LUKA ITU SEMBUH

January 1, 2014 - Apris Doko

Sejarah KeKristenan Bangkitnya Gereja Roma
Kemudian pada tahun 312 A.D. Kaisar Roma, Konstantin mengaku mendapatkan pengalaman pertobatan. Sekitar 70 tahun kemudian, pada masa pemerintahan Theodosius, keKristenan menjadi agama resmi dari kekaisaran Romawi. Para Bishop diberi tempat terhormat dalam pemerintahan, dan pada tahun 400 A.D. istilah Romawi dan Kristen pada dasarnya sama.

Setelah Konstantin, orang-orang Kristen tidak lagi dianiaya. Pada waktu itu, orang-orang tidak percaya yang mengalami penganiayaan, kecuali kalau mereka “bertobat” kepada keKristenan. Pertobatan yang dipaksa semacam ini mengakibatkan banyak orang yang bergereja tanpa mengalami perubahan hati yang sejati. Orang-orang ini membawa berhala-berhala mereka dan kebiasaan-kebiasaan mereka, dan gereja berubah: ikon-ikon, desain arsitektur yang ruwet, perjalanan ziarah, dan pemujaan orang-orang suci ditambahkan kepada ibadah gereja mula-mula yang sederhana. Kira-kira pada saat yang hampir sama, beberapa orang Kristen meninggalkan Roma dan memilih untuk tinggal secara terpencil sebagai biarawan, dan baptisan bayi diperkenalkan sebagai cara untuk menyucikan dosa asal.

Dalam abad-abad berikutnya, berbagai konsili gereja dilakukan untuk menentukan doktrin resmi gereja, untuk mengecam perlakuan salah terhadap para pelayan Tuhan, dan untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. Dengan makin melemahkan Kekaisaran Roma, gereja menjadi makin berkuasa dan makin banyak pertentangan antara gereja-gereja di Barat dan Timur. Gereja Barat (Latin), berpusat di Roma, mengklaim otoritas kerasulan terhadap semua gereja. Bishop Roma bahkan mulai menyebut diri “paus” (Bapa). Hal ini tidak dapat diterima dengan baik oleh Gereja Timur (Gerika) yang berpusat di Konstantinopel. Perbedaan teologis, politis, prosedural dan bahasa mengakibatkan Perpecahan Besar pada 1054 di mana Gereja Katolik (Universal) Roma dan Gereja Ortodoks Timur saling mengucilkan satu dengan yang lainnya dan memutuskan hubungan.

