Mummy Menyusut

April 28, 2014 - Amazing Facts

John D. Rockefeller Sr adalah seorang yang kuat dan gempal ketika kecil . Dia dibesarkan sebagai seorang Kristen yang taat, tapi sejak awal telah dididik untuk mendapatkan uang dan mengontrol pencapaiannya sendiri. Pada usia 33 tahun ia sudah mendapatkan satu juta dolar. Pada usia 43 ia sudah mengendalikan Standard Oil, perusahaan terbesar di dunia pada saat itu. Pada usia 53, ia adalah orang terkaya di bumi dan hanya dialah satu satunya miliarder di dunia.
Kemudian ia mendapatkan penyakit yang disebut “alopecia” di mana rambut kepalanya rontok serta bulu mata dan alisnya menghilang. Dia menjadi sangat depresi atas penampilannya, diperparah oleh stres yang permanen sehingga tampak seperti mumi yang menyusut . Pendapatan mingguannya saja adalah satu juta dolar, tetapi sayangnya ia hanya bisa memakan susu dan kerupuk. Dia begitu dibenci di Pennsylvania sehingga harus memiliki pengawal siang dan malam. Dia tidak bisa tidur; ia kemudian berhenti untuk tersenyum dan tidak lagi menikmati apa-apa dalam hidupnya .
Para dokter memperkirakan ia tidak akan hidup lebih dari setahun . Mengantisipasi kematiannya, surat kabar telah menulis berita kematiannya selagi dia masih hidup. Dia tidak dapat tidur setiap malam terus berpikir. Seorang temannya yang beragama Kristen mengatakan kepadanya jika ia tidak mulai membagikan kekayaannya, ia akan hancur seperti salju yang longsor. Dia kemudian sadar bahwa ia tidak bisa membawa sepeserpun uangnya ketika dia mati. Uang bukanlah segalanya.
Keesokan paginya, dia menjadi seorang pria yang baru. Dia mulai untuk membantu gereja-gereja dengan kekayaannya; juga yang miskin tidak diabaikannya. Ia mendirikan Rockefeller Foundation, yang mendanai penelitian medis yang menyebabkan penemuan penisilin dan obat-obatan super lainnya. John D. Rockefeller mulai bisa tidur dengan baik, bisa makan dan menikmati hidup. Para dokter telah meramalkan ia tidak akan hidup lebih dari usia 54, namun Ia meninggal pada usia 98 .
Tuhan mengerti kekuatan pikiran kita. Ketika kita fokus pada diri kita sendiri, kita akan menjadi orang yang paling menyedihkan di dunia ini. Tapi ketika kita hidup untuk memberi, kesehatan akan datang ke dalam hidup kita. “Hati yang gembira, seperti obat, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang ” ( Amsal 17:22 ). Solomon, seorang yang terkaya di dunia, menulis ayat Alkitab ini. John D. Rockefeller menemukan kebenarannya.

Ayat Kunci
Apa gunanya manusia, jika ia memperoleh seluruh dunia, namun kehilangan jiwanya sendiri? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya ? – Markus 8:36-37

A Shrunken Mummy
John D. Rockefeller Sr. was strong and husky when small. He was raised a devout Christian but was determined early in life to earn money and drove himself to the limit. At age 33 he earned his first million dollars. At age 43 he controlled Standard Oil, the biggest company in the world. At age 53 he was the richest man on Earth and the world’s only billionaire.
Then he developed a sickness called “alopecia,” where the hair of his head dropped off, and his eyelashes and eyebrows disappeared. He became deeply depressed over his appearance, compounded by his constant stress, and looked like a shrunken mummy. His weekly income was one million dollars, but he digested only milk and crackers. He was so hated in Pennsylvania that he had to have bodyguards day and night. He could not sleep; he stopped smiling and enjoyed nothing in life.
The doctors predicted he would not live more than a year. Gleefully anticipating his demise, the newspapers had written his obituary in advance. Those sleepless nights set him thinking. A Christian friend told him if he did not begin to share his mounting wealth it would crush him like an avalanche. He realized with a new light that he “could not take one dime into the next world.” Money was not everything.
The next morning found him a new man. He began to help churches with his amassed wealth; the poor and needy were not overlooked. He established the Rockefeller Foundation, which funded medical research that led to the discovery of penicillin and other wonder drugs. John D. began to sleep well, eat, and enjoy life. The doctors had predicted he would not live over age 54. He died at age 98.
God understands the power of our thinking. When we focus on ourselves, we will become the most miserable of all people. But when we live to give, health will come into our lives. “A merry heart does good, like medicine, but a broken spirit dries the bones” (Proverbs 17:22). Solomon, once the wealthiest man in the world, wrote this Bible verse. John D. Rockefeller discovered its truth.
KEY BIBLE TEXTS
For what shall it profit a man, if he shall gain the whole world, and lose his own soul? Or what shall a man give in exchange for his soul?
– Mark 8:36-37

Leave a Reply