“Mengapa banyak orang yang memperingati hari Minggu?

Hukum Ke-4 Perintah Hari Sabat Tuhan:
Istirahat Bagi Jiwa-Keduniawianmu yang Letih

Situs LAI (www.alkitab.or.id)
Ingat dan kuduskanlah hari Sabat (Keluaran 20:8)
Tidak ada yang negatif dalam Sepuluh Hukum, walaupun seperti demikian halnya bagi orang yang belum mengetahui kebenaran Injil (Galatia 2:5). Kita telah melihat bagaimana tiga hukum pertama membuka gerbang kebahagiaan,dan bukan sebaliknya. Demikian juga halnya dengan hukum yang keempat.

Bagaimana hukum keempat dapat menjadi satu kepastian perteduhan bagi jiwa-jiwa kita?
Ini adalah satu perintah yang diacuhkan oleh hampir semua orang di dunia. Mengapa? Apakah karena sulit untuk dituruti? Tidak; Tuhan menyanggupkan setiap orang untuk menerima berkat Sabat yang terkandung didalamnya. Ini adalah bagian dari kekayaan karunia Tuhan yang diberikan pada siapapun yang bersedia menerimanya.

Mari kita baca apa yang dikatakan:
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya (Keluaran 20:8-11).

Tiada berujung berkat yang terdapat dalam hukum ini! Ini hanya beberapa :
1. Berkat perhentian Sabat adalah untuk seluruh dunia.
Tidak ada seorangpun yang terkecuali. Tuhan sedang berbicara kepada anda dan saya, bukan kepada orang Yahudi. Yesus berkata, Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat (Markus 2:27; wanita juga dibuat untuk laki-laki tetapi perkawinan bukan saja ditujukan untuk orang-orang Yahudi!). Laki-laki (man) berarti semua orang.
Istirahat dalam pemeliharaan Sabat adalah kerinduan setiap hati manusia. Ini lebih dari sekedar tidur siang untuk beristirahat fisik dari pekerjaan. Ini adalah kedamaian hati. Para jutawan akan memberikan segala sesuatu untuk perhentian Sabat yang sebenarnya!

2. Tuhan beristirahat pada hari Sabat untuk memberkati dan menguduskannya bagi kita.
Karena Dia telah memberikan Sabat sebagai satu hadiah bagi dunia, hal ini dimaksudkan bagi kita untuk menikmatinya. Anda tidak pernah memelihara Sabat sendiri; anda bersekutu denganNya. Aku menyertai engkau, sabdaNya (Yesaya 41:10), dan Yesus berjanji, Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. (Yohanes 14:18, 23). Yesus dan Bapa akan tinggal bersama anda! (dan itu berarti sukacita!).

Yesus berjanji, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:20), tetapi hari Sabat membawa kita dalam satu hubungan yang intim denganNya. Ini seperti halnya Dia membuat janji dengan kita; dan bila Dia adalah obyek dari kebaktian kita yang penuh kasih, kita pasti akan memegang janji itu. Dan bukan saja sesekali; Sabat adalah hari khusus ketujuh dari setiap minggu.

Sabat seperti lem yang mengikat semua hari dalam minggu itu bersama. Ini memberi alasan bagi seminggu. Tidak ada satu manusiapun yang menemukan perhitungan satu minggu; Itu diberikan Tuhan untuk dunia pada awalnya saat Dia menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, seperti yang diberitahukan dalam Kejadian 1. Sabat adalah memperingati pekerjaan penciptaanNya; Evolusi tidak akan pernah berada di dunia untuk menipu begitu banyak orang bila saja dunia mengingat hari Sabat, menguduskannya . Oleh karena itu Sabat menjadi tanda umat Tuhan, dimana sabdaNya, Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka (Yehezkiel 20:12). Tanda Nya adalah seperti hal tanda tanganNya; ini seperti halnya Dia berkata, Saya telah mencari mereka, dan di sini mereka umatKu yang benar; mereka menyucikan SabatKu. Hal ini menandakan mereka sebagai khusus Kepunyaanku!

