Langit yang Baru Bumi yang Baru

December 9, 2013 - Ellen G. White

Betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. 2 Petrus 3:11-13.

Kaki orang jahat tidak akan pernah menajiskan bumi yang diperbaharui itu. Api akan turun dari Allah di surga dan menghanguskan mereka—membakar habis mereka baik akar maupun cabang. Setan adalah akarnya, dan anak-anaknya adalah cabang-cabang itu. 351.1
Api yang sama yang berasal dari Allah yang menghanguskan orang-orang jahat itu menyucikan seluruh bumi. Gunung-gunung yang pecah dan terkoyak bercampur dengan panas yang membara, juga atmosfir, dan segala jerami dihanguskan. Kemudian warisan kita dibentangkan di hadapan kita, mulia dan indah, dan kita mewarisi seluruh bumi yang dibuat baru itu. 351.2
“Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Wahyu 21:1. Api yang menghanguskan orang-orang jahat itu memurnikan bumi. Setiap bekas kutukan disingkirkan. Tidak akan ada lagi neraka pembakaran akan menyimpan konsekuensi-konsekuensi yang menakutkan dari dosa di hadapan orang-orang yang ditebus itu. 351.3
Lautan itu memisahkan para sahabat. Ia itu adalah sebuah perintang di antara kita dan orang-orang yang kita kasihi. Hubungan-hubungan kita diputuskan oleh samudera yang luas dan yang tak dapat diduga itu. Di bumi yang baru tidak akan ada lagi laut, dan tidak akan melintas di sana “perahu-perahu dengan dayung-dayungnya”. Di masa lalu banyak orang yang mencintai dan melayani Allah telah diikat dengan rantai pada tempat-tempat duduk mereka di dalam perahu-perahu, yang dipaksa untuk melayani maksud orang-orang yang kejam dan berhati keras. Tuhan telah melihat penderitaan mereka di dalam simpati dan iba. Syukur kepada Allah, di bumi yang baru itu tidak akan ada lagi semburan-semburan yang sengit, samudera yang menelan, ombak-ombak yang berhembus tiada henti. 351.4
Biarlah semua yang indah di rumah bumi kita ini mengingatkan kita akan sungai kristal dan padang-padang yang hijau, pepohonan yang melambai dan air-air terjun yang mengalir, kota yang bersinar dan para penyanyi yang berjubah putih, atau rumah surgawi kita—dunia keindahan yang yang tak seorang seniman pun bisa lukiskan, tak satu lidah manusia fana bisa gambarkan. “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” 351.5

10 Desember – Tak Ada Lagi Kematian – Selama-lamanya!
Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. Why. 21:4.

Begitu kita memasuki kerajaan Allah, di sana mengalami keabadian, pencobaan-pencobaan dan kesukaran-kesukaran yang telah kita alami di sini akan tenggelam tanpa arti. 352.1
Di dalam rumah orang-orang tebusan itu tidak akan ada lagi air mata, tidak ada lagi kereta-kereta pemakaman, tidak ada lencana perkabungan, “Tidak seorangpun yang tinggal di situ akan berkata: “Aku sakit,” dan semua penduduknya akan diampuni kesalahannya.” Yesaya 33:24. Sebuah air pasang yang kaya akan kebahagiaan akan mengalir dan mendalami sebagaimana keabadian berlangsung……… 352.2
Mari kita pikirkan dengan sangat sungguh-sungguh akhirat yang terberkati. Biarlah iman kita menembus setiap kegelapan dan menatap Dia yang telah wafat demi dosa-dosa dunia ini. Dia telah membuka pintu-pintu gerbang surga kepada semua yang menerima dan percaya akan Dia. Kepada mereka Dia memberi kekuatan untuk menjadi putera dan puteri Allah. Biarlah kesusahan-kesusahan yang menyakiti kita dengan sangat parah menjadi pelajaran-pelajaran yang instruktif, yang mengajarkan kita untuk terus maju menuju tanda dari hadiah panggilan utama kita di dalam Kristus. Biarlah kita didorong oleh pemikiran bahwa Tuhan segera datang. Biarlah pengharapan ini menggembirakan hati kita……. 352.3
Kita terikat untuk pulang. Dia yang sangat mengasihi kita sebagaimana telah wafat bagi kita telah membangun bagi kita sebuah kota. Jerusalem Baru adalah tempat peristirahatan kita. Tak akan ada lagi kesedihan di dalam kota Allah itu. Tak ada ratapan kesedihan, tak ada nyanyian pemakaman atas harapan-harapan yang hancur dan kasih sayang yang terkubur akan pernah terdengar lagi. Segera jubah-jubah kesusahan berat akan diganti untuk jubah pernikahan. Segera kita akan menyaksikan pemahkotaan Raja kita. Orang-orang yang hidupnya telah tersembunyi bersama Kristus, mereka yang di bumi ini telah memenangkan pertempuran yang baik atas iman, akan bersinar dengan kemuliaan Sang Penebus di dalam kerajaan Allah. 352.4
Tidak akan lama lagi kita akan melihat Dia yang di dalamNya pengharapan-pengharapan hidup abadi kita berpusat. Dan di hadiratNya, semua pencobaan dan penderitaan hidup ini akan menjadi seperti tidak ada…… Lihatlah, lihatlah, dan biarlah imanmu terus-menerus meningkat. Biarlah iman ini menuntun engkau sepanjang jalan yang sempit yang menuntun ke pintu-pintu gerbang kota Allah itu ke dalam masa depan yang sangat besar, luas, dan tiada terikat dari kemuliaan yang disediakan bagi orang-orang tebusan. 352.5

