Nafas Jiwa

Renungan Harian dari Roh Nubuat tanggal 18 Maret (MARANATHA THE LORD IS COMING – Ellen G. White) :

18 Maret – Nafas Jiwa
Tetaplah berdoa! 1 Tesalonika 5:17.

Doa adalah nafas jiwa, saluran dari segala berkat. Begitu …. jiwa yang bertobat memanjatkan doanya, Allah melihat pergumulannya, menyaksikan konflik-konfliknya, dan menandai ketulusannya. Jari-jariNya memberi tekanan, dan Dia mencatat setiap getaran. Bukanlah suatu perasaan yang menggetarkannya, bukanlah suatu emosi yang menggerakkannya, bukanlah suatu kesedihan yang membayanginya, bukanlah sebuah dosa yang menodainya, bukanlah sebuah pemikiran atau tujuan yang menggerakkannya, yang semuanya itu tidak dikenalNya. Jiwa itu telah dijual dengan harga yang tidak ternilai, dan dicintai dengan sebuah kesetiaan yang tidak tergantikan. 85.1
Doa kepada Dokter Besar itu untuk kesembuhan jiwa membawa berkat-berkat dari Allah. Doa menyatukan kita satu sama lain dan juga menyatukan kita kepada Allah. Doa membawa Yesus ke sisi kita, dan memberikan kekuatan yang baru dan karunia yang segar pada jiwa yang letih dan kacau….. 85.2
Kristus Juruselamat kita telah dicobai dalam segala hal seperti kita alami, namun Dia tidak berdosa. Dia mengambil bentuk alami manusia, berpakaian sebagaimana layaknya manusia, dan kebutuhan-kebutuhannya adalah kebutuhan-kebutuhan manusia. Dia memiliki kebutuhan-kebutuhan yang secara jasmani harus disediakan, kelelahan jasmani untuk dilegakan. Adalah melalui doa kepada BapaNya sehingga Dia bersiap untuk tugas dan pencobaan. Hari demi hari Dia mengikuti rangkaian tugasNya, mencari untuk menyelamatkan jiwa-jiwa…… Dan Dia menghabiskan semalam-malaman dalam doa untuk kepentingan orang-orang yang dicobai….. 85.3
Masa doa-doa malam yang dilewati Sang Juruselamat di gunung atau di padang gurun itu adalah sangat penting untuk mempersiapkan Dia untuk pencobaan-pencobaan yang harus Dia jumpai pada hari-hari berikutnya. Dia merasakan kebutuhan akan penyegaran dan penguatan jiwa dan raga, sehingga Dia boleh menghadapi pencobaan-pencobaan Setan; dan mereka yang sedang berjuang untuk meneladani kehidupanNya akan merasakan kebutuhan yang sama ini…. 85.4
Dia berfirman kepada kita, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” [Lukas 9:23]. Hanya Kristus yang dapat membuat kita sanggup memberikan jawaban ketika Dia berfirman, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”[Matius 11:29]. Hal ini berarti bahwa setiap hari diri sendiri ini harus disangkal. Kristus bisa memberi kita penyelesaian yang luhur, kehendak untuk menderita, dan berjuang dalam peperangan Tuhan dengan tenaga yang gigih. Orang yang paling lemah, dengan dibantu oleh karunia ilahi, boleh memiliki kekuatan untuk menjadi lebih dari sekadar penakluk. 85.5

March 18 – The Breath of the Soul
Pray without ceasing. 1 Thess. 5:17.
Prayer is the breath of the soul, the channel of all blessings. As . . . the repentant soul offers its prayer, God sees its struggles, watches its conflicts, and marks its sincerity. He has His finger upon its pulse, and He takes note of every throb. Not a feeling thrills it, not an emotion agitates it, not a sorrow shades it, not a sin stains it, not a thought or purpose moves it, of which He is not cognizant. That soul was purchased at an infinite cost, and is loved with a devotion that is unalterable. 85.1
Prayer to the Great Physician for the healing of the soul brings the blessing of God. Prayer unites us one to another and to God. Prayer brings Jesus to our side, and gives new strength and fresh grace to the fainting, perplexed soul. . . . 85.2
Christ our Saviour was tempted in all points like as we are, yet He was without sin. He took human nature, being made in fashion as a man, and his necessities were the necessities of a man. He had bodily wants to be supplied, bodily weariness to be relieved. It was by prayer to His Father that He was braced for duty and for trial. Day by day He followed His round of duty, seeking to save souls. . . . And He spent whole nights in prayer in behalf of the tempted ones. . . . 85.3
The night seasons of prayer which the Saviour spent in the mountain or in the desert were essential to prepare Him for the trials He must meet in the days to follow. He felt the need of the refreshing and invigorating of soul and body, that He might meet the temptations of Satan; and those who are striving to live His life will feel this same need. . . . 85.4
He says to us, “If any man will come after me, let him deny himself, and take up his cross daily, and follow me.” Christ alone can make us capable of responding when He says, “Take my yoke upon you, and learn of me; for I am meek and lowly in heart.” This means that every day self must be denied. Christ can give us the noble resolve, the will to suffer, and to fight the battles of the Lord with persevering energy. The weakest, aided by divine grace, may have strength to be more than conqueror. 85.5

Leave a Reply