Landasan Setan untuk Pertentangan Akhir

June 3, 2013 - Ellen G. White

Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Daniel 7:25.

Selama masa kelonggaran orang-orang Kristen, musuh besar kebahagiaan manusia itu telah membuat Sabat hukum keempat menjadi obyek khusus serangannya. Setan berkata, “Aku akan bekerja menentang maksud-maksud Allah. Aku akan memperkuat para pengikutku untuk menyingkirkan ingatan akan Allah, yaitu Sabat hari ketujuh. Demikianlah aku akan menunjukkan kepada dunia bahwa hari yang dikuduskan dan diberkati oleh Allah itu telah diubah. Hari itu tidak akan tinggal dalam ingatan orang-orang. Aku akan menghapuskan kenangan akan hari itu. Aku akan menggantinya dengan sebuah hari yang tidak membawakan mandat Allah, sebuah hari yang tidak bisa menjadi tanda antara Allah dan umatNya. Aku akan menuntun mereka yang menerima hari ini untuk menempatkan padanya kekudusan yang Allah telah tempatkan pada hari ketujuh itu. 162.1
“Melalui wakilku, aku akan meninggikan diriku. Hari pertama akan diagung-agungkan, dan dunia Protestan akan menerima sabat palsu ini sebagai sabat yang asli. Melalui pengabaian Sabat yang Allah lembagakan, aku akan membawakan hukumNya itu ke dalam penistaan. Firman yang mengatakan, “Sebuah peringatan antara Aku dan kamu turun-temurun [Keluaran 31:12],” akan kubuat terlaksana pada sabatku. 162.2
“Demikianlah dunia akan menjadi milikku. Aku akan menjadi penguasa bumi, raja dunia ini. Aku akan mengendalikan pikiran manusia di bawah kekuatanku sehingga Sabat Allah itu akan menjadi sebuah obyek khusus penistaan. Bagaimana dengan sebuah tanda? Aku akan membuat pemeliharaan hari ketujuh itu sebagai sebuah tanda ketidaksetiaan pada otoritas bumi ini. Hukum-hukum manusia akan dibuat ketat sehingga laki-laki dan perempuan tidak akan berani memelihara Sabat hari ketujuh itu. Karena rasa takut akan kekurangan makanan dan pakaian, mereka akan bergabung dengan dunia dalam melanggar hukum Allah. Bumi ini akan sepenuhnya berada dalam kerajaanku.” 162.3
Sabat akan menjadi ujian terbesar kesetiaan, sebab ia itu adalah poin kebenaran yang dipertentangkan secara khusus. Manakala ujian terakhir ini akan dibawakan kepada orang-orang, maka garis pembedaan akan ditarik di antara mereka yang melayani Allah dan mereka yang tidak melayaniNya. 162.4

June 3 – Satan’s Groundwork for the Final Conflict
He shall speak words against the Most High, and shall wear out the saints of the Most High; and he shall think to change the times and the law; and they shall be given into his hand until a time and times and half a time. Dan. 7:25, R.V.
During the Christian dispensation, the great enemy of man’s happiness has made the Sabbath of the fourth commandment an object of special attack. Satan says, “I will work at cross purposes with God. I will empower my followers to set aside God’s memorial, the seventh-day Sabbath. Thus I will show the world that the day sanctified and blessed by God has been changed. That day shall not live in the minds of the people. I will obliterate the memory of it. I will place in its stead a day that does not bear the credentials of God, a day that cannot be a sign between God and His people. I will lead those who accept this day to place upon it the sanctity that God placed upon the seventh day. 162.1
“Through my vicegerent, I will exalt myself. The first day will be extolled, and the Protestant world will receive this spurious sabbath as genuine. Through the non-observance of the Sabbath that God instituted, I will bring His law into contempt. The words, “A sign between me and you throughout your generations,’ I will make to serve on the side of my sabbath. 162.2
“Thus the world will become mine. I will be the ruler of the earth, the prince of the world. I will so control the minds under my power that God’s Sabbath shall be a special object of contempt. A sign? I will make the observance of the seventh day a sign of disloyalty to the authorities of earth. Human laws will be made so stringent that men and women will not dare to observe the seventh-day Sabbath. For fear of wanting food and clothing, they will join with the world in transgressing God’s law. The earth will be wholly under my dominion.” 162.3
The Sabbath will be the great test of loyalty, for it is the point of truth especially controverted. When the final test shall be brought to bear upon men, then the line of distinction will be drawn between those who serve God and those who serve Him not. 162.4

Leave a Reply