Masa Kesusahan Yakub

21 September – Masa Kesusahan Yakub
Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya. Yeremia 30:7.

Saya melihat bahwa keempat malaikat itu menahan keempat angin hingga pekerjaan Yesus selesai di tempat kudus, dan kemudian akan datang tujuh bela yang terakhir itu. Bela-bela ini membangkitkan amarah orang-orang jahat menentang orang-orang benar; mereka menyangka bahwa kita telah membawakan pehukuman-pehukuman Allah atas mereka, dan seandainya mereka dapat membebaskan bumi dari kita, bela-bela itu akan berhenti. Sebuah undang-undang dikeluarkan untuk membunuh orang-orang kudus, yang menyebabkan mereka berseru siang dan malam bagi kelepasan mereka. Inilah masa kesusahan Yakub. 272.1
Sebagaimana Setan mempengaruhi Esau untuk menghadang Yakub, demikianlah ia juga akan menggerakkan orang-orang jahat untuk menghancurkan umat Allah dalam masa kesusahan itu. Dan sebagaimana ia telah menuduh Yakub, ia pun akan mendesakkan tuduhan-tuduhannya menentang umat Allah itu. Ia memperhitungkan dunia ini sebagai wilayah kekuasaannya; tetapi serombongan kecil umat yang memelihara perintah-perintah Allah itu bertahan menolak supremasinya. Jika saja ia dapat menyingkirkan mereka dari bumi ini, maka kemenangannya akan sempurna. Setan ini melihat bahwa para malaikat suci menjaga mereka, dan ia menduga bahwa dosa-dosa mereka telah diampuni; namun ia tidak tahu bahwa kasus-kasus mereka telah diputuskan di tempat kudus di surga. Ia mempunyai pengetahuan yang akurat akan dosa-dosa yang diujinya kepada mereka untuk diakui, dan ia membeberkan dosa-dosa ini di hadapan Allah dalam terang yang luar biasa, dengan menunjukkan orang-orang ini untuk dijadikan sama seperti dirinya sendiri dikecualikan dari karunia Allah. Ia menyatakan bahwa Tuhan tidak dapat mengampuni dosa-dosa mereka dalam keadilan dan akan menghancurkan ia dan para malaikatnya. Ia mengklaim mereka sebagai rampasannya dan menuntut supaya mereka diberikan kepadanya untuk dihancurkan. 272.2
Sebagaimana Setan menuduh umat Allah atas dosa-dosa mereka, Tuhan mengizinkannya untuk mencobai mereka dengan amat sangat. Keyakinan mereka di dalam Allah, iman dan keteguhan mereka, akan diuji dengan sungguh-sungguh. Sebagaimana mereka melihat kembali ke masa lalu, harapan-harapan mereka tenggelam; sebab di dalam seluruh hidup mereka dapat mereka lihat hanya sedikit kebaikan. Mereka sungguh sadar akan kelemahan dan ketidaklayakan mereka. Setan berusaha keras menakuti mereka dengan pikiran bahwa kasus-kasus mereka adalah tidak mempunyai harapan, bahwa noda kecemaran mereka tidak akan pernah dapat dihapuskan. Ia berharap demikian untuk menghancurkan iman mereka sehingga mereka akan menyerah pada pencobaan-pencobaannya dan beralih meninggalkan persekutuan mereka dengan Allah. 272.3

22 September – Mengapa Ada Masa Kesusahan Itu
Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Mazmur 46:1.

Meskipun umat Allah akan dikepung oleh musuh-musuh yang disesatkan untuk kehancuran mereka, penderitaan yang mereka alami bukanlah rasa takut akan penganiayaan demi kebenaran; mereka takut bahwa setiap dosa belum mereka tinggalkan, dan bahwa atas beberapa kesalahan di dalam diri mereka sendiri mereka akan gagal mewujudkan kegenapan janji Sang Juruselamat: “Karena engkau menuruti firmanKu, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi”. Wahyu 3:10. Seandainya mereka dapat memiliki jaminan pengampunan maka mereka tidak akan menjauhkan diri dari penyiksaan atau kematian; tetapi jika mereka terbukti tidak setia dan kehilangan hidup mereka karena cacat tabiat mereka sendiri, maka nama Allah akan dipermalukan. 273.1
Di mana-mana mereka mendengar rencana-rencana pengkhianatan dan melihat pekerjaan yang aktif atas pemberontakan; dan muncullah di dalam diri mereka sebuah keinginan yang mendalam, kerinduan yang sungguh dari jiwa, agar kemurtadan besar ini dapat dihentikan dan kejahatan orang-orang jahat berakhir. Namun sementara mereka memohon kepada Allah untuk menghentikan pekerjaan pemberontakan itu, dengan perasaan malu akan diri sendiri bahwa mereka sendiripun tidak memiliki kekuatan yang lebih banyak untuk bertahan dan menolak jerat yang kuat dari orang-orang jahat. Mereka merasa bahwa jika mereka selalu memberdayakan semua kemampuan mereka di dalam pelayanan Kristus, maju terus dalam kekuatan, maka balatentara Setan akan berkurang kekuatannya untuk menang melawan mereka. 273.2
Jiwa mereka bersusah di hadapan Allah, menunjuk pada masa pertobatan atas dosa-dosa mereka dan memohon janji Sang Juruselamat: “Kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepadaKu dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku!” Yesaya 27:5. Iman mereka tidak jatuh karena doa-doa mereka tidak langsung dijawab. Meskipun menderita kecemasan, teror, dan kesusahan yang sangat pelik, mereka tidak menghentikan perantaraan mereka. Mereka berpegang pada kekuatan Allah sebagaimana Yakub berpegang pada Malaikat itu; dan bahasa dari jiwa mereka adalah: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, kecuali engkau memberkati aku.” 273.3
Masa kesusahan adalah percobaan yang membawa keluar tabiat-tabiat seperti Kristus. Masa itu dirancang untuk menuntun umat Allah menjauhkan diri dari Setan dan cobaan-cobaannya. 273.4

