Mengikut Jejak Yesus Baptisan di Sungai Jordan

September 23, 2015 - kesaksian

Rangkaian Perjalanan dari Maranatha SDA Singapore dari Bukit Sinai ke Bukit Nebo & Bukit Sion

 

Harapan yang telah direncanakan sejak dua tahun lalu akhirnya menjadi realita.  Tadinya oleh karena gejolak  di timur tengah dalam hal keamanan ada keraguan dari anggota tim untuk berangkat, namun oleh keyakinan akan pimpinan Tuhan akhirnya 30 orang yang tergabung dari orang Indonesia, Singapore, dan Malaysia berangkat dari  Changi Airport  dengan pesawat Emirat  EK 405   menuju Cairo lewat Dubai pada tanggal 29 Mei 2007. Perjalanan 13 hari ini (29 Me1- 10 Juni 2007) adalah perjalanan yang dirancang untuk mengikuti kronologi perjalan Umat Tuhan, Israel dari Tanah Mesir, Negeri Perhambaan menuju Tanah Kanaan, Negeri Perjanjian yang mencakup Mesir, Jordan, dan Israel. Dan seterusnya  menelurusi jejak kaki Juruselamat Selamat dari kelahiranNya hingga Ia naik ke sorga.  Kami menamai perjalanan ini “Perjalanan dari Bukit Sinai ke Bukit Nebo dan Bukit Sion”. Berikut  kami sajikan bagian utama dari perjalanan tsb:

                                                                                                Museum Mesir & Berlayar di Sungai Nil.  Kami tiba di Kairo sekitar jam 11 pagi,  setelah selesai makan siang kami langsung mengunjungi Museum Mesir yang sangat kaya dengan peninggalan  Tutankamen. Tiga jam terasa terlalu singkat bagi pemandu tour untuk menjelaskan  bukti-bukti sejarah tersebut. Setelah menurunkan bagasi di hotel kami dibawa berlayar di sungai Nil sambil bersantap malam.  Kesempatan berlayar di Sungai Nil sangat berkesan karena mengingatkan pengalaman Jusuf dan Musa dalam tuntunan Tuhan untuk menyelamatkan umatNya

                                                                                                Memphis, Gurun Pasir Sakkara & Piramida di Giza. Hari kedua, kami mengunjungi Memphis dimana terdapat patung Ramses II dan  kuburan Alabaster. Bus kami berjalan agak lebih lambat meninggalkan Memphis karena mendaki padang gurun Sakkara tempat dimana kita bisa melihat bagian-bagian pirapida secara terpisah beserta dengan upacara-upacaranya. Penjelasan mengenai piramida-piramida di Giza sangat berkesan karena pirapida tersebut menceritakan bagaimana setiap raja yang berkuasa ingin meninggalkan suatu bukti sejarah bahwa mereka lebih besar dari para pendahulunya. Dalam perjalanan pulang ke hotel kami singgah di toko parfum yang terkenal di Kairo dimana dijual segala jenis parfum yang multi guna mulai dari obat keseleo hingga tetap kuat dan awet muda. Yang paling menarik bagi para peserta adalah parfum Tsunami atau yangg disebut juga “Egyptian Desert Night”. Mereka tetap kelihatan tersenyum hingga turun dari bus menuju hotel tempat istirahat malam itu.

                                                                                                Citadel of Saladin & Pasar Kairo. Sebelum meninggalkan Kairo menuju ke kaki bukit Sinai kami mengunjungi Citadel yang dibangun oleh Saladin. Dari tempat ini kami menyempatkan foto bersama dengan dilatarbelakangi panorama kota Kairo. Belanja  cindera mata di pasar Kairo merupakan kegiatan terakhir di kota bersejarah tersebut. Dengan  menempuh perjalanan panjang gurun pasir sekitar enam jam, melewati terusan Suez dan berhenti di Mara dan sumur Jakub kami tiba di hotel sekitar jam 8.30 malam dekat St Chaterine’s Monastry. Malam ini istirahat lebih awal untuk persiapan mendaki bukit Sinai sebelum matahari terbit.

