Merdeka dari Perhambaan

July 26, 2017 - Hukum Allah

Apakah artinya kita tidak perlu memelihara hukum dengan sungguh-sungguh? Bukan!

Itu tidak mengatakan kepada kita semua bahwa kita bebas berbuat dosa! Sama sekali tidak! Kita harus tetap memelihara hukum, tetapi bukan dengan kekuatan sendiri. Karena jika kita melakukan hukum dengan kekuatan sendiri, itu sama seperti Adam dan Hawa yang melihat diri mereka telanjang dan membuat pakaian mereka sendiri dari daun ara.

Mereka yang melakukan hukum dengan kekuatan sendiri sama seperti menjadikan diri mereka sendiri benar tanpa Kristus. Padahal lambang dari pakaian kulit binatang yang dikenakan kepada Adam dan Hawa adalah sebuah lambang bagaimana kita bisa selamat dari upah dosa yang adaah kematian kekal yaitu oleh karena pengorbanan Kristus.

Siapa yang bisa membebaskan kita dari dosa? Kristuslah yang memberikan kemerdekaan dari dosa, bukan dengan melakukan hukum Taurat karena “…oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” (Roma 3:20), tetapi bukan berarti kita bebas berbuat dosa.

Mengapa? Karena “hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.” (Roma 7:12)

“Hukum itu memberi pengetahuan tentang dosa dengan mengutuknya. Itu adalah PETUNJUK JALAN, tetapi tidak membawa kita kepada tempat yang ditunjukkan.” (Kabar Kesukaan, hal.59)

Jadi bisa dikatakan bahwa Hukum itu mengatakan kepada kita apakah kita sudah berada di dalam jalur yang benar atau tidak, tetapi hanya Kristus yang dapat membuat kita berjalan di dalam jalur, karena Ia sendiri berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup…” (Yohanes 14:6)

“Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.” (Mazmur 119:45)

Hanya mereka yang memelihara hukum-hukum Tuhan yang akan merdeka, yaitu hukum itu yang dipelihara oleh iman kepada Kristus. Sebab itu, siapa saja yang mengatakan kepada manusia supaya mengandalkan hukum untuk kebenaran, tanpa Kristus itu sama dengan mengikat mereka dalam perhambaan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Leave a Reply