Kunci Utama Alkitab

January 5, 2014 - Ellen G. White

kerbau
Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Ayub 19:25.

Satu dari antara kebenaran-kebenaran yang sangat agung dan mulia yang diungkapkan di dalam Alkitab adalah tentang kedatangan kedua daripada Kristus, untuk menyempurnakan pekerjaan besar penebusan. Kepada umat peziarah milik Allah, yang demikian lama tinggal di dalam “kerajaan [kuasa] dan bayangan kematian”, sebuah pengharapan yang berharga dan mengilhami sukacita diberikan di dalam janji kedatangan Dia yang adalah “kebangkitan dan kehidupan” itu, untuk “membawa kembali umatNya yang terbuang”. Doktrin tentang kedatangan yang kedua adalah kunci yang sangat utama dari Kitab-Kitab Suci. Semenjak hari ketika pasangan yang mula-mula itu meninggalkan Taman Eden dengan kesedihan, anak-anak yang berasal dari iman telah menanti-nantikan kedatangan Sang Terjanji itu untuk menghancurkan kuasa musuh dan membawa mereka kembali ke dalam Surga yang hilang itu….. Henokh, masih dari generasi ketujuh dari orang-orang yang pernah tinggal di Eden, yang bergaul dengan Allah selama tiga abad lamanya, telah diperkenankan melihat dari jauh kedatangan Sang Juruselamat itu. “Lihatlah”, serunya, “Tuhan datang bersama sepuluh ribu orang kudusNya, untuk menjalankan penghakiman atas semua orang.” Bapa Ayub pada malam penderitaannya menyerukan dengan suara yang teguh: “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu:….Juga sesudah kulit tubuhku rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku: mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain.” 13.1
Semoga Allah segala rahmat berkenan menerangi pemahamanmu agar engkau boleh mengetahui hal-hal yang abadi, sehingga oleh terang itu maka kesalahanmu yang banyak itu boleh diungkapkan kepadamu sebagaimana adanya, sehingga engkau dapat melakukan usaha yang perlu untuk menyingkirkan kesalahan-kesalahan itu, dan di dalam tempat kejahatan ini, semoga buah yang pahit menghasilkan buah yang berharga ke dalam hidup yang kekal. 13.2
Rendahkanlah hatimu yang miskin, sombong, dan yang merasa benar sendiri itu di hadapan Allah; rendahkanlah, serendah-rendahnya, semua kehancuran keberdosaanmu di bawah kakiNya. Abdikanlah dirimu sendiri pada pekerjaan persiapan. Jangan pernah berhenti hingga engkau dapat dengan sungguh-sungguh berkata: Penebusku hidup, dan, karena Dia hidup, aku juga akan hidup. 13.3
Jika engkau kehilangan surga, maka engkau kehilangan segalanya; jika engkau memperoleh surga, maka engkau memperoleh segalanya. Saya menasehati engkau, jangan membuat kesalahan dalam hal ini. Kepentingan-kepentingan abadi sekarang dilibatkan di sini. 13.4

6 Januari – Iman Para Reformis
Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 1 Korintus 15:26.

Luther menyatakan: “Aku meyakinkan diriku dengan sungguh-sungguh, bahwa hari penghakiman itu tidak akan lewat dari tiga ratus tahun lagi. Allah tidak akan sanggup lebih lama lagi menderita akibat dunia yang jahat ini.” “Hari yang besar itu semakin dekat di mana kerajaan dari segala kekejian akan dimusnahkan.”-Daniel T. Taylor, The Reign of Christ on Earth: or, The Voice of the Church in All Ages, hlm. 33. 14.1
“Dunia yang tua ini tidak jauh lagi dari kiamatnya,” kata Melanchthon. Calvin menganjurkan orang-orang Kristen agar “tidak ragu-ragu, menantikan dengan semangat hari kedatangan Kristus sebagai yang paling menguntungkan dari segala peristiwa;” dan menyatakan bahwa “seluruh keluarga orang beriman akan melihat hari itu.” “Kita harus berlapar akan Kristus, kita harus mencari, berkontemplasi,” katanya, “hingga menyingsingnya hari yang hebat itu, ketika Tuhan kita memanifestasikan sepenuhnya kemuliaan kerajaanNya.” –Ibid., hlm. 158, 134. 14.2
“Apakah Tuhan Yesus tidak akan membawa tubuh kita ke dalam surga?” kata Knox, Reformis asal Skotlandia, “dan apakah Dia tidak akan kembali? Kita tahu bahwa Dia akan kembali, dan hal itu dilakukan dengan perjalanan yang menyenangkan.” Ridley dan Latimer, yang menyerahkan hidup mereka demi kebenaran, menantikan dalam iman kedatangan Kristus. Ridley menulis: “Dunia ini tanpa disangsikan lagi — hal ini aku percaya, dan oleh karena itu aku mengatakannya, — sedang menuju akhirnya. Mari bersama Yohanes, hamba Allah itu, berseru di dalam hati kita kepada Sang Juruselamat kita Yesus Kristus, Datanglah Tuhan Yesus, datanglah.” –Ibid., hlm. 151, 145. 14.3
“Gagasan-gagasan tentang kedatangan Tuhan,” kata Baxter, “adalah sangat manis dan menggembirakan bagiku.”–Richard Baxter, Works, vol. 17, hlm. 555. “Adalah pekerjaan iman dan tabiat dari orang-orang kudusNya untuk menyukai kemunculanNya dan menantikan pengharapan yang terberkati itu.” “Jika kematian menjadi musuh terakhir yang harus dihancurkan pada kebangkitan nanti, maka kita boleh belajar bagaimana orang-orang beriman dengan tulus harus merindukan dan berdoa untuk kedatangan kedua Kristus, manakala penaklukan yang sempurna dan terakhir ini akan diwujudkan.”–Ibid., vol. 17, p. 500. “Inilah hari yang seharusnya orang-orang beriman rindukan, harapkan, dan nantikan, sebagai penyempurnaan dari semua pekerjaan penebusan mereka, dan dari semua kerinduan dan usaha dari jiwa mereka.” “Percepatlah, Ya Tuhan, hari yang terberkati ini!” –Ibid., vol. 17, hlm. 182, 183. Demikianlah pengharapan gereja yang apostolik, dari “gereja di padang gurun”, dan dari para Reformis. 14.4