                                                                                                Bukit Sinai & Eliat. Sekitar jam satu dini hari, semua sudah dibangunkan untuk bersiap melakukan pendakian ke bukit Sinai, tempat dimana Musa menerima Sepuluh Hukum dari Tuhan. Oleh karena kondisi yang kurang memungkinkan tiga orang dari warga senior kami terpaksa tinggal di hotel, mereka adalah yang sudah berusia 65 tahun ke atas. Pendakian subuh itu kami lakukan dalam dua tahap. Pertama, kami mengenderai unta sekitar dua setengah jam, kemudian jalan kaki sekitar satu setengah jam untuk bisa tiba di puncak bukit tersebut. Semua berhasil tiba pada tahap pertama, namun ada tiga orang???? Tidak dapat melanjutkan perjalanan ke atas oleh karena  kwatir oleh ketinggian bukit tersebut, dua dari mereka adalah yang sudah berusia di atas 70 tahun. Semua yang lain, berhasil dengan penuh bangga menaklukan Bukit Sinai persis beberapa menit sebelum matahari terbit. Perjalanan mendaki bukit ini mengingatkan kami akan perjalan iman, di mana oleh karena satu atau alasan lain tidak semua akan tiba di “puncak gunung” itu.

Menyaksikan pemandangan  matahari terbit dari atas gunung Sinai adalah pengalaman yg tak terlupakan, kita bisa melihat secara bebas keindahan ciptaan Tuhan ke semua penjuru dengan warna warni yang indah. Sungguh ajaib! Di puncak gunung ini kami menyanyikan lagu-lagu pujian, memanjatkan doa syukur, dan mendengarkan Fiman Tuhan yang dibawakan oleh Pdt Berson Simbolon, yang mengingatkan tentang peristiwa penting saat Allah menuntun umatNya keluar dari perhambaan Mesir ke tanah perjanjian melalui hambaNya Musa dan Joshua. Peristiwa di atas bukit dan di kaki bukit ini menjadi renungan penting bagi kami, karena saat Musa menerima Sepuluh Hukum Allah di puncak bukit itu, Harun, saudara tertua Musa, atas desakan bangsa itu membangun berhala Anak Sapi di kaki bukit tersebut. Setelah photo bersama dengan mengembangkan banner “Maranatha” yang dibawa dari Singapore  kami turun dari bukit tersebut dan mengunjungi beberapa tempat penting di kaki bukit tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menuju Eliat dengan menelusuri pemandangan pantai laut merah yang indah.

                                                                                                Petra & Nebo.  Petra yang dikenal juga dengan rose-red city,  adalah kota ajaib & terkenal oleh karena bentuk batu-batu karanyanya yang manakjubkan. Ain Mousa,  adalah sumber utama air dan juga diyakini tempat dimana Musa memukul  batu untuk mendapatkan air dalam Bilangan 20. Rombongan terbagi dua dalam

menikmati keindahan satu dari tujuh keajaiban dunia ini. Yang masih muda naik kuda dan yang lebih senior mengenderai kereta kuda. Setelah menginap semalam di kota Amman, paginya rombongan menuju bukit Nebo. Bukit dimana Allah membawa Musa untuk melihat kota perjanjian karena dia tidak akan tiba di sana. Memang dari bukit ini kami bisa menyaksikan panorama yang indah Kota Suci,Jerusalem. Menurut Tradisi, bukit  ini juga diyakini sebagai tempat dimana Musa dikuburkan.

