Mereka Yang Telah Menikam Dia

October 12, 2013 - Ellen G. White

“Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit. Markus 14:62.

Tatkala mereka [para pemimpin Yahudi] menatap kemuliaanNya, ada muncul di dalam pikiran mereka ingatan akan Anak Manusia itu yang telah mengambil rupa dalam wujud manusia. Mereka ingat bagaimana mereka telah memperlakukan Dia, bagaimana mereka telah menolak Dia, dan mendekatkan diri pada sisi kemurtadan besar. Pemandangan-pemandangan kehidupan Kristus tampak di hadapan mereka dengan sejelas-jelasnya. Semua yang Dia telah lakukan, semua yang Dia telah ucapkan, kehinaan yang untuknya Dia telah turun-surga demi menyelamatkan mereka dari noda dosa, muncul di hadapan mereka sebagai kutukan. 293.1
Mereka menyaksikan Dia masuk ke kota Yerusalem, dan melihatNya menderita berurai air mata atas kota yang tidak menyesal itu yang tidak mau menerima pekabaranNya. SuaraNya, yang terdengar mengundang, memohon, dalam nada perhatian yang lembut, kembali terdengar di telinga mereka. Pemandangan di taman Getsemani muncul di hadapan mereka, dan mereka mendengar doa yang luar biasa dari Kristus, “Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu.” (Matius 26:39). 293.2
Kembali mereka mendengar suara Pilatus, mengatakan, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun padaNya” (Yohanes 18:38). Mereka melihat pemandangan yang memalukan dalam gedung pengadilan itu, ketika Barabas berdiri di sebelah Kristus, dan mereka memiliki hak istimewa memilih Yang Tidak Bersalah itu. Mereka mendengar lagi kata-kata Pilatus, “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?” (Matius 27:21). Mereka pun mendengar jawaban, “Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!” (Lukas 23:18). Terhadap pertanyaan Pilatus, “Apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus?” mereka menjawab, “Ia harus disalibkan.” (Matius 27:22). 293.3
Kembali mereka melihat Korban Sembelihan mereka itu menanggung celaan salib. Mereka mendengar nada-nada suara kemenangan yang keras menyerukan, “Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!” “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diriNya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!” (Matius 27:40,42). 293.4
Sekarang mereka menyaksikan Dia bukan di taman Getsemani, bukan di gedung pengadilan, bukan pada salib Kalvari. Tanda-tanda kehinaanNya itu sudah berlalu, dan mereka kini melihat wajah Allah—wajah yang telah mereka ludahi, wajah yang telah ditampar para imam dan pejabat. Kini kebenaran yang sejelas-jelasnya diungkapkan kepada mereka. 293.5

13 Oktober – Orang-Orang Jahat Saling Membunuh
Dan Aku akan memanggil segala macam kekejutan terhadap Gog, demikianlah firman Tuhan Allah, sehingga pedang seorang akan memakan yang lain. Yehezkiel 38:21.

Orang-orang jahat itu dipenuhi rasa penyesalan, bukan karena kelalaian mereka dan teman-teman mereka yang penuh dosa, tetapi karena Allah telah menaklukkan mereka. Mereka meratap akan akibatnya; tetapi mereka tidak bertobat dari kejahatan mereka. Mereka tidak mencoba apa pun untuk menundukkan kejahatan itu sekiranya pun mereka sanggup….. 294.1
Para pendeta dan para anggota mereka menyadari bahwa mereka sudah tidak melanjutkan hubungan yang baik dengan Allah. Mereka melihat bahwa mereka telah memberontak melawan Sang Pencipta dari segala kebenaran dan hukum yang benar itu. Penyingkiran aturan-aturan ilahi telah membuat berseminya ribuan kejahatan, pertengkaran, kebencian, kedurhakaan, hingga bumi ini menjadi tempat yang luas untuk perselisihan, yang tenggelam dalam kekotoran. Inilah pemandangan yang kini terlihat kepada mereka yang telah menolak kebenaran dan memilih untuk memelihara kesalahan. Tak ada bahasa yang bisa mengungkapkan kerinduan yang dirasakan oleh orang-orang yang tidak patuh dan tidak setia itu atas kehilangan mereka akan hidup yang abadi. Orang-orang yang dipuja oleh dunia ini karena talenta-talenta dan kepandaian berpidato mereka sekarang melihat perkara-perkara ini dalam terangnya yang benar. Mereka menyadari akan sesuatu yang hilang dari diri mereka sebagai akibat dari pelanggaran hukum, dan mereka tersungkur di kaki orang-orang yang kesetiaannya telah mereka hina dan cemooh, dan mengaku bahwa Allah telah mengasihi mereka. 294.2
Orang-orang itu menyadari bahwa mereka telah diperdayakan. Mereka pun saling menuduh karena telah menuntun pada kehancuran; namun semuanya bersatu dalam menimpakan kutukan paling pahit mereka ke atas pundak para pendeta. Para gembala yang tidak setia itu telah menubuatkan perkara-perkara yang lembut; telah menuntun para pendengar mereka untuk tidak memberlakukan hukum Allah dan menganiaya mereka yang memeliharanya tetap suci. Sekarang, dalam keputusasaan, para guru ini mengakui di hadapan dunia pekerjaan penyesatan mereka. Orang banyak itu pun dipenuhi rasa amarah. “Kami sudah hilang!” teriak mereka, “dan kalianlah penyebab kehancuran kami”; dan mereka berpaling kepada gembala-gembala palsu itu. Orang-orang yang tadinya sangat mengagumi mereka akan menyerukan kutukan-kutukan yang paling mengerikan atas mereka. Tangan-tangan yang tadinya memahkotai mereka dengan daun-daun salem akan diangkat untuk kehancuran mereka. Pedang-pedang yang tadinya digunakan untuk membunuh umat Allah kini digunakan untuk menghancurkan musuh-musuh mereka. Di mana-mana ada pertengkaran dan pertumpahan darah. 294.3