January 5 – The Keynote of Scripture
I know that my Redeemer liveth, and that he shall stand at the latter day upon the earth. Job 19:25.
One of the most solemn and yet most glorious truths revealed in the Bible is that of Christ’s second coming, to complete the great work of redemption. To God’s pilgrim people, so long left to sojourn in “the region and shadow of death,” a precious, joy-inspiring hope is given in the promise of His appearing, who is “the resurrection and the life,” to “bring home again His banished.” The doctrine of the second advent is the very key-note of the Sacred Scriptures. From the day when the first pair turned their sorrowing steps from Eden, the children of faith have waited the coming of the Promised One to break the destroyer’s power and bring them again to the lost Paradise. … Enoch, only the seventh in descent from them that dwelt in Eden, he who for three centuries on earth walked with his God, was permitted to behold from afar the coming of the Deliverer. “Behold,” he declared, “the Lord cometh with ten thousands of his saints, to execute judgment upon all.” The patriarch Job in the night of his affliction exclaimed with unshaken trust: “I know that my redeemer liveth, and that he shall stand at the latter day upon the earth:… in my flesh shall I see God: whom I shall see for myself, and mine eyes shall behold, and not another.” 13.1
May the God of all grace so enlighten your understanding that you may discern eternal things, that by the light of truth your own errors, which are many, may be discovered to you just as they are, that you may make the necessary effort to put them away, and in the place of this evil, bitter fruit may bring forth fruit which is precious unto eternal life. 13.2
Humble your poor, proud, self-righteous heart before God; get low, very low, all broken in your sinfulness at His feet. Devote yourself to the work of preparation. Rest not until you can truly say: My Redeemer liveth, and, because He lives, I shall live also. 13.3
If you lose heaven, you lose everything; if you gain heaven, you gain everything. Do not make a mistake in this matter, I implore you. Eternal interests are here involved. 13.4

January 6 – Faith of the Reformers
The last enemy that shall be destroyed is death. 1 Cor. 15:26.
Luther declared: “I persuade myself verily, that the day of judgment will not be absent full three hundred years. God will not, cannot, suffer this wicked world much longer.” “The great day is drawing near in which the kingdom of abominations shall be overthrown.”–Daniel T. Taylor, The Reign of Christ on Earth: or, The Voice of the Church in All Ages, p. 33. 14.1
“This aged world is not far from its end,” said Melanchthon. Calvin bids Christians “not to hesitate, ardently desiring the day of Christ’s coming as of all events most auspicious;” and declares that “the whole family of the faithful will keep in view that day.” “We must hunger after Christ, we must seek, contemplate,” he says, “till the dawning of that great day, when our Lord will fully manifest the glory of His kingdom.”–Ibid., pages 158, 134. 14.2
“Has not the Lord Jesus carried up our flesh into heaven?” said Knox, the Scotch Reformer, “and shall He not return? We know that He shall return, and that with expedition.” Ridley and Latimer, who laid down their lives for the truth, looked in faith for the Lord’s coming. Ridley wrote: “The world without doubt–this I do believe, and therefore I say it–draws to an end. Let us with John, the servant of God, cry in our hearts unto our Saviour Christ, Come, Lord Jesus, come.” –Ibid., pages 151, 145. 14.3
“The thoughts of the coming of the Lord,” said Baxter, “are most sweet and joyful to me.”–Richard Baxter, Works, vol. 17, p. 555. “It is the work of faith and the character of His saints to love His appearing and to look for that blessed hope.” “If death be the last enemy to be destroyed at the resurrection, we may learn how earnestly believers should long and pray for the second coming of Christ, when this full and final conquest shall be made.”–Ibid., vol. 17, p. 500. “This is the day that all believers should long, and hope, and wait for, as being the accomplishment of all the work of their redemption, and all the desires and endeavours of their souls.” “Hasten, O Lord, this blessed day!”–Ibid., vol. 17, pp. 182, 183. Such was the hope of the apostolic church, of the “church in the wilderness,” and of the Reformers. 14.4

Leave a Reply