Masa Pengujian

February 4, 2013 - Ellen G. White

Renungan Harian dari Roh Nubuat tanggal 2 dan 3 Februari (MARANATHA THE LORD IS COMING – Ellen G. White) :

2 Februari – Sebuah Standar Yang Tinggi
Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, Tuhan, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku. Imamat 20:26.

Saya juga telah melihat banyak orang yang tidak menyadari apa yang mereka harus perbuat agar dapat bertahan hidup di dalam pemandangan Tuhan tanpa seorang imam agung di bilik suci selama masa kesusahan itu. Mereka yang menerima meterai dari Allah yang hidup dan dilindungi dalam masa kesusahan itu harus merefleksikan citra Yesus secara sempurna. 41.1
Saya telah melihat banyak orang itu sedang mengabaikan persiapan yang sedemikian diperlukan dan sedang menantikan waktu “penyegaran” dan “hujan akhir” untuk menguatkan mereka bertahan di dalam hari Tuhan dan untuk hidup di dalam pemandanganNya. Oh, alangkah banyaknya orang yang saya lihat dalam masa kesusahan itu tanpa suatu tempat perlindungan! Mereka telah mengabaikan persiapan yang diperlukan; oleh sebab itu mereka tidak dapat menerima penyegaran yang semua orang harus miliki untuk menguatkan mereka bertahan hidup dalam pemandangan dari Allah yang suci. Mereka yang ….. gagal untuk memurnikan jiwa mereka dalam mematuhi seluruh kebenaran ….. akan menghadapi masa kejatuhan bela-bela itu, dan kemudian menyadari bahwa mereka telah memerlukan untuk ditempa dan dibentuk bagi bangunan itu. Akan tetapi ….. tidak akan ada Perantara yang memohonkan perkara mereka di hadapan Bapa. Sebelum peristiwa ini pernyataan yang sangat khidmat itu telah diberikan, “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” [Wahyu 22:11] 41.2
Saya telah melihat bahwa tak seorangpun bisa berbagi “penyegaran” itu hingga mereka memperoleh kemenangan atas setiap dosa, atas kesombongan, kecintaan diri sendiri, cinta akan dunia ini, dan atas setiap perkataan dan perbuatan yang salah. Oleh sebab itu kita harus semakin dekat dan dekat lagi kepada Tuhan dan dengan sungguh-sungguh mencari persiapan yang diperlukan itu untuk memampukan kita berdiri dalam pertempuran pada hari Tuhan itu. Biarlah kita semua mengingat bahwa Allah adalah kudus dan bahwa tidak ada kecuali yang kudus yang bisa berdiam dalam kehadiranNya. 41.3
Kita pada masa ini harus berjaga-jaga bahwa kita menyerang bukan di dalam perkataan atau perbuatan…….. Kita pada masa ini harus mencari Allah dan harus memastikan bahwa kita tidak akan beristirahat dengan puas tanpa kehadiranNya. Kita harus berjaga-jaga dan bekerja dan berdoa seakan-akan inilah hari terakhir yang akan mengganjar kita. Kalau demikian halnya, betapa kesungguhan yang dalam jadinya hidup kita. Betapa eratnya kita harus mengikuti Yesus di dalam seluruh perkataan dan perbuatan kita. 41.4

3 Februari – Masa Pengujian
Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena Tuhan itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. 1 Samuel 2:3.

Saya telah melihat seorang malaikat berdiri dengan memegang timbangan sedang mengukur pikiran-pikiran dan minat umat Allah, terutama orang-orang muda. Di satu sisi terdapat pikiran-pikiran dan minat yang mengarah ke surga; di sisi lain terdapat pikiran-pikiran dan minat yang mengarah ke bumi. Dan di dalam timbangan ini telah dibuang segala pembacaan buku-buku sejarah, pikiran-pikiran tentang pakaian dan pertunjukan hiburan, kesombongan, kebanggaan, dan lain-lain. Oh, betapa sebuah saat yang khidmat! Para malaikat Allah berdiri dengan memegang timbangan, mengukur pikiran-pikiran anak-anakNya—yaitu mereka yang menyatakan diri mati untuk dunia dan hidup bagi Allah. Bagian timbangan yang berisi akan pikiran-pikiran tentang dunia, kesombongan, dan kebanggaan itu dengan cepatnya turun lebih berat, tanpa dapat dicegah berat demi berat bergulir dari timbangan itu. Sementara bagian timbangan yang berisi pikiran-pikiran dan minat yang mengarah ke surga naik dengan cepat begitu yang lainnya menurun, dan oh, alangkah ringannya! Saya dapat memahaminya begitu saya melihatnya; tetapi saya tidak pernah bisa memberikan kesan yang khidmat dan hidup yang terdapat di benak saya, ketika saya melihat malaikat yang memegang timbangan itu mengukur pikiran dan minat umat Allah. Kata malaikat itu: “Bisakah orang-orang seperti itu masuk surga? Tidak, tidak, tidak pernah bisa. Katakan kepada mereka bahwa harapan yang sekarang mereka miliki adalah sia-sia, dan jika mereka tidak bertobat dengan segera untuk memperoleh penyelamatan, maka mereka pasti binasa.”…. 42.1
Saya melihat bahwa banyak orang mengukur diri mereka sendiri di antara mereka sendiri, dan membandingkan hidup mereka dengan hidup orang-orang lain. Ini tidak seharusnya terjadi. Tak ada satu pun selain Kristus diberikan kepada kita sebagai contoh. Dialah Teladan yang benar milik kita, dan setiap orang harus berjuang untuk unggul di dalam meniru Dia….. 42.2
Saya melihat bahwa sebagian orang hingga kini sulit mengetahui apa yang dimaksud dengan penyangkalan diri atau pengorbanan itu, atau apa maksudnya menderita demi kebenaran. Tetapi tidak seorangpun masuk surga tanpa membuat sebuah pengorbanan. Sebuah semangat penyangkalan diri dan pengorbanan harus dihargai. Sebagian orang belum mengorbankan diri mereka sendiri, tubuh mereka sendiri, di atas mezbah Allah. Mereka terburu-buru, cepat marah, memanjakan selera, dan cenderung pada minat mereka sendiri, mengabaikan perkara Allah. Mereka yang ingin membuat pengorbanan apa saja bagi kehidupan yang abadi, akan memilikinya; dan adalah akan bernilai menderita baginya, berhargalah menyalibkan diri sendiri baginya, dan mengorbankan setiap pujaan baginya. Ukuran yang jauh lebih unggul dan abadi dari kemuliaan menelan segala perkara dan memudarkan setiap kesenangan duniawi. 42.3

