Memutarbalikkan Alkitab

May 4, 2013 - Ellen G. White

4 Mei – Memutarbalikkan Alkitab
Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain. 2 Petrus 3:16.

Pendirian yang menyatakan bahwa apa yang orang-orang percayai tidak memiliki konsekuensi adalah salah satu tipuan yang paling sukses dari Setan. Ia tahu bahwa kebenaran itu, jika diterima dengan mencintainya, akan menyucikan jiwa penerimanya; dengan demikian si penerima kebenaran itu secara terus-menerus berusaha untuk menyisihkan teori-teori yang palsu, dongeng-dongeng, dan injil yang lain……. 132.1
Penafsiran-penafsiran yang samar-samar dan aneh dari Alkitab, dan banyaknya teori-teori yang bertentangan mengenai iman agama, yang ditemukan dalam dunia Kristen saat ini adalah pekerjaan musuh besar kita untuk mengacaukan pemikiran sehingga mereka tidak akan melihat kebenaran. Dan perselisihan serta perpecahan yang terdapat di antara gereja-gereja Kekristenan adalah dalam skala besar disebabkan oleh merebaknya kebiasaan pemutarbalikan Alkitab demi mendukung sebuah teori yang disenangi. Alih-alih mempelajari firman Allah secara hati-hati dengan kerendahan hati untuk memperoleh sebuah pengetahuan yang berasal dari kehendakNya, banyak orang menyelidiki hanya untuk menemukan sesuatu yang ganjil atau yang asli. 132.2
Untuk mempertahankan doktrin-doktrin yang keliru atau praktik-praktik non-Kristen, sebagian orang akan mengambil bacaan-bacaan Alkitab secara terpisah dari konteksnya, barangkali dengan mengutip sebagian atau salah satu ayat untuk membuktikan pokok pikiran mereka, tatkala bagian bacaan yang masih tersisa akan menunjukkan makna yang sangat bertentangan dengan pokok pikiran mereka itu. Dengan kelicikan sang ular mereka membawa diri mereka sendiri masuk ke antara perkataan-perkataan yang tidak berkaitan yang ditafsirkan demi menyesuaikan nafsu-nafsu kedagingan mereka. Demikianlah banyak orang dengan sengaja menyesatkan perkataan Allah. Sebagian lainnya, yang memiliki imajinasi yang aktif, mengambil kiasan-kiasan dan simbol-simbol dari Tulisan Suci, menafsirkannya untuk menyesuaikan khayalan mereka, dengan meremehkan kesaksian Alkitab sebagai penafsir Alkitab itu sendiri, dan kemudian menyajikan bualan mereka sebagai ajaran-ajaran dari Alkitab. 132.3
Bilamana pembelajaran Alkitab dimulai tanpa roh yang penuh doa, yang rendah hati, dan yang dapat diajar, maka sangat jelas dan sangat mudah sebagaimana halnya bacaan-bacaan yang paling sukar akan diputarbalikkan dari maknanya yang sebenarnya……. Firman Allah adalah jelas kepada semua orang yang mempelajarinya dengan hati yang penuh doa. Setiap kejujuran yang sungguh-sungguh akan datang menerangi kebenaran. “Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.” Mazmur 97:11. Dan tak ada gereja yang bisa maju dalam kesucian jika para anggotanya tidak dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran seperti mencari harta tersembunyi. 132.4

5 Mei – Teori-Teori Yang Palsu Tentang Allah
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Roma 1:21.

Teori yang menyatakan bahwa Allah adalah dasar yang mengisi seluruh alam semesta adalah salah satu perangkat yang paling licik dari Setan. Ia itu salah mengartikan Allah, dan merupakan sebuah penghinaan pada kebesaran dan keagunganNya. 133.1
Teori-teori Pantheistik tidak didukung oleh Firman Allah. Terang kebenaranNya menunjukkan bahwa teori-teori ini merupakan agen-agen penghancur jiwa. Kegelapan adalah elemen pembentuknya, sensualitas merupakan ruang lingkupnya. Teori-teori ini memuaskan hati yang alami, dan memberikan izin pada kecenderungannya. Pemisahan dari Allah menjadi konsekuensi dari penerimaan teori-teori ini…….. 133.2
Hanya ada satu kuasa yang bisa menghancurkan genggaman setan dari hati manusia, dan ia itu adalah kuasa Allah dalam Yesus Kristus. Hanya melalui darah Yang Tersalib itu ada pembersihan dari dosa. RahmatNya saja yang memampukan kita untuk bertahan dan menaklukkan kealamian kita yang telah jatuh. Teori-teori yang membahas Allah itu tidak memberikan tempat bagi kuasa ini. Jika Allah adalah suatu dasar yang mengisi seluruh alam, maka Dia tinggal di dalam diri semua orang; dan untuk memperoleh kesucian, orang hanya perlu membangun kekuatan yang ada di dalam dirinya sendiri. 133.3
Teori-teori ini, yang ditelusuri sampai pada kesimpulan logisnya, meruntuhkan seluruh ekonomi Kristen. Ia itu menyingkirkan kebutuhan untuk pendamaian, dan membuat manusia sebagai juruselamatnya sendiri. Teori-teori yang membahas Allah ini membuat FirmanNya tidak berpengaruh, dan mereka yang menerimanya berada dalam bahaya besar untuk dituntun pada akhirnya menganggap Alkitab sebagai sebuah fiksi. Mereka mungkin menganggap keutamaan lebih baik daripada tabiat buruk; akan tetapi Allah telah dihapuskan dari posisi kemahakuasaanNya, akibatnya mereka menempatkan ketergantungan pada kuasa manusia, yang tanpa Allah, tidak berarti apa-apa. Manusia yang tidak mendapat pertolongan tidak akan mempunyai kekuatan sejati untuk bertahan dan mengalahkan kejahatan. Pertahanan-pertahanan jiwa adalah rapuh. Manusia tidak mempunyai penghalang untuk menentang dosa. Begitu pengekangan diri yang berasal dari Firman Allah dan RohNya ditolak, kita tahu seberapa dalam seseorang itu tenggelam. 133.4
Mereka yang terus mempertahankan teori-teori spiritualistik ini pastilah akan merusak pengalaman Kristen mereka, mengakhiri hubungan mereka dengan Allah, dan kehilangan hidup abadi. 133.5

