisa selamat hanya dalam jalan yang ditunjukkan Allah. Anda harus bertobat; anda harus jatuh bersimpuh pada Batu Karang itu, Kristus Yesus. Anda harus merasakan kebutuhan anda akan seorang dokter dan akan satu-satunya penyembuhan untuk dosa, yaitu darah Kristus. Penyembuhan ini bisa dijamin hanya melalui pertobatan kepada Allah dan iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus…… Darah Kristus akan menolong hanya mereka yang merasakan kebutuhan mereka akan kuasa penyuciannya. 73.1
Betapa cinta dan keramahan yang melimpah, bahwa ketika kita tidak mempunyai klaim atas belaskasih ilahi, Kristus berkenan mengambil alih penebusan kita! Tetapi Dokter besar kita itu menuntut dari setiap jiwa penyerahan tanpa syarat. Kita tidak pernah membuat ketentuan untuk nasib kita sendiri. Kristus pastilah memiliki manajemen menyeluruh atas kehendak dan tindakan….. 73.2
Kita mungkin memuji diri kita sendiri….. bahwa karakter moral kita sudah benar dan kita tidak perlu merendahkan diri kita di hadapan Allah seperti pendosa pada umumnya. Tetapi kita pasti puas memasuki kehidupan dalam cara yang sama dengan pemimpin para pendosa. Kita harus meninggalkan kebenaran kita sendiri dan memohon kebenaran Kristus untuk diperhitungkan pada kita. Kita harus bergantung sepenuhnya kepada Kristus demi kekuatan kita. Diri sendiri harus mati. Kita harus mengakui bahwa semua yang kita miliki adalah berasal dari kekayaan yang melimpah dari rahmat ilahi. Biarlah hal ini menjadi suara hati kita: “Bukan bagi kami, Ya Tuhan, bukan bagi kami, tetapi bagi namaMu berikanlah kemuliaan, demi belaskasihMu, dan demi kebenaranMu.” 73.3
Iman yang asli diikuti oleh cinta kasih, dan cinta kasih diikuti oleh kepatuhan. Semua kekuatan dan hasrat dari orang yang bertobat dibawa ke bawah pengendalian Kristus. RohNya adalah kuasa pembaharu, yang mengubah semua orang yang menerimanya kepada citra ilahi…. 73.4
“Barangsiapa yang berasal daripada Allah, tiadalah berbuat dosa, karena benih Allah tinggal di dalam orang itu; maka tiada dapat ia berbuat dosa, karena ia berasal daripada Allah.” [1 Yohanes 3:9]. Dia merasa bahwa dia adalah tebusan dari darah Kristus dan terikat oleh janji yang serius untuk memuliakan Allah di dalam tubuh dan rohnya, yang adalah milik Allah. Cinta akan dosa dan cinta diri adalah ditaklukkan di dalam dirinya. Dia setiap hari bertanya: “Apa yang akan saya serahkan kepada Tuhan demi semua manfaat yang dimilikiNya bagi diri saya?” “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki aku perbuat?” 73.5

March 6 – Christ the Only Saviour
Who hath delivered us from the power of darkness, and hath translated us into the kingdom of his dear Son: in whom we have redemption through his blood. Col. 1:13, 14.
No matter who you are or what your life has been, you can be saved only in God’s appointed way. You must repent; you must fall helpless on the Rock, Christ Jesus. You must feel your need of a physician and of the only remedy for sin, the blood of Christ. This remedy can be secured only by repentance toward God and faith toward our Lord Jesus Christ. . . . The blood of Christ will avail for none but those who feel their need of its cleansing power. 73.1
What surpassing love and condescension, that when we had no claim upon divine mercy, Christ was willing to undertake our redemption! But our great Physician requires of every soul unquestioning submission. We are never to prescribe for our own case. Christ must have the entire management of will and action. . . . 73.2
We may flatter ourselves . . . that our moral character has been correct and we need not humble ourselves before God like the common sinner. But we must be content to enter into life in the very same way as the chief of sinners. We must renounce our own righteousness and plead for the righteousness of Christ to be imputed to us. We must depend wholly upon Christ for our strength. Self must die. We must acknowledge that all we have is from the exceeding riches of divine grace. Let this be the language of our hearts: “Not unto us, O Lord, not unto us, but unto thy name give glory, for thy mercy, and for thy truth’s sake.” 73.3
Genuine faith is followed by love, and love by obedience. All the powers and passions of the converted man are brought under the control of Christ. His Spirit is a renewing power, transforming to the divine image all who will receive it. . . . 73.4
“Whosoever is born of God doth not commit sin.” He feels that he is the purchase of the blood of Christ and bound by the most solemn vows to glorify God in his body and in his spirit, which are God’s. The love of sin and the love of self are subdued in him. He daily asks: “What shall I render unto the Lord for all his benefits toward me?” “Lord, what wilt thou have me to do?” 73.5

Leave a Reply