February 2 – A High Standard
And ye shall be holy unto me: for I the Lord am holy, and have severed you from other people, that ye should be mine. Lev. 20:26.
I also saw many do not realize what they must be in order to live in the sight of the Lord without a high priest in the sanctuary through the time of trouble. Those who receive the seal of the living God and are protected in the time of trouble must reflect the image of Jesus fully. 41.1
I saw that many were neglecting the preparation so needful and were looking to the time of “refreshing” and the “latter rain” to fit them to stand in the day of the Lord and to live in His sight. Oh, how many I saw in the time of trouble without a shelter! They had neglected the needful preparation; therefore they could not receive the refreshing that all must have to fit them to live in the sight of a holy God. Those who . . . fail to purify their souls in obeying the whole truth . . . will come up to the time of the falling of the plagues, and then see that they needed to be hewed and squared for the building. But there will be . . . no Mediator to plead their cause before the Father. Before this time the awfully solemn declaration has gone forth, “He that is unjust, let him be unjust still: and he which is filthy, let him be filthy still: and he that is righteous, let him be righteous still: and he that is holy, let him be holy still.” 41.2
I saw that none could share the “refreshing” unless they obtain the victory over every besetment, over pride, selfishness, love of the world, and over every wrong word and action. We should, therefore, be drawing nearer and nearer to the Lord and be earnestly seeking that preparation necessary to enable us to stand in the battle in the day of the Lord. Let all remember that God is holy and that none but holy beings can ever dwell in His presence. 41.3
We are today to watch that we offend not in word or deed. . . . We must today seek God and be determined that we will not rest satisfied without His presence. We should watch and work and pray as though this were the last day that would be granted us. How intensely earnest, then, would be our life. How closely would we follow Jesus in all our words and deeds. 41.4
February 3 – Weighing Time
The Lord is a God of knowledge, and by him actions are weighed. 1 Sam. 2:3.
I have seen an angel standing with scales in his hands weighing the thoughts and interest of the people of God, especially the young. In one scale were the thoughts and interest tending heavenward; in the other were the thoughts and interest tending to earth. And in this scale were thrown all the reading of storybooks, thoughts of dress and show, vanity, pride, et cetera. Oh, what a solemn moment! the angels of God standing with scales, weighing the thoughts of His professed children–those who claim to be dead to the world and alive to God. The scale filled with thoughts of earth, vanity, and pride quickly went down, notwithstanding weight after weight rolled from the scale. The one with the thoughts and interest tending to heaven went quickly up as the other went down, and oh, how light it was! I can relate this as I saw it; but never can I give the solemn and vivid impression stamped upon my mind, as I saw the angel with the scales weighing the thoughts and interest of the people of God. Said the angel: “Can such enter heaven? No, no, never. Tell them the hope they now possess is vain, and unless they speedily repent, and obtain salvation, they must perish.” . . . 42.1
I saw that many measure themselves among themselves, and compare their lives with the lives of others. This should not be. No one but Christ is given us as an example. He is our true Pattern, and each should strive to excel in imitating Him. . . . 42.2
I saw that some hardly know as yet what self-denial or sacrifice is, or what it is to suffer for the truth’s sake. But none will enter heaven without making a sacrifice. A spirit of self-denial and sacrifice should be cherished. Some have not sacrificed themselves, their own bodies, on the altar of God. They indulge in hasty, fitful temper, gratify their appetites, and attend to their own self-interest, regardless of the cause of God. Those who are willing to make any sacrifice for eternal life, will have it; and it will be worth suffering for, worth crucifying self for, and sacrificing every idol for. The far more exceeding and eternal weight of glory swallows up everything and eclipses every earthly pleasure. 42.3

› tags: masa pengujian / standar yang tinggi /

Leave a Reply