3. Yesus sendiri menikmati persekutuan dengan umatNya setiap hari Sabat.
Kita jarang berpikir tentang sukacita yang dibawakan oleh kita kepadaNya karena memelihara hari Sabat! Yesaya berkata, Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas (Yesaya 53:11). Hari Sabat adalah seperti sebuah pesta yang meriah; Dia mengundang kita setiap minggu untuk bertemu denganNya dan umatNya pada hari yang istimewa itu, dan bila anda tidak berada di sana, Dia sedih karena Dia merindukanmu.

Tidak ada gangguan pada hari perayaan itu . Di dalamnya engkau tidak melakukan pekerjaan apapun Dia berjanji pada kita. Yehezkiel menjelaskan hari-hari lain dari sepanjang minggu itu sebagai enam hari bekerja (Yehezkial 46:1). Ada bermacam-macam gangguan pada hari-hari duniawi itu beban berat, bisnis, mencari nafkah, membeli dan menjual, TV dan radio, kekuatiran dan pekerjaan yang melelahkan kita, berita-berita bencana dan kejahatan. Tidak ada kedamaian dalam dunia.

Tetapi pada hari Sabat semua gangguan disampingkan; itu seperti halnya kita meluangkan waktu satu hari bersama dengan Yesus dalam rumahNya, kita adalah tamu-tamunya, satu hari dengan hati yang damai, bebas dari kuatir, pelabuhan berteduh dari amarah badai laut, sebuah taman dilalui sungai dari Surga, mata air yang menyejukkan dalam kehidupan yang kering, melelahkan.

4. Kita bahkan dibebaskan dari tagihan-tagihan yang jatuh tempo.
Kita mengesampingkan semua urusan-urusan kita pada hari Sabat; kita tidak mau membuat hal ini menganggu kedamaian kita dengan Tuhan karena kita percaya bahwa Dia akan memelihara kita, Dia akan memberkati pekerjaan kita selama enam hari kerja sehingga kita memiliki kecukupan untuk membayar tagihan-tagihan tanpa kuatir. Alkitab memberitahu kita untuk meninggalkan rencana keuangan dan pembukuan kita sampai setelah Sabat, dan melakukan semua pekerjaan pada hari pertama minggu itu (lihat 1 Korintus 16:2). Jadi, hukum keempat yang indah ini menunjukkan pada kita bagaimana menikmati Sabat dengan Tuhan, bebas dari segala letih lesu, gangguan duniawi.

Sabat menjadi seperti satu hari dimana Surga berada di bumi. Teristimewa anak-anak yang menaruh hormat dalam rumah sangat menyukai Sabat; mereka tidak sabar menunggu sampai Sabat yang akan datang . Saat Yesus berkata, Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 19:14), Yang dimaksudkanNya adalah: biarkan mereka datang pada hari Sabat. Tetapi apabila kita tidak memelihara kesucian Sabat, demikian juga mereka.

5. Hari ketujuh hari Sabat yang benar menjadi hari yang paling membahagiakan dalam minggu itu.
Pada kalender yang digunakan oleh hampir di seluruh dunia, hari ketujuh disebut Hari Sabtu. Agar lebih meyakinkan, kita bisa memeriksa kembali dengan membaca Lukas 23:54, yang menceritakan tentang penyaliban Yesus : Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai . Jutaan orang memperingati Jumat Agung sebagai penghormatan akan kematian Yesus; hal ini menunjukkan Sabat yang benar, karena keesokan harinya adalah hari ketujuh hari Sabat. (Sebelumnya, Tuhan tidak pernah meminta kita dalam Alkitab untuk memperingati Jumat Agung sebagai penghormatan pada penyaliban Kristus Perjamuan Sucilah yang Kristus tunjukkan untuk diperingati).
Dan sekali lagi kita bisa menunjukkan hari Sabat yang benar dengan membaca ayat selanjutnya dalam Lukas : Perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus . melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat, (ayat 55, 56). Ayat selanjutnya memberitahu kita kebangkitanNya pada hari Minggu : Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur……. tetapi mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu (Lukas 24:1,2). Kristus telah bangkit!

