Mutiara Sempurna

March 4, 2013 - Ellen G. White

Renungan Harian dari Roh Nubuat tanggal 5 Maret (MARANATHA THE LORD IS COMING – Ellen G. White)

5 Maret – Mutiara Sempurna Milik Surga
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu. Matius 13:45, 46.

Kristus sendiri adalah mutiara yang sangat mahal…… Kebenaran Kristus, seperti mutiara yang putih dan murni, tidak memiliki cacat dan noda….. Tak ada pekerjaan manusia yang bisa menyempurnakan hadiah yang besar dan berharga dari Allah. Ia itu adalah tanpa cacat. Di dalam Kristus “tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.” [Kolose 2:3]. Dia “yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.” [1 Korintus 1:30]. Semuanya itu bisa memuaskan kebutuhan dan kerinduan jiwa manusia, sebab dunia ini dan dunia yang akan datang, ditemukan di dalam Kristus. Penebus kita adalah mutiara yang sangat berharga sehingga dalam sebuah perbandingan segala perkara lainnya dapat dianggap lenyap…. 72.1
Dalam perumpamaan tersebut mutiara itu tidak dilambangkan sebagai hadiah. Pedagang itu membelinya dengan harga yang sama dengan semua yang ia miliki. Banyak orang yang mempertanyakan makna perumpamaan ini, sebab Kristus dilambangkan dalam Alkitab sebagai hadiah. Dia memang adalah sebuah hadiah, tetapi hanya kepada mereka yang menyerahkan diri mereka sendiri, jiwa, tubuh, dan rohnya, kepadanya tanpa syarat. Kita harus menyerahkan diri kita sendiri kepada Kristus, untuk menjalani hidup akan keinginan mematuhi semua tuntutanNya. Semua dari diri kita, semua talenta dan kemampuan yang kita miliki, adalah milik Tuhan, untuk dikhususkan pada pelayananNya. Ketika kita dengan demikian menyerahkan diri kita sendiri secara utuh kepadaNya, maka Kristus, dengan segala harta surga, menyerahkan diriNya sendiri kepada kita. Kita pun memperoleh mutiara yang sangat berharga itu….. 72.2
Di dalam pasar yang dikelola oleh belaskasih ilahi, mutiara yang berharga dilambangkan sebagai benda yang dibeli dengan tanpa uang dan tanpa harga. Di dalam pasar ini semua orang boleh memperoleh barang-barang surgawi. Perbendaharaan permata-permata kebenaran itu terbuka kepada semua orang….. Suara Sang Juruselamat itu dengan sungguh-sungguh dan kasih mengundang kita: “Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya.”[Wahyu 3:18]….. Orang yang paling miskin sama-sama sanggup dengan orang yang paling kaya untuk membeli keselamatan; sebab tak ada nilai kekayaan duniawi yang dapat menjaminnya. Ia itu diperoleh dengan menginginkan kepatuhan, dengan penyerahan diri kita sendiri kepada Kristus sebagai harta milikNya yang telah ditebusNya sendiri…. 72.3
Kita tidak bisa menghasilkan keselamatan, tetapi kita harus mencarinya dengan sebanyak-banyaknya minat dan ketekunan seakan-akan kita mau meninggalkan segala perkara dunia ini demi keselamatan itu. 72.4

March 5 – Heaven’s Flawless Pearl
The kingdom of heaven is like unto a merchant man, seeking goodly pearls: who, when he had found one pearl of great price, went and sold all that he had, and bought it. Matt. 13:45, 46.
Christ Himself is the pearl of great price. . . . The righteousness of Christ, as a pure, white pearl, has no defect, no stain. No work of man can improve the great and precious gift of God. It is without a flaw. In Christ are “hid all the treasures of wisdom and knowledge.” Col. 2:3. He is “made unto us wisdom, and righteousness, and sanctification, and redemption.” 1 Cor. 1:30. All that can satisfy the needs and longings of the human soul, for this world and for the world to come, is found in Christ. Our Redeemer is the pearl so precious that in comparison all things else may be accounted loss. . . . 72.1
In the parable the pearl is not represented as a gift. The merchantman bought it at the price of all that he had. Many question the meaning of this, since Christ is represented in the Scriptures as a gift. He is a gift, but only to those who give themselves, soul, body, and spirit, to Him without reserve. We are to give ourselves to Christ, to live a life of willing obedience to all His requirements. All that we are, all the talents and capabilities we possess, are the Lord’s, to be consecrated to His service. When we thus give ourselves wholly to Him, Christ, with all the treasures of heaven, gives Himself to us. We obtain the pearl of great price. . . . 72.2
In the market of which divine mercy has the management, the precious pearl is represented as being bought without money and without price. In this market all may obtain the goods of heaven. The treasury of the jewels of truth is open to all. . . . The Saviour’s voice earnestly and lovingly invites us: “I counsel thee to buy of Me gold tried in the fire, that thou mayest be rich.” . . . The poorest are as well able as the richest to purchase salvation; for no amount of worldly wealth can secure it. It is obtained by willing obedience, by giving ourselves to Christ as His own purchased possession. . . . 72.3
We cannot earn salvation, but we are to seek for it with as much interest and perseverance as though we would abandon everything in the world for it. 72.4

Leave a Reply