Mengatasi Kebiasaan-Kebiasaan Buruk

August 10, 2013 - Ellen G. White

Jagalah kemurnian dirimu. 1 Timotius 5:22.
Mengetahui hal apa yang membentuk kemurnian pikiran, jiwa, dan tubuh adalah bagian penting dari pendidikan. 229.1
Ketika karakter kurang murni, ketika dosa menjadi bagian dari pada karakter tersebut, maka ia memiliki kekuatan yang memukau yang sama dengan segelas minuman keras yang memabukkan. Kekuatan pengendalian diri dan akal pikiran dikuasai oleh perbuatan-perbuatan yang mengotori seluruh diri orang; dan jika perbuatan-perbuatan penuh dosa ini terus berlanjut, maka otak orang dilemahkan dan kejangkitan penyakit, serta kehilangan keseimbangannya. Orang-orang yang seperti ini adalah menjadi kutukan bagi diri mereka sendiri dan bagi semua orang yang berhubungan dengan mereka. 229.2
Kebiasaan-kebiasaan buruk lebih mudah dibentuk daripada kebiasaan-kebiasaan baik, dan lebih banyak kesulitan untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut. Kemerosotan moral alamiah dari dalam hati untuk fakta yang dikenal secara baik ini yang memerlukan jauh lebih sedikit pekerjaan untuk melemahkan moralitas pemuda, mengotori ide-ide mereka tentang karakter moral dan religius daripada menanamkan pada karakter mereka kebiasaan-kebiasaan yang tidak kotor, murni, dan kekal dari kesalehan dan kebenaran. Pemaafan diri, cinta kesenangan, rasa permusuhan, kesombongan, harga diri, iri hati, kecemburuan, akan tumbuh secara spontan tanpa contoh dan pengajaran. Dalam keadaan kejatuhan kita yang perlu dilakukan adalah menyerahkan pikiran dan karakter kepada kecenderungan-kecenderungannya yang alami. Dalam dunia alami, tinggalkanlah sebidang tanah sendirian dan engkau akan melihat bahwa ia itu diselubungi dengan onak dan semak berduri; tetapi jika ia itu menghasilkan butir-butir yang berharga atau bunga-bunga yang indah, maka perawatan dan pekerjaan yang terus-menerus harus diberikan. 229.3
Sekarang kami menyajikan kepadamu perlunya penolakan yang terus-menerus pada kejahatan. Semua penghuni surga mengasihi pria dan wanita yang telah ditinggikan Allah sedemikian rupa dengan menyerahkan PuteraNya yang terkasih untuk menebus mereka. Tak ada ciptaan lain yang dibuat Allah dapat mencapai penyempurnaan, penjernihan, dan keluhuran sedemikian selain manusia. Maka ketika orang-orang menjadi tumpul oleh nafsu-nafsu yang menghina mereka sendiri dan tenggelam dalam kejahatan, alangkah buruknya bagi pemandangan Allah! Manusia tak bisa memahami mau menjadi apa dia. Melalui rahmat Kristus dia bisa mencapai perkembangan mental yang terus-menerus. Biarlah terang kebenaran bersinar ke dalam pikirannya dan kasih Allah dicurahkan di dalam hatinya dan dia boleh, melalui karunia Kristus yang telah mati bagi dirinya, menjadi seorang manusia yang kuat—seorang anak dunia yang menjadi ahli waris keabadian. 229.4

10 Agustus – Pengudusan Manusia Seutuhnya
Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Efesus 4:23, 24.

Kebenaran haruslah menguduskan pribadi manusia seutuhnya—akal budinya, pemikiran-pemikirannya, perasaannya, dan kekuatannya. Kekuatan-kekuatan hidupnya tidak akan digunakan untuk melayani tindakan-tindakan yang penuh hawa nafsu. Semuanya itu harus ditaklukkan, atau sebaliknya semuanya itu akan menaklukkan dirinya….. Pikiran-pikiran memerlukan pemurnian. Apa yang tampaknya belum disadari oleh pria dan wanita adalah bahwa perlakuan atas tubuh sangat berpengaruh pada kekuatan dan kemurnian akal pikiran dan perasaan. 230.1
Orang Kristen sejati memperoleh suatu pengalaman yang membawa kesucian. Dia itu tanpa bintik noda atas hati nuraninya atau noda korupsi atas jiwanya. Kerohanian akan hukum Allah dengan prinsip-prinsipnya yang memberikan pembatasan dibawa ke dalam hidupnya. Terang kebenaran menyinari pemahamannya. Sebuah cahaya kasih sempurna untuk Sang Penebus membersihkan semua pengaruh yang tidak baik yang menyusup di antara jiwanya dan Allah. Kehendak Allah menjadi kehendaknya, suci, mulia, halus, dan kudus. Wajahnya memancarkan sinar surga. Tubuhnya adalah bait yang kokoh untuk Roh Kudus. Kekudusan memperindah karakternya. Allah dapat berkomunikasi dengan dia; karena jiwa dan raganya serasi dengan Allah…. 230.2
Allah menyuruh kita menyadari bahwa Dia mempunyai hak atas akal pikiran, jiwa, raga, dan roh—pada semua yang kita miliki. Kita adalah milikNya oleh karena penciptaan dan penebusan. Sebagai pencipta kita, Dia berhak menuntut semua pelayanan dari kita. Sebagai penebus kita, Dia berhak menuntut cinta sebagaimana hak untuk dicintai—tanpa ada yang sejajar. Tuntutan-tuntutan Allah ini haruslah kita sadari di setiap saat keberadaan kita…. Tubuh, jiwa, dan hidup kita adalah milikNya, bukan hanya karena semuanya itu pemberian cuma-cuma dari Dia, tetapi juga karena Dia terus-menerus menyokong kita dengan kesejahteraanNya dan memberi kita kekuatan untuk menggunakan semua perlengkapan kita….. Dia berkata, “Sebanyak orang yang menerima Dia, Dia memberikan mereka itu kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, bahkan kepada mereka yang percaya akan namaNya”….. 230.3
Orang-orang yang menjadi anak-anak Allah akan mewakili Kristus dalam karakter mereka. Pekerjaan-pekerjaan mereka akan diharumkan oleh ketulusan yang tiada akhir, perasaan kasih, cinta, dan kemurnian dari Anak Allah. Dan semakin sempurna pikiran dan tubuh diserahkan kepada Roh Kudus, maka akan semakin harum persembahan kita kepadaNya. 230.4

