Nabi Tiongkok Menubuatkan Kedatangan Mesias

January 13, 2013 - Sammy Lee

Dalam satu buku tersendiri saya akan kupas mengenai bagaimana nabi-nabi Tiongkok purbakala sebenarnya menubuatkan tentang Mesias yang akan datang yang mereka sebut Orang Suci atau “Tao/Dao”, bahwa Dialah Pencipta dan Raja semesta alam ini dan Dia juga akan datang untuk menunjukkan kasih Shangdi. Dia akan menderita sebagai korban demi keselamatan rakyatNya. Laozi mengatakan bahwa Dao/Tao itu adalah satu-satunya yang bisa mengampuni dosa, dan memberikan “kebenaran” kepada kita. Dan dalam huruf Mandarin sampai sekarang masih dapat dilihat bahwa “kebenaran”(yi) itu hanya dapat diperoleh dengan pengorbanan dari “Anak Domba Allah” yang menudungi kita dengan dirinya setelah berkorban menderit sengsara dan mati bagi kita.
Huruf-huruf Tionghoa, satu-satunya huruf purba yang telah berumur lebih dari empat ribu tahun dan masih digunakan oleh lebih dari seperempat penduduk dunia sampai pada hari ini, apabila diselidiki dengan seksama, menunjukkan bahwa pada awalnya, nenek moyang mereka tidaklah berpaham politeist, melainkan monoteist, artinya percaya hanya ada satu Allah, yang mereka sebut Shen atau Shang Ti .Shang Ti dituliskan dengan dua huruf yang merupakan ideograph. 上 帝
Ketika diselidiki oleh para ahli huruf Tiongkok purba, ternyata menurut penemuan archeology yang terdapat dalam kubur-kubur kuno, di Anyang, ternyata huruf Ti atau “raja” itu 帝, asal mulanya merupakan gambar tiga mulut, seperti tiga helai daun yang berbentuk segi tiga, diatas batangnya dan dibawahnya bercabang tiga seperti akar pohon
“Mulut” sampai sekarang masih digunakan untuk menyatakan “person” atau orang”. Jadi dengan kata lain. orang Tionghoa pada zaman dahulu menciptakan huruf yang artinya “Raja” sama dengan tiga oknum atau tiga person yang bersatu sama dengan tiga bagian dari satu pohon yang tidak dapat dipisahkan, merupakan satu unit, three in one, dengan istilah lain, Trinity.
Selanjutnya kata “Allah” [shen] adalah terdiri dari dua radikal yang digabungkan sebelah menyebelah. Yang dikiri radikal `shi’ 示yang artinya : “memerintahkan’ atau “memaklumkan” sedangkan, disebelah kanannya adalah radikal `shen’ 申yang artinya adalah “mengajar atau memberikan instruksi”. Dan kalau kita pikirkan untuk memerintahkan, memaklumkan, mengajar dan memberikan instruksi kita harus menggunakan mulut kita. Jadi dengan kata lain, menurut konsep orang Tionghoa purbakala, Allah itu terdiri dari tiga oknum, dia memerintah di atas langit, adalah lebih tinggi dari semua raja-raja dan harus disembah dan bahwa Tuhan Allah itu menciptakan segala sesuatu dengan mulutNya. 神
Kemudian kata yang ketiga yang digunakan orang Tionghoa sejak zaman purbakala sampai hari ini untuk memanggil Allah adalah “tian” , dituliskan seperti ini: 天. Dalam huruf tertua, Jiaguwen, ternyata itu adalah gambar dari seorang besar (da ren) yang turun dari langit.
Sekarang mari kita tinjau kata yang berikutnya : “Roh” [ling]. Huruf ini terdiri dari radikal “hujan” 靈
Dan dibawahnya terdapat “tiga mulut” (tiga oknum) dan dibawah sekali adalah “pembuat mujizat”.
Dengan kata lain, ketiga-tiga Oknum Ilahi itu adalah merupakan Roh juga, atau merupakan Trinity tadi, bersifat seperti hujan (ingat bagaimana didalam Alkitab, Roh Kudus itu diibaratkan sebagai hujan awal dan hujan akhir, dan didalam menciptakan, yang menurut Alkitab ketiga-tiganya itu bekerja bersama-sama (“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita ….. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.” Kejadian 1:26, 27.) Dan Allah ini menciptakan segala sesuatu sama seperti cara Tukang Sulap atau Pembuat Mujizat, yaitu dengan hanya mengucapkan atau memerintahkannya, maka terjadilah apa yang Dia mau ciptakan.
Kemudian mari kita lihat apa yang dikatakan Alkitab mengenai cara Allah menciptakan atau menjadikan segala sesuatu. “Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah maka semuanya ada”. Mazmur 33 : 9. Wow ! ini sungguh mengesankan.

Leave a Reply