Begitu jelas, bahkan seorang anak kecil pun bisa melihatnya segera : Hari Sabat menurut hukum adalah antara Jumat dan Minggu. ( Hari Tuhan di Wahyu 1:10 adalah Sabat, sebab Tuhan menyebut Sabat Hari KudusKu Yesaya 58:13).
Itulah sebabnya mengapa hari ketujuh hari Sabat adalah hari yang paling menyenangkan dalam minggu itu: itu adalah hari dimana Tuhan menyebutnya Hari KudusKu KehadiranNya ada pada hari Sabat. Sejauh kita mengasihiNya, kita juga mengasihi hari suciNya.

Banyak orang-orang tulus yang tidak melihat kebenaran ini.
Apakah Tuhan telah merubah Hari suci SabatNya? Kita harus berhenti untuk memeriksa beberapa alasan mengapa hukum-hukum ini dikacaukan.

Tidak, Tuhan katakan, Dia tidak merubah hukumNya mengenai Sabat. Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah (Maleakhi 3:6). Tidak ada dalam Alkitab yang menyarankan bahwa Dia telah membuat perubahan dalam hukumNya yang kudus. Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa! (Mazmur 19:7). Mengapa Dia harus merubah sesuatu yang sempurna?” Dia begitu mengasihi kita untuk merubah pemberian berkat ini!

Yesus selalu memelihara hari ketujuh Sabat, sebab kita membacanya dalam Lukas 4:16. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat . Ya, saat Dia berkata kepada orang Yahudi, Aku menuruti perintah Bapa-Ku, Dia memberitahukan kebenaran (Yohanes 15:10).

Semua murid-muridNya mengikuti contohNya dalam memelihara Sabat pada hari ketujuh. Contoh, Buku Kisah menceritakan 84 Sabat yang dipelihara rasul Paulus, tidak ada satupun pada hari Minggu!

Tetapi seseorang mungkin bertanya, bukankah ada tentang hari pertama dari minggu itu yang dipelihara oleh Paulus? Tidak, Kisah 20:7, 8 memberitahukan Malam minggu dimana Paulus bertemu dengan orang-orang Kristen di Troas untuk mengucapkan selamat tinggal, karena dia sedang merencanakan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 16 mil pada esok harinya (Minggu) ke Miletus, dan mereka tidak akan bertemu dengannya lagi. (Tidak ada rasul yang akan berjalan sejauh 16 mil pada hari Sabat yang kudus).

Lukas menjelaskan pertemuan malam itu sebagai hari pertama dari minggu itu karena Alkitab menjelaskan Sabat dimulai pada saat matahari terbenam Jumat malam dan berakhir pada matahari terbenam Sabtu malam (Imamat 23:32). Oleh karena itu, pertemuan pada hari pertama minggu itu adalah Sabtu malam. Dan Markus 1:32 memberitahukan pada suatu Hari Sabtu malam, saat matahari terbenam Sabat telah selesai, orang-orang membawa banyak orang sakit kepada Yesus untuk disembuhkan.

Ini adalah cara yang menyenangkan memelihara Sabat, dari malam ke malam dari matahari terbenam sampai matahari terbenam. Bila anda mencoba memelihara dari tengah malam ke tengah malam, anda sedang tertidur dan tidak dapat menyambut hari Tuhan yang kudus dalam keadaan sadar! Bagaimana anda bisa menyambut seorang tamu yang istimewa yang datang pada tengah malam sementara anda tertidur? Pada Jumat malam saat matahari terbenam keluarga berkumpul untuk bernyanyi, membaca Alkitab dan dalam doa menyambut datangnya hari Sabat yang berharga.