Sejarah KeKristenan Abad Pertengahan
Selama Abad Pertengahan di Eropa, Gereja Katolik Roma terus memegang kekuasaan, dengan paus sebagai pemegang kekuasaan atas semua jenjang kehidupan dan hidup seperti raja. Korupsi dan ketamakan dalam kepemimpinan gereja adalah hal yang umum. Dari tahun 1095 sampai 1204 para paus mendukung serangkaian perang salib yang berdarah dan mahal dalam usaha untuk mengusir kaum kaum Muslimin dan membebaskan Yerusalem.
Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap oleh para serdadu Napoleon dan dipenjara.
Perlu diketahui, bahwa Napoleon adalah atheis yang tidak percaya Alkitab. Ketika nubuatan Alkitab mengatakan bahwa Eropa tidak dapat bersatu lagi, dia tidak percaya dengan berkata: “aku akan membuktikan bahwa aku bisa mempersatukan Eropa kembali”
Daniel 2:41-43 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat. Tetapi semua itu tidak mungkin dapat. Berulang-ulang usaha itu dicoba bahkan juga oleh Hitller dan yang lainnya. Sekarang Jerman berusaha mempersatukan Eropa melalui mata uang Euro, tapi tidak semua negara-negara Eropa menyetujuinya. Walaupun mereka tergabung dalam kesatuan negara-negara uni Eropa; walaupun banyak perkawinan campur diantara mereka yang dilandaskan cinta, tetapi secara bangsa mereka tidak mungkin bersatu.
Tanduk kecil itu (666) akan muncul dari antara negara Roma yang terpecah. Itulah Vatikan dengan pemimpin negara dan agama yang disatukan: Paus yang adalah pemimpin besar babel / pengacau, dan penghujat Allah itu.
Dunia melihat paus dipenjara, melihat bahwa kepausan sudah berakhir dan tidak mungkin muncul lagi.
Wahyu 13:3. Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
Tetapi Allah sudah melihat apapun yang akan terjadi. Nubuatan tidak mungkin meleset.
Pada tanggal 24 Mei 1814 Paus dibebaskan(luka itu sembuh). Dan seluruh dunia heran dan mengikutinya.
Sejarah Katolik menuliskan: Bapa itu, ketika dalam penjara terus berdoa memohon kelepasan pada Maria bunda Yesus itu, sehingga dia dibebaskan. Dapatkah manusia menjawab doa-doa? Maria ibu Yesus adalah manusia biasa, dia sudah mati dan tulang-belulangnya ada di dalam tanah. Bukankah dia sedang tertidur dan tidak sadar dalam kuburnya? Bunda Maria palsu yang gentayangan, pembuat banyak mujizat penjawab doa-doa paus, pastor-pastor, uskup-uskup, romo-romo, pater-pater, suster-suster serta para pengikut, dia itu adalah Setan sesungguhnya, yang patung-patungnya sering menangis darah dalam biara-biara. Yang telah memberikan kuasa yang dapat mengutuk musuh atau memberkati orang banyak. Tetapi sayang sekali, dia tidak bisa berbuat apa-apa kepadaku yang kecil, bodoh, lemah dan sendiri tanpa pengawalan manusia ini. Sebab Yesus Kristus asli, Tuhan atas hari Sabat dan Tuhan serta Juruselamat bagi yang percaya, satu-satunya jalan kebenaran dan hidup itulah yang melindungiku.
Paus diberikan kuasa oleh Naga (Setan) dengan mulut yang penuh kesombongan dan hujat yaitu menyamakan diri dengan Allah serta dapat mengampuni dosa dan merubah hukum-hukum Tuhan yang kekal itu, mengubah Sabat hari ketujuh yang kudus kepunyaan Tuhan ke hari pertama dalam pekan dan berkata bahwa paus adalah benar-benar Allah dan berwewenang untuk mengubah hukum DIA (TUHAN) yang Mahakudus yang hidup dan kekal, membuat patung-patung penyembahan dalam gereja, dan semua orang yang tidak menghormatinya adalah bidat yang harus dibinasakan.
Kepausan mengatakan Paus adalah wakil Allah di surga, di bumi dan di neraka. Adakah manusia yang boleh seperti itu?
Lalu kenapa Allah yang besar kuasa-Nya membiarkan naga dan binatang itu?
Jawabannya masih tetap sama: Jika Allah membunuh mereka dulu atau sekarang, maka semua ciptaan akan menyembah-Nya bukan dengan kasih, tapi dengan ketakutan.
Tetapi penyesatan itu harus ditelanjangi, sehingga dunia dan seluruh jagad raya ini tahu bahwa karena kejahatan dan penolakan mereka terhadap kasih Allah itu sehingga mereka harus dilenyapkan. Allah itu kudus, dan dosa itu memisahkan ciptaan-Nya dari Dia yang empunya hidup kekal itu. Jadi mereka yang tidak melepaskan dosa harus mati kekal bersama dosa itu.
Dapatkah aku yang kecil berani mengatakan sesuatu yang menentang penguasa dunia itu? Jika bukan karena perlindungan DIA yang tidak terbatas itu, aku sudah ditangkap dan dibinasakan. Bukankah ketika peperangan dimanapun, semua pemimpin agama dan negara akan tunduk dan segan kepada Paus itu? Bukankah peperangan akan berhenti, negara-negara yang bertikai akan berdamai jika paus menyerukan damai?
Kekuasaan paus tidak akan berakhir sebelum Yesus Kristus datang kedua kali. Sekarang dia tampak tenang, tetapi sebentar lagi setelah badai aniaya itu dilepaskan, dia akan tampil mengikuti Amerika Serikat itu sebagai pelopor dalam menganiaya serta menghasut raja-raja dan pemerintah-pemerintah diseluruh dunia untuk menganiaya umat-umat tebusan.