December 9 – The New Heavens and the New Earth
What manner of persons ought ye to be in all holy conversation and godliness, looking for and hasting unto the coming of the day of God, wherein the heavens being on fire shall be dissolved, and the elements shall melt with fervent heat? Nevertheless we, according to his promise, look for new heavens and a new earth, wherein dwelleth righteousness. 2 Peter 3:11-13.
The feet of the wicked will never desecrate the earth made new. Fire will come down from God out of heaven and devour them–burn them up root and branch. Satan is the root, and his children are the branches. 351.1
The same fire from God that consumed the wicked purified the whole earth. The broken, ragged mountains melted with fervent heat, the atmosphere also, and all the stubble was consumed. Then our inheritance opened before us, glorious and beautiful, and we inherited the whole earth made new. 351.2
“I saw a new heaven and a new earth: for the first heaven and the first earth were passed away.” Revelation 21:1. The fire that consumes the wicked purifies the earth. Every trace of the curse is swept away. No eternally burning hell will keep before the ransomed the fearful consequences of sin. 351.3
The sea divides friends. It is a barrier between us and those whom we love. Our associations are broken up by the broad, fathomless ocean. In the new earth there will be no more sea, and there shall pass there “no galley with oars.” In the past many who have loved and served God have been bound by chains to their seats in galleys, compelled to serve the purpose of cruel, hardhearted men. The Lord has looked upon their suffering in sympathy and compassion. Thank God, in the earth made new there will be no fierce torrents, no engulfing ocean, no restless, murmuring waves. 351.4
Let all that is beautiful in our earthly home remind us of the crystal river and green fields, the waving trees and the living fountains, the shining city and the white-robed singers, of our
heavenly home–that world of beauty which no artist can picture, no mortal tongue describe. “Eye hath not seen, nor ear heard, neither have entered into the heart of man, the things which God hath prepared for them that love him.” 351.5

December 10 – No More Death–Ever!
God shall wipe away all tears from their eyes; and there shall be no more death, neither sorrow, nor crying, neither shall there be any more pain: for the former things are passed away. Rev. 21:4.
As we enter the kingdom of God, there to spend eternity, the trials and the difficulties and the perplexities that we have had here will sink into insignificance. 352.1
In the home of the redeemed there will be no tears, no funeral trains, no badges of mourning, “The inhabitant shall not say, I am sick: the people that dwell therein shall be forgiven their iniquity.” Isaiah 33:24. One rich tide of happiness will flow and deepen as eternity rolls on. . . . 352.2
Let us consider most earnestly the blessed hereafter. Let our faith pierce through every cloud of darkness and behold Him who died for the sins of the world. He has opened the gates of paradise to all who receive and believe on Him. To them He gives power to become the sons and daughters of God. Let the afflictions which pain us so grievously become instructive lessons, teaching us to press forward toward the mark of the prize of our high calling in Christ. Let us be encouraged by the thought that the Lord is soon to come. Let this hope gladden our hearts. . . . 352.3
We are homeward bound. He who loved us so much as to die for us hath builded for us a city. The New Jerusalem is our place of rest. There will be no sadness in the city of God. No wail of sorrow, no dirge of crushed hopes and buried affections, will evermore be heard. Soon the garments of heaviness will be changed for the wedding garment. Soon we shall witness the coronation of our King. Those whose lives have been hidden with Christ, those who on this earth have fought the good fight of faith, will shine forth with the Redeemer’s glory in the kingdom of God. 352.4
It will not be long till we shall see Him in whom our hopes of eternal life are centred. And in His presence, all the trials and sufferings of this life will be as nothingness. . . . Look up, look up, and let your faith continually increase. Let this faith guide you along the narrow path that leads through the gates of the city of God into the great beyond, the wide, unbounded future of glory that is for the redeemed. 352.5

Leave a Reply