August 9 – Overcoming Bad Habits
Keep thyself pure. 1 Tim. 5:22.
To know what constitutes purity of mind, soul, and body is an important part of education. 229.1
When the character is lacking in purity, when sin has become a part of the character, it has a bewitching power that is equal to the intoxicating glass of liquor. The power of self-control and reason is overborne by practices that defile the whole being; and if these sinful practices are continued, the brain is enfeebled and diseased, and loses its balance. Such ones are a curse to themselves and to all who have any connection with them. . . . 229.2
Bad habits are more easily formed than good habits, and the bad habits are given up with more difficulty. The natural depravity of the heart accounts for this well-known fact–that it takes far less labour to demoralize the youth, to corrupt their ideas of moral and religious character, than to engraft upon their character the enduring, pure, and uncorrupted habits of righteousness and truth. Self-indulgence, love of pleasure, enmity, pride, self-esteem, envy, jealousy, will grow spontaneously, without example and teaching. In our present fallen state all that is needed is to give up the mind and character to its natural tendencies. In the natural world, give up a field to itself and you will see it covered with briers and thorns; but if it yields precious grain or beautiful flowers, care and unremitting labour must be applied. 229.3
Now we present before you the necessity of constant resistance to evil. All heaven is interested in men and women whom God has valued so much as to give His beloved Son to die to redeem them. No other creature that God has made is capable of such improvement, such refinement, such nobility as man. Then when men become blunted by their own debasing passions, sunken in vice, what a specimen for God to look upon! Man cannot conceive what he may be and what he may become. Through the grace of Christ he is capable of constant mental progress. Let the light of truth shine into his mind and the love of God be shed abroad in his heart and he may, through the grace Christ has died to impart to him, be a man of power–a child of earth but an heir of immortality. 229.4

August 10 – Sanctification of the Whole Man
Be renewed in the spirit of your mind; and that ye put on the new man, which after God is created in righteousness and true holiness. Eph. 4:23, 24.
The truth must sanctify the whole man–his mind, his thoughts, his heart, his strength. His vital powers will not be consumed upon his own lustful practices. These must be overcome, or they will overcome him. . . . The thoughts need purifying. What might not men and women have been had they realized that the treatment of the body has everything to do with the vigour and purity of mind and heart. 230.1
The true Christian obtains an experience which brings holiness. He is without a spot of guilt upon the conscience, or a taint of corruption upon the soul. The spirituality of the law of God, with its limiting principles, is brought into his life. The light of truth irradiates his understanding. A glow of perfect love for the Redeemer clears away the miasma which has interposed between his soul and God. The will of God has become his will, pure, elevated, refined, and sanctified. His countenance reveals the light of heaven. His body is a fit temple for the Holy Spirit. Holiness adorns his character. God can commune with him; for soul and body are in harmony with God. . . . 230.2
God would have us realize that He has a right to mind, soul, body, and spirit–to all that we possess. We are His by creation and by redemption. As our Creator, He claims our entire service. As our Redeemer, He has a claim of love as well as of right–of love without a parallel. This claim we should realize every moment of our existence. . . . Our bodies, our souls, our lives, are His, not only because they are His free gift, but because He constantly supplies us with His benefits, and gives us strength to use our faculties. . . . He says, “As many as received him, to them gave he power to become the sons of God, even to them that believe on his name.”. . . 230.3
Those who are sons of God will represent Christ in character. Their works will be perfumed by the infinite tenderness, compassion, love, and purity of the Son of God. And the more completely mind and body are yielded to the Holy Spirit, the greater will be the fragrance of our offering to Him. 230.4

Leave a Reply