MELIHAT DARI DEKAT LEMBAGA ADVENT DI SYDNEY

September 20, 2015 - kesaksian

 

Oleh Yoshen Danun

Mungkin saya adalah salah seorang yang paling beruntung di sejagat komunitas Advent.  Saya mengenal Pdt. Sammy Lee, hanya melalui milis AI (Advent Indonesia), di mana beliau sangat aktif memberikan pemikiran dan jawaban-jawaban atas pertanyaan beberapa anggota milis.  Karena merasa yakin Pdt. Sammy Lee mempraktekan prinsip kekristenan yang sejati, maka saya memberanikan diri menulis email perkenalan, dan menyampaikan bahwa saya akan datang ke Sydney, itu  setahun yang lalu.  Beliau langsung meresponse email saya pada saat itu,  mengatakan bahwa beliau akan menjumpai saya dan akan membawa berkeliling ke lembaga-lembaga Advent di Sydney termasuk ke Avondale College yang jaraknya k.l. 130 km dari kota Sydney.  Namun sangat disayangkan pada tahun lalu, acara confrence kami sangat padat, sehingga saya tidak bisa mengalokasikan waktu untuk bertemu dengan Pdt. Sammy Lee.  Tahun ini kami ke Sydney lagi,  maka saya email lagi Pdt. Sammy Lee, dan response yang sama disampaikan bahwa beliau akan menjemput saya ke Bandara Internasional Sydney, langsung akan diajak melihat-lihat dari dekat Lembaga-lembaga Advent di Sydney.  Maka jadilah saya turist Advent di mana Pdt. Lee menjadi guide sekaligus sebagai driver dari mobil beliau sendiri.  Wah, tidak terbayangkan betapa terhormatnya saya diberikan pelayanan yang luar biasa seperti ini, hanya karena melalui pertemanan di email.

Sydney Adventist Hospital

Perjalanan kami dimulai dari Bandara Sydney, langsung menuju ke kompleks Advent di bagian Utara Sydney tepatnya di 185 Fox Valley Road, Wahroonga, NSW. dengan menempuh perjalanan satu jam dari Airport.  Sebelum ke sana, Pdt. Sammy Lee telah membuat janji dengan Jan Figtree, MBA, BSc, MT (ASCP), Marketing & Public Relation – Sydney Adventis Hospital (SAH).  Pada saat kami sampai, Jan sudah siap membawa kami berkeliling melihat dari dekat kamar, fasilitas-fasilitas mesin-mesin medis canggih yang dimiliki SAH.  Rumah Sakit yang besar ini, dan yang terbesar di NSW, merupakan kebanggaan tersendiri dari kalangan Advent di Australia. Bahkan Mr. Paul Ramsay, pendiri dan pemilik group di mana saya bekerja yaitu Ramsay Health Care yang memiliki 67 RS & Klinik di seantero Australia dan 3 di Indonesia, juga merasa kagum dengan SAH.  Itu dia katakan setahun yang lalu, waktu pertama kali saya bertemu di Sydney, sekaligus saya sampaikan bahwa saya Advent.  Lalu dia bilang Advent itu hebat, dan SAH sangat bagus.

Saya secara pribadi mengatakan bahwa SAH merupakan kebanggaan orang Advent Australia dan Advent pada umumnya.  Dari segi fasilitas, sangat bagus, kamar-kamar bersih dan rapih.  Teknologi medisnya tidak kalah, bahkan kalau bisa dikatakan terbaik dan terdepan.  Bayangkan saja mesin CT Scan, di Indonesia baru ada 64 slices, sementara di SAH sudah memilik 128 slicess merek Siemens, dan katanya waktu dibeli Septermber 2006 lalu baru ada 25 di dunia, dan yang pertama di Australia. Selain itu ada MRI 1.5 tesla, di mana RS Mitra Internasional – Jakarta, baru memasang 4 bulan lalu.  SAH sangat lengkap peralatan medisnya, ada mesin Anggio 2 unit, Urology Laser, mesin penanganan kanker (oncology) dan masih banyak lagi.  SAH dengan kamar perawatan 500 (345 untuk rawat inap), ada 12 meja operasi merupakan yang RS terbesar di Sydney.

 

Selain didukung dengan mesin-mesin medis yang berteknologi tinggi, SAH juga didukung dengan 2000 karyawan, 500 dokter yang melayani 40.000 inpatient, 160.000 outpatient, 2.000 persalinan dan 20.000 emergency cases per tahun.  Suatu jumlah yang sangat fantastik untuk ukuran Australia.  Walaupun lembaga ini dikategorikan not-for-profit organization, tapi tetap bisa maju dan berkembang.  Tahun 2006, SAH mendapatkan award sebagai RS terbaik se Asutralia untuk RS dengan 70 tt keatas.  Semua ini tidak lepas dari tim managemen yang qualified.

