Lesu, letih, lelah dan lemah?

Oleh Prof. Dr. Albert M. Hutapea, MPH, PhD, AIFM

Yang dimaksud dengan 4 – L adalah lesu, letih, lelah, dan lemah. Istilah ini sama dengan perasaan penat dan kurang tenaga yang dengan kata lain kurang bergairah. Yang saya maksudkan bukanlah perasaan letih yang timbul setelah berolahraga, berkebun, bekerja fisik, dan sebagainya. Bukan juga perasaan letih yang segera akan hilang setelah makan, istirahat, dan mandi air hangat. Melainkan perasaan letih yang tetap ada setiap saat mulai bangun tidur pada pagi hari, sampai mau tidur kembali pada malam harinya saat walaupun terasa sangat lelah, tetapi tetap susah tidur.
Apakah ini hanya akibat sugesti? Kurang lebih seperempat dari kasus perasaan 4-L adalah karena alasan medis. Contohnya, anemia, tekanan darah tinggi, kurang berfungsinya kelenjar tiroid, dan alergi. Semua ini dapat dihilangkan dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Bagaimana dengan 4-L yang diakibatkan oleh alasan-alasan yang non-medis?
Perasaan lesu akan ada jika tubuh dipaksa bekerja melewati batas kesanggupannya, yaitu bekerja terlalu keras serta terlalu lama, dan beristirahat terlalu sedikit. Untuk mengusir rasa kantuk, boleh jadi seseorang meminum banyak kopi. Boleh jadi pekerjaannya menuntut konsentrasi yang tinggi dalam jangka waktu yang lama, namun tidak diimbangi dengan olahraga. Dengan demikian, dia akan letih secara mental tetapi segar secara fisik. Oleh karena itu, sulit baginya untuk tidur dengan pulas. Lalu karena tidak beristirahat sepenuhnya, maka keletihan hari ini akan menurunkan prestasinya keesokan harinya.
Perhatikanlah pekerjaan Anda. Apakah pekerjaan tersebut monoton dan membosankan? Melakukan pekerjaan yang membosankan terlalu lama akan dapat lebih meletihkan daripada pekerjaan yang menyenangkan. Perasaan letih ini, yang sama dengan yang di atas, dapat menyulitkan Anda mengendalikan emosi sehingga akan mudah marah, merasa takut tanpa alasan yang tepat, tidak sabar, dan mengalami depresi yang menekan.
Makan terlalu banyak pun dapat meletihkan tubuh dan membuatnya lesu. Makanan yang baik sekalipun jika dimakan terlalu banyak sampai terlalu kenyang, lebih membebani tubuh daripada perkerjaan fisik yang berat. Mencerna dan membuang sisa-sisa makanan yang dimakan dalam jumlah yang melebihi takaran akan menggunakan energi yang lebih banyak. Perhatikanlah cara makan Anda.
Penelitian menunjukkan bahwa membeli sesuatu yang sebenarnya terlalu mahal untuk dibeli juga akan dapat meletihkan, sebab perasaan ragu-ragu dapat melelahkan saraf dan otot seolah-olah baru saja berolahraga keras.
Telah disebutkan beberapa faktor penyebab perasaan lesu yang tidak berkesudahan. Jika tubuh mulai menunjukkan gejala kelesuan, berhentilah sejenak, lalu periksalah gaya hidup Anda. Jangan biarkan perasaan lesu tersebut menjadi sesuatu yang kronis. Anda berhak untuk hidup sehat dan bergairah.

-ALBERT M. HUTAPEA

Leave a Reply