May 4 – Wresting the Scriptures
They that are unlearned and unstable wrest. . . the . . . scriptures, unto their own destruction. 2 Peter 3:16.
The position that it is of no consequence what men believe is one of Satan’s most successful deceptions. He knows that the truth, received in the love of it, sanctifies the soul of the receiver; therefore he is constantly seeking to substitute false theories, fables, another gospel. . . . 132.1
The vague and fanciful interpretations of Scripture, and the many conflicting theories concerning religious faith, that are found in the Christian world are the work of our great adversary to confuse minds so that they shall not discern the truth. And the discord and division which exist among the churches of Christendom are in a great measure due to the prevailing custom of wresting the Scriptures to support a favourite theory. Instead of carefully studying God’s word with humility of heart to obtain a knowledge of His will, many seek only to discover something odd or original. 132.2
In order to sustain erroneous doctrines or unchristian practices, some will seize upon passages of Scripture separated from the context, perhaps quoting half of a single verse as proving their point, when the remaining portion would show the meaning to be quite the opposite. With the cunning of the serpent they entrench themselves behind disconnected utterances construed to suit their carnal desires. Thus do many wilfully pervert the word of God. Others, who have an active imagination, seize upon the figures and symbols of Holy Writ, interpret them to suit their fancy, with little regard to the testimony of Scripture as its own interpreter, and then they present their vagaries as the teachings of the Bible. 132.3
Whenever the study of the Scriptures is entered upon without a prayerful, humble, teachable spirit, the plainest and simplest as well as the most difficult passages will be wrested from their true meaning. . . . The Word of God is plain to all who study it with a prayerful heart. Every truly honest soul will come to the light of truth. “Light is sown for the righteous.” Psalm 97:11. And no church can advance in holiness unless its members are earnestly seeking for truth as for hid treasure. 132.4

May 5 – False Theories About God
Because that, when they knew God, they glorified him not as God, neither were thankful; but became vain in their imaginations, and their foolish heart was darkened. Rom. 1:21.
The theory that God is an essence pervading all nature, is one of Satan’s most subtle devices. It misrepresents God, and is a dishonour to His greatness and majesty. 133.1
Pantheistic theories are not sustained by the Word of God. The light of His truth shows that these theories are soul-destroying agencies. Darkness is their element, sensuality their sphere. They gratify the natural heart, and give license to inclination. Separation from God is the result of accepting them. . . . 133.2
There is but one power that can break the hold of evil from the hearts of men, and that is the power of God in Jesus Christ. Only through the blood of the Crucified One is there cleansing from sin. His grace alone can enable us to resist and subdue the tendencies of our fallen nature. This power the spiritualistic theories concerning God make of no effect. If God is an essence pervading all nature, then He dwells in all men; and in order to attain holiness, man has only to develop the power that is within him. 133.3
These theories, followed to their logical conclusion, sweep away the whole Christian economy. They do away with the necessity for the atonement, and make man his own savoir. These theories regarding God make His Word of no effect, and those who accept them are in great danger of being led finally to look upon the whole Bible as a fiction. They may regard virtue as better than vice; but God being removed from His position of sovereignty, they place their dependence upon human power, which, without God, is worthless. The unaided human will has no real power to resist and overcome evil. The defences of the soul are broken down. Man has no barrier against sin. When once the restraints of God’s Word and His Spirit are rejected, we know not to what depths one may sink. 133.4
Those who continue to hold these spiritualistic theories will surely spoil their Christian experience, sever their connection with God, and lose eternal life. 133.5

Leave a Reply