Kunci pada Sejarah

Hai pengawal, masih lama malam ini? Pengawal itu berkata: “Pagi akan datang, tetapi malam juga. Jika kamu mau bertanya, datanglah bertanya sekali lagi!” Yesaya 21:11 (bagian terakhir), 12.

Sebuah pemahaman akan pengharapan kedatangan Kristus yang kedua kalinya adalah kunci yang membuka semua sejarah yang mengikutinya, dan menjelaskan semua pelajaran masa yang akan datang. 15.1
Suara dari pengawal yang benar itu sekarang perlu didengarkan, “Pagi akan datang, tetapi malam juga.” Terompet itu harus memberikan sebuah bunyi tertentu, sebab kita berada dalam hari besar persiapan Tuhan. 15.2
Kebenaran-kebenaran nubuatan adalah saling berhubungan satu sama lain, dan ketika kita mempelajari perkara-perkara tersebut, ia itu membentuk sebuah klaster yang indah akan kebenaran Kristen yang praktis. Semua wacana yang kita berikan adalah secara jelas bahwa kita sedang menunggu, bekerja, dan berdoa untuk kedatangan Putera Allah. Kedatangan-Nya adalah pengharapan kita. Pengharapan ini harus disatukan dengan semua perkataan dan perbuatan kita, dengan semua kumpulan dan hubungan kita ….. 15.3
Kedatangan kedua dari Anak Manusia itu haruslah menjadi tema yang indah yang dipegang oleh orang-orang. Inilah sebuah pokok pembahasan yang tidak boleh lepas dari wacana-wacana kita. Kenyataan-kenyataan abadi harus disimpan di dalam mata hati, dan daya-daya tarik dunia ini akan tampak sebagaimana adanya, semuanya tidak menguntungkan sebagai kesia-siaan. Apa artinya bagi kita kesia-siaan, pujian-pujian, kekayaan, kehormatan, atau kesenangan-kesenangan dunia ini? 15.4
Kita adalah peziarah dan orang asing yang sedang menantikan, mengharapkan, dan berdoa demi pengharapan yang terberkati, yakni kemunculan yang mulia dari Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Jika kita percaya hal ini dan membawakannya ke dalam kehidupan praktis kita, betapa tindakan yang kuat yang akan diinspirasikan oleh iman dan pengharapan ini; betapa cinta yang sungguh dari satu terhadap yang lain; betapa kehidupan suci yang berhati-hati untuk kemuliaan Allah; dan di dalam penghormatan kita bagi ganjaran dari hadiah, betapa tebalnya garis perbatasan yang tampak antara kita dan dunia ini…… 15.5
Kebenaran bahwa Kristus segera datang haruslah dipegang teguh di dalam setiap pikiran. 15.6

8 Januari – Kekecewaan-Kekecewaan Yang Sama
Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan. Yakobus 5:11.

Tidak jarang pikiran orang-orang dan bahkan hamba-hamba Tuhan dibutakan oleh pendapat-pendapat manusia, tradisi-tradisi, dan pengajaran-pengajaran sesat dari manusia, agar mereka bisa hanya setengah-setengah memahami perkara-perkara besar yang diungkapkan Allah di dalam firmanNya. Demikian telah terjadi dengan murid-murid Kristus walaupun Sang Juruselamat telah ada bersama mereka secara pribadi. Pikiran-pikiran mereka telah menjadi diilhami dengan konsepsi populer tentang Mesias sebagai seorang raja yang bersifat sementara, yang harus meninggikan Israel pada tahta kerajaan dunia, dan mereka tidak dapat memahami makna dari perkataanNya yang meramalkan kesengsaraan dan kematianNya….. 16.1
Sejak kelahiran mereka hati mereka telah ditetapkan pada kemuliaan yang akan datang dari kerajaan duniawi, dan hal ini telah membutakan pengertian mereka…. 16.2
Pengalaman murid-murid yang mengkhotbahkan “injil kerajaan” pada kedatangan pertama Kristus, memiliki contoh saingannya dalam pengalaman orang-orang yang mewartakan kedatanganNya yang kedua…….. 16.3
Seperti murid-murid yang pertama itu, William Miller dan rekan-rekannya sendiri belum sepenuhnya memahami masukan pesan yang mereka munculkan. Kesalahan-kesalahan yang telah begitu lama bercokol di dalam gereja mencegah mereka untuk sampai pada interpretasi yang benar dari sebuah poin penting di dalam nubuatan. Oleh karena itu, meskipun mereka menyebarkan pesan yang telah Allah tugaskan kepada mereka untuk diberitahukan ke seluruh dunia, oleh karena kesalahpahaman akan maknanya mereka menderita kekecewaan…. 16.4
Bagi orang-orang yang beriman ini, seperti halnya bagi murid-murid yang pertama itu, perkara-perkara yang dalam jam pencobaan terlihat gelap pada pemahaman mereka selanjutnya akan dibuat menjadi jelas. Bilamana mereka akan melihat “akhir dari Tuhan” itu mereka akan mengetahui bahwa, meskipun cobaan itu akibat dari kesalahan-kesalahan mereka, tujuan-tujuan cintaNya kepada mereka telah sedang menggenapi secara terus-menerus. Mereka akan belajar melalui sebuah pengalaman yang terberkati bahwa Dia adalah “sangat berbelaskasih dan penuh rahmat”; bahwa semua jalanNya “adalah rahmat dan kebenaran bagi mereka yang memelihara perjanjian dan kesaksian-kesaksianNya”. 16.5