Mengapa banyak yang memperingati hari Minggu, bukan hari Sabat yang suci yang Tuhan berkati dan kuduskan ?
 Kita harus memeriksa alasannya. Ini sangat sederhana: seseorang tanpa otoritas Tuhan telah merubahnya. Tuhan telah menginstruksikan nabiNya Daniel untuk menubuatkan bahwa hal ini akan terjadi. Dalam pasal 7, nabi ini menjelaskan munculnya empat kerajaan dunia dalam sejarah (Babilon, Medo Persia, Yunani dan Roma), setelah itu akan muncul satu kuasa yang besar, tanduk kecil…mengucapkan perkataan yang menentang (ayat 8) yang akan menggabungkan gereja dan negara dan akan mengubah waktu dan hukum (ayat 25). Baik Daniel dan Wahyu menyatakan bahwa dia akan menggunakan kuasanya yang besar selama 1260 tahun.

Paulus menjelaskan kuasa yang sama dalam 2 Tesalonika 2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.Yohanes dalam buku Wahyu menjelaskan kuasa yang sama: Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; .. Dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih (13:5-8).

Kita harus memutuskan kuasa yang mana yang akan kita ikuti Yang Maha Suci yang menciptakan bumi dalam enam hari dan menguduskan SabatNya yang suci untuk kita pelihara, atau dia yang berani merubah hukum Tuhan dan menuntun orang-orang untuk memelihara hari Minggu sebagai gantinya.

Janganlah kita takut untuk berbeda dari mayoritas.
Yesus berkata: Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”(Matius 7:13, 14). Sepanjang sejarah dunia, prinsip ini adalah benar; Yesus itu nyata, Dia hidup dan melihat, dan Dia selalu bersama mereka yang sedikit yang mengikutiNya.

Kabar Baiknya adalah Dia mengasihi kita melebihi dari yang kita pikirkan! Dia membayar harga yang tinggi untuk menebus kita; Dia tidak bisa melupakan kita. Dia masih mengasihi kita dan menginginkan agar kita bisa hidup kekal bersamaNya. Dia sepi tanpa umatNya! Kita hidup dalam hari-hari akhir. Sekarang, sementara sebagai Imam Besar di Kaabah Tuhan di Surga, Dia sedang bekerja siang dan malam, untuk menyiapkan orang-orang bertemu denganNya saat Dia kembali.

Tetapi mereka memerlukan persiapan khusus, seperti anak-anak yang akan berangkat ke sekolah.
Dia akan menjadi Guru kita, dan kita bisa berada dalam kelas Nya. Oleh karena itu, dari Sabat ke Sabat di seluruh dunia, Dia bertemu dengan umatNya yang mengikutiNya sebagai Domba Allah, dan dengan Roh KudusNya Dia mengajar dan menyiapkan mereka untuk hari besar itu saat Dia kembali. Tidak ada hal di dunia yang begitu penting daripada pekerjaan khusus yang sedang berlangsung sekarang!

Saat Yesus berkata, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu Datanglah kepadaKu, engkau yang berbeban berat, dan Saya akan memberikanmu istirahat , Dia sedang mengundang seluruh dunia untuk menikmati perhentian SabatNya. Setelah menciptakan bumi dan kita dalam enam hari, Dia istirahat pada hari ketujuh yang pertama di Eden. Tetapi kita diciptakan pada hari keenam pada minggu yang pertama itu, jadi bagi kita Sabat adalah sebuah perayaan bagi semua pekerjaan yang telah Tuhan lakukan dan selesaikan . Kita tidak melakukan apapun!

Sabat tetap menjadi satu tanda dari perhentian kita dalam Kristus dan ucapan syukur atas apa yang telah dilakukan bagi kita, bukan memuliakan apapun yang telah kita lakukan dalam menyelamatkan diri kita sendiri. Pemeliharaan Sabat yang benar hanya dimungkinkan saat kita mengerti dan menghargai harga pengorbanan Anak Allah yang begitu besar untuk menyelamatkan kita. Hanya saat kita mengizinkan kasih agape untuk menguasai diri kita maka pemeliharan Sabat kita dapat terhindar dari polusi cinta diri.

