Mari Kita Kerja Bagi Tuhan (Sebuah Kesaksian)

December 3, 2015 - kesaksian

Oleh Leyne Wagiu

Renungan ini adalah kesaksian pribadi yang hidup dan nyata terjadi di awal tahun 2008, yang semoga membawa kekuatan dan pertumbuhan iman bagi kita semua, sambil membawa semangat menginjil kita tetap teguh dan membawa banyak jiwa-jiwa datang kepada Tuhan hingga Ia datang, sebagaimana panggilan dari ayat yang tertera di bawah ini.

 

Kisah Para Rasul 1:8: “Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

 

Di Langka, Kecamatan Noyan, Kalimantan Barat, letaknya  60 km dari Balai Karangan (tempat klinik kita berada) dengan medan yang cukup sulit dicapai sebab naik turun gunung yang berlobang dan licin sampai mobil kijang yang mereka pakai harus dikeluarkan – ditarik dari lobang lumpur oleh sebuah mobil truk.  Charity clinic diadakan setiap hari dengan pasien yang berjumlah 452 orang dalam seminggu – akhirnya ada 37 orang baptisan.  Setelah makan siang, Pendeta Tjutju Elia naik motor untuk pergi membaptiskan 9 orang di Entabai, satu tempat yang jauh lagi di gunung lain, karena tidak mampu mengangkut mereka untuk di baptiskan di Langka. Jadi total ada 46 jiwa yang dibaptis.

 

Di Beduai – Mansai juga dilayani oleh 5 orang.   Pergi ke lokasi ini benar-benar lebih hutan lagi. Kami coba naik mobil kijang tetapi kandas akhirnya kami dipindahkan ke mobil truk dengan medan yang cukup sulit sebab jalannya naik turun gunung dengan lobang-lobangnya yang sangat besar dan licin berlumpur.  Saya adalah satu-satunya perempuan, menjadi tukang masak sendiri yang dibantu oleh Adriel Sakul dari RSA Bandung selama KKR.  Cukup repot juga tetapi Tuhan memberikan kesehatan yang kuat selama KKR, jadi tidak sakit. Kuasa Tuhan. Mandi dan masak pakai air sungai, tinggal di rumah kecil tanpa plafon jadi suhu cukup panas.

 

Hari kedua waktu kita sementara mandi di sungai yang airnya agak coklat itu, saya tanya kepada seorang ibu yang lagi mencuci baju.  “Kenapa air ini lebih keruh dari kemarin?” Ibu itu menjawab, “Ya, soalnya ada babi-babi yang sedang mandi di atas maka agak keruh airnya!” Saya cepat-cepat keluar dari sungai itu karena takut kena penyakit.

 

Tempat kami  tinggal ada dua kamar, saya di satu kamar dengan semua obat-obatan, peralatan dan bahan makanan dan lain-lain sebagainya, sedangkan teman-teman lainnya di kamar  yang satu lagi berjumlah delapan orang ditambah dengan dua motor yang ikut parkir di situ.  Jadi seperti ikan roa berhimpit-himpitan, sekaligus dengan kompor masak, sayur-sayuran, beras dan cabe dan gas dan bawang, dan lain-lainnya, dengan baunya yang bermacam-macam.  Walaupun dengan kondisi yang demikian, kami tetap dapat tidur dengan pulas yang mungkin dikarenakan keletihan yang luar biasa setelah seharian menyusuri jalan dengan medan yang cukup berat, penuh lubang dan licin.

 

Charity clinic juga diadakan di Mansay.  Saya mengajari anak-anak menyanyi sambil memasak.  Jam 3 anak-anak sudah banyak berdatangan di rumah yang sempit itu. Sambil kupas bawang dan memasak,  saya ajari mereka lagu anak-anak dan mereka senang semua.  Akhir dari KKR hampir semua orang yang tinggal di dusun Mansay yang berjumlah 33 jiwa dibaptis. Puji Tuhan dengan kuasa Roh Suci.

 

Setelah baptisan pada jam 10, Pdt. Sardjono dan Adriel Sakul bergegas naik motor pergi untuk membaptiskan jiwa-jiwa baru di Bungok yang lokasinya 70 km jauhnya dan ingin membuat acara baptisan di Mansay tetapi karena jalan dan kendaraan tidak memungkinkan maka mereka berdua berangkat ke sana. Jadi total baptisan menjadi 36 orang.  Sebenarnya ada 40 orang tetapi karena yang empat orang sakit jadi tidak mampu masuk ke dalam air untuk dibaptiskan.

 

Kira-kira jam 2 siang semua tim dari Langka dan Mansay berangkat ke Balai dan tiba jam 5 sore, dan semuanya merasa letih.  Setelah tutup Sabat, Dr. Raymond Sakul, ahli bedah,  siap mengoperasi lipoma besar di punggung dari dua jiwa yang baru dibaptis di Mansay, mereka melakukan operasi di klinik Balai Karangan milik kami sampai jam 12 malam. Besok paginya, hari Minggu kami bawa 10 teman-teman RSA Bandung  ke Kuching – Sarawak, Malaysia (kecuali Dr. Raymond tidak ikut karena memberi pendalaman Alkitab dan kesehatan kepada  utusan-utusan gereja Advent di Balai).  Kita semua meluangkan waktu  seharian di Sarawak dan melihat banyak gereja-gereja MAHK di sana dan juga di Serian.  Sungguh menyenangkan disaat kami menjenguk satu tempat di Putah, Malaysia, yang satu kampungnya adalah orang-orang Advent semua dengan gereja yang besar.  Setiap Sabat ada 550 anggota berbakti dan memuji Tuhan. Luar biasa! Sebagai gambaran bahwa kalau kita selamat, di surga semua orang dari segala bangsa menyanyi dan berbakti bersama-sama, bukan?

 

Akhirnya, hari Senin 18 Pebruari tim RSA Bandung pulang dengan menumpang dua buah mobil Kijang ke Pontianak dan jam 5 sore berangkat kembali ke Jakarta dengan penuh sukacita atas pengalaman yang luar biasa di daerah terpencil di Kalimantan Barat.

 

Tanggal 2 Juni nanti, kami akan mengadakan KKR lagi di satu wilayah baru, pedalaman Kalimantan Barat dengan teman-teman tamatan AKPER dari USA dan Jerman setelah reuni di Bali. Tolong doakan rencana ini sebab ada satu kampung yang terdiri dari 120 KK ingin belajar firman Tuhan dengan sungguh-sungguh.  Banyak orang sangat haus akan kebenaran ini apalagi lihat-lihat tanda-tanda zaman yang sudah sangat nyata saat ini.

Kita semua dapat berpartisipasi dalam pekerjaan penginjilan ini dengan berbagai cara. Sepeda motor adalah sarana transport yang sangat dibutuhkan dalam menjelajahi medan yang berat seperti di atas.  Anda dapat membantu dengan menyumbang untuk membeli sepeda motor, misalnya. Atau ada berkat Tuhan lainnya yang kita ingin bagikan untuk menunjang pekerjaan Tuhan di daerah pedalaman sana.  Tuhan melihat kedermawan hati umat-umat-Nya dan Dia akan memberkati dengan limpah lagi! Dan lebih dari pada itu, marilah kita menjadi saksi-saksi bagi Allah yang bekerja dengan tekun membawa jiwa-jiwa datang kepada Yesus.

 

Kiranya Tuhan memberkati kita semua, tetap setia dan rajin belajar firman-Nya supaya kita selalu kuat, bertumbuh dalam iman.  God bless and love you, always!

 

Leyne Wagiu

Leave a Reply