 

Melihat dari kemajuan SAH, mungkin sudah saatnya RSA di Indonesia perlu belajar dari mereka, bagaimana bisa berkembang dan tetap maju. Walaupun SAH pada awal dibangun berada di pinggiran kota, tetapi sekarang sudah berada di pemukiman elit di Australia, walaupun masih tetap di pinggiran kota. (www.sah.org.au)

Kantor Divisi

Di komplek yang sama dengan SAH ada kantor South Pasific Division dan lembaga pendukung lainnya.  Ada Adventist Media yang memproduksi film-film dan bahan-bahan lainnya untuk penginjilan.  Di sekitarnya berdiri rumah-rumah pekerja, dokter-dokter dan juga ada Sekolah Advent.  Selain daerahnya asri, juga tidak terlalu berada ditengah kota yang padat.  Sydney sendiri merupakan salah satu kota yang rapih, tertip dan bahkan saya hampir tidak pernah orang membunyikan klakson mobil.  Terbalik dengan Jakarta yang kotor, semrawut, bising dengan motor dan klakson dari orang-orang yang stress di jalan.  Untuk urusan kebaktian, ada 2 gereja di komplek Advent ini, dan salah satunya diperuntukkan bagi orang yang berjiwa muda karena dilengkapi dengan alat-alat musik, walaupun tidak sebising dengan gereja karismatik.  Kami tidak masuk ke Kantor Divisi, karena memang tidak buat janji sebelumnya, dan saya merasa tidak ada urgencynya saya masuk, cukup dilihat dari dekat saja.

Avondale College

Setelah selesai makan siang di SAH dengan menu vegetarian yang lengkap, kami meneruskan perjalanan ke Avondale College, kl. 130 km jaraknya dengan waktu tempuh 1 ½ jam.  Perjalanan sangat mengasikkan karena praktis kendaraan tidak terlalu ramai, akan tetapi tidak bisa memacu kendaraan diatas 80 km per jam, karena itulah batas tertinggi memacu kendaraan.  Mungkin itupulalah yang menyebabkan tingkat kematian di jalan raya tidak terlalu tinggi, dibanding di Indonesia.

 

Sebelum memasuki kampus Avondale College, sudah berjejer rumah-rumah yang menurut Pdt. Sammy Lee, adalah perkampungan Advent.  Sehingga praktis di sekeliling Avondale College didominasi orang Advent, bahkan ada pekuburan khusus orang Advent. Penduduk ini sebagian bekerja di kampus, dan sebagian lagi kerja di pabrik/industri yang ada disekitarnya.

 

Berada di kampus yang indah dan asri  akan membuat setiap mahasiswa dapat berkonsetrasi untuk belajar.  Mungkin dapat dibandingkan dengan kampus UNAI dan UNKLAB puluhan tahun yang silam.  Tidak berbeda dengan kampus-kampus Advent lainnya, Avondale College juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar. Mungkin yang membedakan, bahwa luas kampusnya mencapai 345 hektar, hanya 10 kali lebih besar dari kampus-kampus di Indonesia. Ratio dosen dan mahasiswa sangat berimbang, karena mahasiswa hanya ada 1.100 orang dari 22 negara, tentu Australia paling besar.  Tidak heran alumninya tersebar luas di Australia dan beberapa negara lain.  Untuk School on Nursing, jangan ditanya kwalitasnya, karena sangat diminati rumah sakit lain di Australia, selain dipakai sendiri oleh Sydney Adventist Hospital, walaupun demikian, Australia masih kekurangan perawat 50.000 per tahun (100.000 pensiun, sementara lulus 50.000).  Sementara untu lulusan sekolah penerbangan sudah tersebar luas di maskapai penerbangan besar kelas dunia.

 

Satu lagi kebanggaan dari Kampus Avondale, karena di dalamnya ada pabrik makanan yang memproduksi makanan-makanan sehat ala Advent.  Ini merupakan pabrik makanan yang dijual di Australia dan bahkan di export ke negara lain.  Menurut Pdt. Sammy Lee, pernah warga yang bukan Advent sekitar melaporkan ke pemerintahan bahwa limbah dari pabrik Advent itu limbahnya mencemari sungai.  Namun setelah pejabat yang berwenang datang memeriksa air dan ikan-ikannya, tidak didapati pencemaran.  Bahkan mereka heran karena ikan-ikannya sehat-sehat dan tidak ada kandungan bahan kimia berbahaya pada ikan-ikan tersebut.

 

Museum E.G. White juga ada di kampus ini.  Saya melihat dari dekat bangunannya, tetapi karena keterbatasan waktu, tidak sempat masuk melihat apa saja yang dipajang didalamnya.  Yang pasti bahwa kampus Avondale ini merupakan pilihan Ny. White, melalui petunjuk Tuhan dalam mimpinya.  Terbukti bahwa tempat ini sudah berdiri Avondale College selama lebih dari 100 tahun. (www.avondale.edu.au)

› tags: lembaga advent / sydney /

Leave a Reply