Ini bukan pekerjaanku. Ini amaran Tuhan itu agar siapapun yang ingin selamat harus mengikuti apa kata Alkitab. Dihadapan Tuhan, tidak ada dosa sepele, sekecil apapun dosa, itu tetap dosa. Kamu yang menganggap aku membuat permusuhan, sudah sepantasnya kamu mempersiapkan diri menjadi penganiaya umat-umat Tuhan, lalu binasa selama-lamanya bersama dengan Setan dan semua yang jahat yaitu orang-orang yang terus menerus memelihara dosa-dosa kesayangan. Jadi keselamatan itu bukan sekedar berseru kepada Tuhan, tetapi kamu harus membuahkan penurutan dari iman yang benar kepada Yesus Kristus itu.
Lukas 3:8,9 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.”
Matius 7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Ujilah setiap amaran dan pekabaran.
1 Korintus 3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Masihkah kamu percaya kepada penyesat yang mengatas namakan persatuan?
Sebab sebagian penyesat akan mucul bahkan dari kumpulan umat-umat sisa dan berkata: “mari kita bersatu dan saling menguatkan. Jangan ada lagi perpecahan atau pertengkaran. Agama apapun, Tuhan mengasihi kita; kita ini bersaudara; Islam dan Kristen bersaudara; Protestan dan Katolik itu bersaudara; menginjil itu untuk mempersatukan dan bukan menganggap agama kita benar dan agama lain sesat; sampaikan pekabaran dalam gereja Advent dan jangan dulu memberi pekabaran keluar (mereka pikir atas kehendak manusia pekerjaan ini datang), dsb”
1 Korinttus 11:19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.
Jika aku menentang semua penyimpangan dari agama manapun itu, apapah aku membuat kalian bermusuhan? Tidak sama sekali. Sudah saatnya kalian jangan saja menentangku dengan argumen-argumen kosong yang tampak bijak dan benar menurut kebanyakan orang, tetapi bersatulah dan binasakan aku yang kecil ini. Supaya nyata bahwa kalian semua benar-benar umat Tuhan dan aku adalah benar-benar penyesat. Jika gagal dengan cara yang satu, coba dengan cara yang lain. Atau lakukan semua cara itu secara serentak. Dengan senjata, orang-orang kuat, kuasa-kuasa mujizat, tenaga dalam, keahlian beladiri, pedang, pentungan, orang banyak, doa-doa orang Advent ataupun yang non Advent, kutukan-kutukan, bom, ilmu putih atau ilmu hitam, hipnotis Advent ataupun non Advent, preman-preman Advent ataupun yang non Advent, dari masing-masing golongan atau gabungan dari banyak agama dan golongan, santet, jimat, dsb, dan lihatlah siapa Yesus Kristus yang adalah Tuhan atas hari Sabat, Tuhan yang aku sembah dan Alkitab-Nya yang benar dan tidak dapat dirobah itu dan yang melarang umat-Nya untuk makan segala yang haram itu. Jika kalian gagal, aku tetap akan mengasihi, mengampuni dan mendoakan kalian semua supaya berbalik dan jangan binasa dalam neraka nanti. Mungkin dari kamu yang percaya allah dewa Arab yang memiliki kitab Quran dan telah mengangkat Muhamad menjadi nabi itu dapat menghentikanku. Sebab aku yang kecil ini telah menuliskan penyesatan kalian yang tidak jauh berbeda dengan penyesatan Katolik, Protesatan, Yahudi, Saksi Yehova, Hindu, Budha, Shinto, dan agama-agama lain yang telah menyimpang dari Alkitab dan yang tidak percaya bahwa rasul Paulus itu dikuasai oleh Roh Kudus, yang mengatakan bahwa Alkitab telah menyimpang dan tidak asli, dsb, spiritisme dan golongan-golongannya, atheis dan golongan-golongannya, bahkan penganut Advent pembangkang yang membenci serta penentang amaran-amaran yang aku tuliskan, kalian semua sungguh-sungguh sesat dan menentang Allah yang Mahatinggi itu. Hentikanlah aku, supaya seluruh dunia tahu bahwa akulah yang sesat dan kamu sekalian adalah benar bekerja karena kasih yang dari Tuhan. Jika tidak dapat, maka pekerjaan yang aku lakukan adalah benar dari Allah yang Mahatinggi yang adalah pekabaran kasih dari Dia yang hidup, Yesus Kristus, Tuhan Pencipta dan Juruselamat, yang adalah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup, juga Tuhan atas hari Sabat/Sabtu yang diinjak-injak oleh semua agama sesat.

Atas kuasa Setanlah pekabaran dan aliran-aliran datang dan dengan kuasa Setanlah orang-orang banyak itu digerakan. Dengan demikian orang akan merasa bahwa tidak perlu menuruti semua perintah Tuhan. Cukup dengan berbuat kebaikan, bersatu. Agama apapun, pasti selamat; Allah mengasihi mereka yang percaya Yesus maupun yang tidak percaya Yesus; penginjilan itu mempersatukan semua umat dan bukan membuat permusuhan; dsb. Bukankah agama yang benar itu adalah yang menuruti semua isi Alkitab itu? Bukankah seluruh dunia akan bersatu untuk menganiaya umat-umat tebusan? Kamu yang setuju dengan penyesat itu, bersiaplah untuk bersatu dan menganiaya umat-umat tebusan. Waspadalah, karena penyesatan hari ini lebih hebat dari hari kemarin, dan penyesatan besok akan lebih hebat lagi dari hari ini. Selamat minggu bekerja bagi yang percaya, Tuhan Yesus memberkati!..

› tags: luka / sembuh /

Comments

  1. Vanilio says:

    Yohanes 5:16-18 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.
    Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”
    Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Leave a Reply