Untuk menghargai lebarnya dan panjangnya dan dalamnya dan tingginya kasih (agape) Kristus akan membuat kita memelihara Sabat yang suci dengan sukacita yang mendalam dalam kehidupan kita. Dan anak-anak juga akan menyukai Sabat. Bila kuk Kristus di hadapan mereka adalah mudah dan bebanNya adalah ringan , mereka tidak akan sabar menunggu Sabat yang akan datang. Mereka akan menikmati menjadi tamu-tamu dalam rumah Tuhan .

Karena pemberian berharga dari pertobatan diterima oleh umatNya, mereka akan disanggupkan untuk menyiarkan Sabat dengan lebih penuh, agar banyak orang yang terkasih yang sekarang terpencar seperti Babilon dalam sebutan Wahyu, akan dapat mendengar suara dari Surga yang berkata, Keluarlah dari padanya, umatKu .

Baru saja Roh Kudus memanggil seluruh manusia di dunia untuk memelihara hari SabatNya yang suci, karena hari itu adalah hari istimewa dimana Dia bertemu dengan mereka untuk mengajar mereka. Dan hukumNya yang keempat meyakinkan semua yang percaya, bahwa mereka akan mengerti sukacita pemeliharan Sabat dalam Kristus .

Hari Sabat Bukan Hari Sabtu? (Note: Sudut pandang Non-GMAHK)
Selama ribuan tahun bangsa Yahudi merayakan Sabat pada hari ketujuh (Yom Shabbat) sesuai kalender Yahudi. Sementara Umat Kristen sejak abad pertama merayakan Sabat pada hari Minggu (hari pertama) sesuai kalender Masehi. Saat ini sebagian besar umat Kristen merayakan Sabat pada hari Minggu sebagian kecil lainnya merayakan Sabat pada hari Sabtu sesuai kalender Masehi. Merayakan Sabat pada hari Minggu dikaitkan pada pemikiran, bahwa Yesus Kristus bangkit dari kematian pada hari minggu. merayakan Sabat pada hari Sabtu mengaitkannya pada pemikiran, bahwa hari Sabat adalah hari ketujuh, bukan hari pertama. Sebagian Theolog mengajarkan bahwa sejak kebangkitan Yesus Kristus, perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah tidak berlaku lagi. Apakah perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah ini sudah tidak berlaku lagi? Apakah umat Kristen sudah melanggar perintah untuk menguduskan hari sabat?

Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Perayaan hari Sabat adalah peringatan hari ke tujuh, hari Tuhan selesai mencipta alam semesta. Mengingat dan menguduskan hari Sabat adalah perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah. Alkitab Perjanjian Lama mencatat tiga jenis hukum yang berlaku bagi bangsa Yahudi, yaitu Hukum Taurat atau Sepuluh Perintah Allah, hukum tata ibadah dan hukum masyarakat. Sepuluh Perintah Allah dianggap sebagai hukum yang paling suci karena ditulis sendiri oleh tangan Allah pada dua loh batu, sedangkan hukum tata ibadah dan hukum masyarakat diberikan melalui nabi Musa.

Perayaan Sabat adalah perayaan agama yang paling suci bagi bangsa Israel. Perayaan Sabat dimulai saat matahari tenggelam pada hari Jumat hingga Sabtu malam ketika 3 bintang muncul di langit. Bangsa Israel merayakan hari Sabat sebagai peringatan atas tiga hal yaitu: selesainya penciptaan alam semesta oleh Allah pada hari ketujuh, hari pembebasan dari perbudakan bangsa Mesir, kerinduan akan kedatangan Mesias.

Bangsa Israel merayakan Sabat dengan melakukan tiga hal yaitu: menghentikan semua aktivitas sehari-hari. Secara umum ada 39 aktivitas yang pantang dilakukan. Hanya makan menu tertentu.melakukan ibadah di Sinagoge pada Jumat Malam dan Sabtu pagi.