January 7 – The Key to History
Watchman, what of the night? The watchman said, The morning cometh, and also the night: if ye will enquire, enquire ye: return, come. Isa. 21:11 (last part), 12.
An understanding of the hope of Christ’s second coming is the key that unlocks all the history that follows, and explains all the future lessons. 15.1
The voice of the true watchman needs now to be heard all along the line, “The morning cometh, and also the night.” The trumpet must give a certain sound, for we are in the great day of the Lord’s preparation. 15.2
The truths of prophecy are bound up together, and as we study them, they form a beautiful cluster of practical Christian truth. All the discourses that we give are plainly to reveal that we are waiting, working, and praying for the coming of the Son of God. His coming is our hope. This hope is to be bound up with all our words and works, with all our associations and relationships. . . . 15.3
The second coming of the Son of man is to be the wonderful theme kept before the people. Here is a subject that should not be left out of our discourses. Eternal realities must be kept before the mind’s eye, and the attractions of the world will appear as they are, altogether profitless as vanity. What are we to do with the world’s vanities, its praises, its riches, its honours, or its enjoyments? 15.4
We are pilgrims and strangers who are waiting, hoping, and praying for that blessed hope, the glorious appearing of our Lord and Saviour Jesus Christ. If we believe this and bring it into our practical life, what vigorous action would this faith and hope inspire; what fervent love one for another; what careful holy living for the glory of God; and in our respect for the recompense of the reward, what distinct lines of demarcation would be evidenced between us and the world. . . . 15.5
The truth that Christ is coming should be kept before every mind. 15.6

January 8 – Parallel Disappointments
Behold, we count them happy which endure. Ye have heard of the patience of Job, and have seen the end of the Lord; that the Lord is very pitiful, and of tender mercy. James 5:11.
Not infrequently the minds of the people, and even of God’s servants, are so blinded by human opinions, the traditions and false teaching of men, that they are able only partially to grasp the great things which He has revealed in His word. Thus it was with the disciples of Christ, even when the Saviour was with them in person. Their minds had become imbued with the popular conception of the Messiah as a temporal prince, who was to exalt Israel to the throne of the universal empire, and they could not understand the meaning of His words foretelling His sufferings and death. . . . 16.1
From their very birth their hearts had been set upon the anticipated glory of an earthly empire, and this blinded their understanding…. 16.2
The experience of the disciples who preached the “gospel of the kingdom” at the first advent of Christ, had its counterpart in the experience of those who proclaimed the message of His second advent. . . . 16.3
Like the first disciples, William Miller and his associates did not, themselves, fully comprehend the import of the message which they bore. Errors that had been long established in the church prevented them from arriving at a correct interpretation of an important point in the prophecy. Therefore, though they proclaimed the message which God had committed to them to be given to the world, yet through a misapprehension of its meaning they suffered disappointment. . . . 16.4
With these believers, as with the first disciples, that which in the hour of trial seemed dark to their understanding would afterward be made plain. When they should see the “end of the Lord” they would know that, notwithstanding the trial resulting from their errors, His purposes of love toward them had been steadily fulfilling. They would learn by a blessed experience that He is “very pitiful, and of tender mercy;” that all His paths “are mercy and truth unto such as keep his covenant and his testimonies.” 16.5

Leave a Reply