                                                                                                Gunung Karmel, Nazareth, Cana. Setelah melewati perbatasan masuk ke Israel, kami langsung menuju bukit Karmel dan makan siang di sana. Sore itu kami menyelesaikan perjalanan dengan mengunjungi Nazareth dan Cana. Cana diyakini sebagai tempat dimana Jesus melakukan muzizat yang pertama dan kedua yakni membuat air jadi anggur dan penyembuhan  anak pejabat dari Kapernaum.   Hari ketujuh rombongan dibawa ke Galilea. Rupanya banyak tempat penting di Alkitab yang berhubungan dengan Jesus ada disekitar Laut Galilea ini seperti: Capernaum,Jesus hidup cukup lama di tempat ini,menyembuhkan orang sakit, berkhotbah di sinagog dan melakukan muzizat. Tabgha, tempat ini diyakini sebagai tempat dimana Jesus memanggil Petrus dan Andrew untuk mengikut dia dan menjadi “penjala manusia”. Bukit Beatitudes, di atas bukit ini Jesus menyampaikan khotbahnya yang dikenal dengan “Khotbah di Atas Bukit” (Matius 5-7; Lukas 6). Ikan Petrus, makan siangnya kami dihidangi dengan ikan Petrus, banyak yang tidak menduga dapat menghabiskan seekor ikan yang besar seperti itu dan dilanjutkan dengan pelayaran di Danau Galilea. Di tengah danau, peserta secara spontanitas diundang untuk mengingat/memperagakan mengenai pelayanan Jesus yang ada hubungannya dengan laut Galilea.

Satu minggu terakhir  di  kota Jerusalem. Setelah menjalani tempat bersejarah lainnya seperti Tiberias, dataran tinggi Golan, laut mati, gunung horep, kami memfokuskan kunjungan di Jerusalem. Kota tua yang penuh sejarah membantu kami melihat lebih nyata akan apa yang telah dipelajari dalam Alkitab dan menolong untuk melihat ke depan dengan pasti akan Mesias yang akan datang mendirikan kerajaannya di Jerusalem baru.  Dua kegiatan penting yang juga dilakukan pada minggu terakhir ini adalah Baptisan & Perjamuan yang Suci.

                                                                                                                Baptisan di Sungai Jordan. Tujuan utama dari kunjungan kali ini, selain untuk mengunjungi tempat bersejarah di Alkitab adalah rencana baptisan anak-anak yang sudah dipersiapkan sejak dua tahun lalu. Ada enam anak muda yang menpunyai pengalaman istimewa dibaptiskan di sungai Jordan, sungai di mana Jesus juga dibaptis, mereka adalah: Derian Sulaiman dan Raissa Sulaiman anak dari Keluarga Gunawan Sulaiman; Timothy dan Tosca anak dari Keluarga Ibu Cynthia Paago; Vincenz Vastin dan Vieny Anggita anak Keluarga Pdt Berson Simbolon.

Jean Goh &  Michael Londah dan tim membuat suasana disekitar sungai ini menjadi khusus dan rohani dengan lagu-lagu pujian. Setelah renungan singkat dan persiapan calon baptisan, calon baptisan menyanyikan “Change my heart O, God”. Kemudian satu persatu turun ke air dan dibaptiskan oleh Pdt. Berson Simbolon. Selesai baptisan sementara masih di dalam air, para baptisan menyanyikan lagu khusus “O Happy Day”. Kemudian seorang Ibu juga turun ke air minta dibaptis sebagai tandi penyerahan kembali dan untuk  mengalami baptisan seperti Jesus di sungai ini. Bapak Gunawan Sulaiman, sebagai Ketua Jemaat Maranatha, menaikkan pujian syukur dan sukacita dalam doa mengakhiri acara yang suci siang tersebut. Semoga pengalaman khusus bagi orang-orang muda ini akan mengingatkan mereka untuk tetap bertumbuh  rohani dan setia hingga Jesus dating.  Atas berkat Tuhan kami tiba kembali ke Changi Airport  Singapore pada 10 Juni 2007 sore. Setelah berkumpul dan memanjatkan doa syukur, rombongan berpisah menuju rumah masing-masing dengan kenangan mereka.

Perjamuan Suci di Garden Tomb. Bagian terakhir dari perjalan kami adalah mengadakan perjamuan suci di taman Kuburan. Beberapa hal yang membuat  acara ini sangat istimewa adalah: diadakan di alam terbuka, diikuti beberapa orang yang bukan Advent, pengalaman pertama bagi yang baru dibaptis dan tidak didahului upacara pembasuhan kaki karena situasi. Acara ini dipimpin oleh Pdt Simbolon dan didampingi Pdt Edmund Liah dari SAUM dan Bpk Gunawan Sulaiman.

 

–Pdt. Berson Simbolon, Singapore

› tags: BAPTISAN / jordan /

Leave a Reply