BERLAKU HINGGA HARI KIAMAT Yesus membela murid-muridNya yang memetik gandum pada hari Sabat, bahkan di sinagoge Ia menerima tantangan orang Farisi dan menyembuhkan seorang yang mati sebelah tangan. Lebih lanjut Yesus bahkan menyatakan bahwa Dialah Tuhan atas hari Sabat. Walaupun sebagian orang Kristen menafsirkan kisah tersebut sebagai bukti bahwa perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah, sudah tidak berlaku lagi, namun pendapat tersebut salah sama sekali. Dalam kisah tersebut, Yesus tidak menentang, namun menunjukkan bahwa orang Farisi memiliki pemahaman yang salah tentang perayaan Sabat sekaligus menunjukan makna sebenarnya.

Yesus berkata, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.”

Paulus berkata, “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya” Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa Perintah mengingat dan menguduskan hari Sabat dihapuskan. Bahkan, Yesus Kristus dengan tegas dan jelas menyatakan bahwa Sepuluh Perintah Allah akan berlaku hingga hari Kiamat. Rasul Paulus menyatakan bahwa iman tidak membatalkan hukum Taurat, justru meneguhkannya.

SABAT PERJANJIAN BARU Umat Kristen sejak jaman para Rasul merayakan Sabat pada hari minggu. Umat Kristen merayakan Sabat untuk memperingati: Selesainya penciptaan alam semesta oleh Allah pada hari ketujuh.Selesainya pekerjaan penebusan oleh Kristus, kebangkitan Kristus dari kematian pada hari ketiga. Kerinduan akan kedatangan Kristus yang kedua kali Umat Kristen merayakan Sabat dengan mengikuti kebaktian di gereja pada hari minggu dan menyebut hari itu sebagai Hari Tuhan.

Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. Kisah 20:7

Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing — sesuai dengan apa yang kamu peroleh — menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala.

HARI SABAT BUKAN HARI SABTU Dewasa ini, banyak orang yang menuduh, bahwa umat Kristiani telah melanggar perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah, Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Orang-orang demikian sampai pada kesimpulan demikian karena menganggap hari Sabat adalah hari Sabtu, sedangkan orang Kristen ke gereja pada hari minggu dan tetap melakukan banyak kegiatan pada hari minggu. Benarkah hari Sabat adalah hari Sabtu? Hari ketujuh dalam kalender Yahudi dan hari ketujuh dalam kalender masehi?

Alkitab mencatat, Tuhan menciptakan alam semesta dalam enam hari dan berhenti pada hari ketujuh. Namun, kita harus menyadari bahwa tidak ada ayat Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian baru yang menyatakan bahwa hari ketujuh tersebut adalah hari Sabtu dalam kalender masehi atau hari Yom Shabbat dalam kalender Yahudi. Ketika mempelajari sejarah kalender, kita dihadapkan pada kenyataan, bahwa dari generasi ke generasi baik kalender Yahudi maupun kalender masehi mengalami berbagai penyempurnaan, itu berarti hari Sabtu saat ini belum tentu hari Sabtu beberapa abad yang lalu. Di samping itu, Alkitab hanya mencatat, bahwa Allah memerintahkan bangsa Israel mengingat dan menguduskan hari Sabat, sebagai peringatan Allah berhenti mencipta pada hari ketujuh, namun tidak pernah menyatakan bahwa hari tersebut adalah hari Yom Shabbat dalam kalender Yahudi. Bangsa Israellah yang memilih hari ketujuh dalam sistem kalender mereka sebagai hari untuk merayakan hari Shabat.

Ketika para Rasul menetapkan hari Minggu sebagai Hari Tuhan, hari untuk merayakan Sabat, mustahil mereka melakukannya untuk melanggar hukum Taurat, sebab bila hal itu yang terjadi, mustahil Paulus mengajarkan bahwa, Paulus berkata, “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya” Apabila kita membandingkan makna perayaan Sabat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, maka kita dengan mudah menyimpulkan, bahwa mengubah perayaan Sabat dari hari Sabtu ke hari Minggu jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan tetap merayakan Sabat pada hari Sabtu.

Leave a Reply