Merendahkan Diri

Berkelahi, berdebat, mengkritik, dan bergosip-membuat kita lelah. Kapankah ini akan berakhir? Mengapa hal ini terjadi di gereja-gereja kita, dalam milis rohani kita, dalam group-group di FB, ditempat kerja dan bahkan dalam rumah-tangga kita? Kalau kita lihat kebelakang, berkelahi, berdebat, mengkritik dan bergosip dimulaikan di kerajaan surga oleh Lucifer. Sekarang kita lihat, usahanya yang gigih untuk menghancurkan, tampak dalam gereja-gereja. Banyak pemuda Kristen dan anggota-anggota baru yang sedang mencari kedamaian. Hati mereka menangis mendambakan tempat dimana kedamaian itu terjaga. Mereka ingin diterima, dicintai dan diampuni. Akankah mereka temukan kasih karunia dalam keluarga dan gereja kita? Jika kita tinggi hati dan tidak memiliki pikiran Yesus (Phil 2:5-8), pola pikir yang jahat ini akan menghancurkan kehidupan yang tenang dan damai yang Yesus janjikan bagi kita semua. Obat penawarnya sangat sederhana: Jadilah rendah hati. Jadilah seperti Yesus. Hindarilah penyakit ini melalui kepasrahan hidup kepada Allah.
Kebanggaan diri memaksakan kehendak. Kerendahan hati menjauhi perkelahian. Arogansi menonjolkan kebenaran diri sendiri. Kata Thomas Merton: “Cinta sebetulnya hanya mencari satu hal saja, kebaikan dari yang dicintai”. Ego tak akan pernah menyerah, akan terus menantang kita. Nasihat Paulus: “Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu. Cinta tidak pernah gagal. “(Kor. 13:7-8). Satu-satunya yang menang ketika dua pihak tetap bersikeras pada cara mereka sendiri adalah iblis. Mereka berdua kalah!
Ibrani 12:14 berkata: “Berusahalah hidup damai dengan semua orang, dan kudus, tanpa itu, tak seorangpun akan melihat Tuhan”. Dengan kata lain, kehilangan surga. Ayat ini melanjutkan dengan mengatakan, “Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang” Ayat 15. Early Writings, hal. 119 mengatakan: “Jika kebanggaan dan egoisme dikesampingkan, hanya dibutuhkan lima menit untuk menyelesaikan sebagian besar kesulitan.”
Apakah sepadan kehilangan surga yang kekal dan perdamaian saat ini, demi kemenangan cara dan kebenaran kita sendiri? Saya mendengar bahwa ada tiga sisi dari sebuah argumentasi: sisi saya, sisi anda dan sisi Allah. Kita sangat egois sehingga kita senantiasa mengasah kebenaran dalam pikiran kita. Kita benci untuk mengakui bahwa kemungkinan kita bisa salah. Argumen teman saya dalam hal ini: “Seberapa ruginya sih menjadi salah?” Teman yang lain: “Saya punya pilihan untuk “benar” atau “bahagia”. Saya memilih untuk menjadi bahagia”. Ini juga: “Apakah kehilangan pasangan hidup, teman, saudara seiman, dll sebanding dengan ke-ngotot-an kita pada kemauan kita sendiri? Tiga kali firman Allah mengatakan dengan sangat jelas: Mazmur 25:9, Yakobus 4:06 dan 1 Petrus 5:5, “Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati”. “Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu”. “Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati”. Anugerah Allah membenarkan kita, menguduskan kita dan menyelamatkan kita selamanya. Belajarlah dari Yesus untuk dapat mengendalikan suasana sehingga kita bisa memiliki kedamaian yang melampaui segala akal. Saya menjamin berikut ini, jika anda memilih untuk menyerahkan diri 100% kepada Yesus, merendahkan diri dan lalu melepaskan ego diri sendiri itu:
1. Kedamaian pribadi 2. Tidur seperti bayi 3. Hidup sehat dan bahagia 4. Menerima 100 kali lipat dalam hidup ini 5. Mewarisi kehidupan kekal 6. Memiliki kehidupan yang lebih berlimpah.
Tuhan ingin anda merasakan suasana surga dalam kehidupanmu baik di rumah Anda maupun di gereja anda. Lepaskan kebanggaan diri dan serahkanlah itu kepada Yesus.

Leave a Reply