Lihatlah Perkara-Perkara Abadi

Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. 2 Kor. 4:18.

Jika gereja akan mengenakan jubah Kristus, dengan menarik diri dari segala persekutuannya dengan dunia ini, maka akan ada di hadapannya fajar dari sebuah hari yang bersinar dan mulia. Janji Allah kepadanya akan segera ditegakkan untuk selamanya……. Kebenaran, yang dilangkahi oleh mereka yang meremehkan dan menolaknya, akan menang. Meskipun kadangkala tampak tertunda, kemajuan kebenaran itu tidak pernah dapat dicegah…….. Diberkahi dengan kekuatan ilahi, ia itu akan memotong jalannya melewati rintangan-rintangan yang paling kuat dan menang atas setiap penghalang. 333.1
Apa yang telah mempertahankan Putera Allah itu selama hidup kerja keras dan penderitaanNya? Dia telah melihat hasil-hasil dari penderitaan jiwanya dan puas. Melihat ke dalam keabadian, Dia menyaksikan kegembiraan mereka yang melalui kehinaanNya telah menerima pengampunan dan hidup yang abadi. TelingaNya mendengar jeritan orang-orang yang tertebus. Dia telah mendengar orang-orang tebusan itu menyanyikan nyanyian Musa dan Anak Domba. 333.2
Kita boleh memiliki sebuah penglihatan masa depan, kebahagiaan surga. Di dalam Alkitab diungkapkan penglihatan-penglihatan dari kemuliaan masa depan, gambaran-gambaran yang dilukiskan oleh tangan Allah, dan hal-hal ini merupakan kesayangan bagi gerejaNya. Oleh iman kita boleh berdiri di ambang pintu kota abadi itu, dan mendengar sambutan yang ramah yang diberikan kepada mereka yang di dalam hidup ini bekerjasama dengan Kristus, dengan menganggapnya sebagai sebuah kehormatan untuk menderita demi kepentinganNya. Sebagaimana kata-kata ini diucapkan, “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku” maka mereka melemparkan mahkota-mahkota mereka di kaki Sang Penebus, dengan menyerukan, “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian…….. Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya.” Matius 25:34; Wahyu 5:12, 13. 333.3
Di sanalah orang-orang tebusan itu memberi salam kepada orang-orang yang telah menuntun mereka kepada Sang Juruselamat, dan mereka semua bersatu dalam menyembah Dia yang telah wafat agar manusia dapat memiliki hidup yang setara dengan hidup Allah. Pertentangan telah berakhir. Kesusahan dan perselisihan telah selesai. Nyanyian-nyanyian kemenangan memenuhi seluruh surga sebagaimana orang-orang yang telah dibebaskan itu mengangkat alunan yang menyenangkan, Layak, layaklah Anak Domba yang telah disembelih itu, dan hidup kembali, seorang penakluk yang menang. 333.4

November 21 – Look at Things Eternal
We look not at the things which are seen, but at the things which are not seen: for the things which are seen are temporal; but the things which are not seen are eternal. 2 Cor. 4:18.
If the church will put on the robe of Christ’s righteousness, withdrawing from all allegiance with the world, there is before her the dawn of a bright and glorious day. God’s promise to her will stand fast forever. . . . Truth, passing by those who despise and reject it, will triumph. Although at times apparently retarded, its progress has never been checked. . . . Endowed with divine energy, it will cut its way through the strongest barriers and triumph over every obstacle. 333.1
What sustained the Son of God during His life of toil and sacrifice? He saw the results of the travail of His soul and was satisfied. Looking into eternity, He beheld the happiness of those who through His humiliation had received pardon and everlasting life. His ear caught the shout of the redeemed. He heard the ransomed ones singing the song of Moses and the Lamb. 333.2
We may have a vision of the future, the blessedness of heaven. In the Bible are revealed visions of the future glory, scenes pictured by the hand of God, and these are dear to His church. By faith we may stand on the threshold of the eternal city, and hear the gracious welcome given to those who in this life co-operate with Christ, regarding it as an honour to suffer for His sake. As the words are spoken, “Come, ye blessed of my Father,” they cast their crowns at the feet of the Redeemer, exclaiming, “Worthy is the Lamb that was slain to receive power, and riches, and wisdom, and strength, and honour, and glory, and blessing. . . . Honour, and glory, and power, be unto him that sitteth upon the throne, and unto the Lamb for ever and ever.” Matthew 25:34; Revelation 5:12, 13. 333.3
There the redeemed greet those who led them to the Saviour, and all unite in praising Him who died that human beings might have the life that measures with the life of God. The conflict is over. Tribulation and strife are at an end. Songs of victory fill all heaven as the ransomed ones take up the joyful strain, Worthy, worthy is the Lamb that was slain, and lives again, a triumphant conqueror. 333.4

Leave a Reply