October 12 – They that Pierced Him
Ye shall see the Son of man sitting on the right hand of power, and coming in the clouds of heaven. Mark 14:62.
As they [the Jewish rulers] gaze upon His glory, there flashes before their minds the memory of the Son of Man clad in the garb of humanity. They remember how they treated Him, how they refused Him, and pressed close to the side of the great apostate. The scenes of Christ’s life appear before them in all their clearness. All He did, all He said, the humiliation to which He descended to save them from the taint of sin, rises before them in condemnation. 293.1
They behold Him riding into Jerusalem, and see Him break into an agony of tears over the impenitent city that would not receive His message. His voice, which was heard in invitation, in entreaty, in tones of tender solicitude, seems again to fall upon their ears. The scene in the garden of Gethsemane rises before them, and they hear Christ’s amazing prayer, “Father, if it be possible, let this cup pass from me.” 293.2
Again they hear the voice of Pilate, saying, “I find in him no fault at all.” They see the shameful scene in the judgment hall, when Barabbas stood by the side of Christ, and they had the privilege of choosing the guiltless One. They hear again the words of Pilate, “Whom will ye that I release unto you? Barabbas, or Jesus which is called Christ?” They hear the response, “Away with this man, and release unto us Barabbas.” To the question of Pilate, “What shall I do then with Jesus?” the answer comes, “Let him be crucified.” 293.3
Again they see their Sacrifice bearing the reproach of the cross. They hear the loud, triumphant tones tauntingly exclaim, “If thou be the Son of God, come down from the cross.” “He saved others; himself he cannot save.” 293.4
Now they behold Him not in the garden of Gethsemane, not in the judgment hall, not on the cross of Calvary. The signs of His humiliation have passed away, and they look upon the face of God–the face they spit upon, the face which priests and rulers struck with the palms of their hands. Now the truth in all its vividness is revealed to them. 293.5

October 13 – The Wicked Slay Each Other
I will call for a sword against him throughout all my mountains, saith the Lord God: every man’s sword shall be against his brother. Eze. 38:21.
The wicked are filled with regret, not because of their sinful neglect of God and their fellow men, but because God has conquered. They lament that the result is what it is; but they do not repent of their wickedness. They would leave no means untried to conquer if they could. . . . 294.1
Ministers and people see that they have not sustained the right relation to God. They see that they have rebelled against the Author of all just and righteous law. The setting aside of the divine precepts gave rise to thousands of springs of evil, discord, hatred, iniquity, until the earth became one vast field of strife, one sink of corruption. This is the view that now appears to those who rejected truth and chose to cherish error. No language can express the longing which the disobedient and disloyal feel for that which they have lost forever–eternal life. Men whom the world has worshiped for their talents and eloquence now see these things in their true light. They realize what they have forfeited by transgression, and they fall at the feet of those whose fidelity they have despised and derided, and confess that God has loved them. 294.2
The people see that they have been deluded. They accuse one another of having led them to destruction; but all unite in heaping their bitterest condemnation upon the ministers. Unfaithful pastors have prophesied smooth things; they have led their hearers to make void the law of God and to persecute those who would keep it holy. Now, in their despair, these teachers confess before the world their work of deception. The multitudes are filled with fury. “We are lost!” they cry, “and you are the cause of our ruin”; and they turn upon the false shepherds. The very ones that once admired them most will pronounce the most dreadful curses upon them. The very hands that once crowned them with laurels will be raised for their destruction. The swords which were to slay God’s people are now employed to destroy their enemies. Everywhere there is strife and bloodshed. 294.3

Leave a Reply