September 21 – The Time of Jacob’s Trouble
Alas! for that day is great, so that none is like it: it is even the time of Jacob’s trouble; but he shall be saved out of it. Jer. 30:7.
I saw that the four angels would hold the four winds until Jesus’ work was done in the sanctuary, and then will come the seven last plagues. These plagues enraged the wicked against the righteous; they thought that we had brought the judgments of God upon them, and that if they could rid the earth of us, the plagues would then be stayed. A decree went forth to slay the saints, which caused them to cry day and night for deliverance. This was the time of Jacob’s trouble. 272.1
As Satan influenced Esau to march against Jacob, so he will stir up the wicked to destroy God’s people in the time of trouble. And as he accused Jacob, he will urge his accusations against the people of God. He numbers the world as his subjects; but the little company who keep the commandments of God are resisting his supremacy. If he could blot them from the earth, his triumph would be complete. He sees that holy angels are guarding them, and he infers that their sins have been pardoned; but he does not know that their cases have been decided in the sanctuary above. He has an accurate knowledge of the sins which he has tempted them to commit, and he presents these before God in the most exaggerated light, representing this people to be just as deserving as himself of exclusion from the favour of God. He declares that the Lord cannot in justice forgive their sins and yet destroy him and his angels. He claims them as his prey and demands that they be given into his hands to destroy. 272.2
As Satan accuses the people of God on account of their sins, the Lord permits him to try them to the uttermost. Their confidence in God, their faith and firmness, will be severely tested. As they review the past, their hopes sink; for in their whole lives they can see little good. They are fully conscious of their weakness and unworthiness. Satan endeavours to terrify them with the thought that their cases are hopeless, that the stain of their defilement will never be washed away. He hopes so to destroy their faith that they will yield to his temptations and turn from their allegiance to God. 272.3

September 22 – Why the Time of Trouble
God is our refuge and strength, a very present help in trouble. Ps. 46:1.
Though God’s people will be surrounded by enemies who are bent upon their destruction, yet the anguish which they suffer is not a dread of persecution for the truth’s sake; they fear that every sin has not been repented of, and that through some fault in themselves they will fail to realize the fulfilment of the Saviour’s promise: I “will keep thee from the hour of temptation, which shall come upon all the world.” Revelation 3:10. If they could have the assurance of pardon they would not shrink from torture or death; but should they prove unworthy, and lose their lives because of their own defects of character, then God’s holy name would be reproached. 273.1
On every hand they hear the plottings of treason and see the active working of rebellion; and there is aroused within them an intense desire, an earnest yearning of soul, that this great apostasy may be terminated and the wickedness of the wicked may come to an end. But while they plead with God to stay the work of rebellion, it is with a keen sense of self-reproach that they themselves have no more power to resist and urge back the mighty tide of evil. They feel that had they always employed all their ability in the service of Christ, going forward from strength to strength, Satan’s forces would have less power to prevail against them. 273.2
They afflict their souls before God, pointing to their past repentance of their many sins, and pleading the Saviour’s promise: “Let him take hold of my strength, that he may make peace with me; and he shall make peace with me.” Isaiah 27:5. Their faith does not fail because their prayers are not immediately answered. Though suffering the keenest anxiety, terror, and distress, they do not cease their intercessions. They lay hold of the strength of God as Jacob laid hold of the Angel; and the language of their souls is: “I will not let thee go, except thou bless me.” 273.3
The time of trouble is the crucible that is to bring out Christlike characters. It is designed to lead the people of God to renounce Satan and his temptations. 273.4

Leave a Reply