New Age Movement

September 18, 2013 - Sammy Lee

Mungkin sudah cukup sering kita mendengar dan melihat aktivitas New Age Movement dengan segala bentuk penyesatannya. Tetapi satu hal perlu kita sadari bersama bahwa di hari-hari terakhir ini Gerakan Zaman Baru (GZB) tersebut sudah memasuki tahap kebangkitannya secara mengejutkan. Telah terjadi peningkatan yang luar biasa dari usaha penyesatannya ke dalam semua area kehidupan manusia. GZB telah masuk dan mempengaruhi cukup banyak orang Kristen di ujung akhir zaman ini, dan tentunya ini merupakan tantangan yang sangat serius bagi kekeristenan. Kurangnya perhatian dan pengetahuan menjadikan GZB dengan leluasa masuk kedalam hidup orang Kristen. Aktivitasnya bahkan semakin diterima menjadi bagian kehidupan tanpa menyadari penyesatan dan ikatan spiritual yang menyertainya.
Sebenarnya gerakan ini bukanlah kebangkitan suatu jenis agama baru atau suatu aliran kekristenan, walau memang dalam banyak hal GZB seringkali mengambil thema, inisiatif, bahkan konsep-konsep kekristenan tetapi dengan pengertian yang bertolak belakang atau diselewengkan dengan sangat cerdas. Jelas GZB tidak berkembang sebagai suatu agama atau sekte Kristen tertentu (walaupun bisa terjadi demikian), tetapi lebih merupakan gerakan yang terencana dengan sangat sempurna dan berkembang diseluruh dunia dengan identitas dan corak yang berbeda-beda tetapi tetap dengan nafas ajaran yang sama dan tujuan utama yang sama, yaitu berusaha keras untuk menjauhkan orang (Kristen) dari Tuhan-nya untuk tercapainya satu target global yang sudah dirancangkan, yaitu universialisme agama, penyatuan agama-agama dunia ke dalam suatu bentuk kesatuan Babel seperti yang telah dinubuatkan.

GZB juga bukan suatu organisasi dunia walaupun aktivitasnya seringkali menerapkan kaidah-kaidah organisasi politik, ekonomi, dan sosial. GZB lebih merupakan suatu paham atau falsafah hidup yang bergerak merasuki banyak aspek di dalam kehidupan manusia. Gerakannya ditandai dengan gaya hidup yang baru, universal, dan dikemas secara modern walaupun tetap menghidupkan tradisi. GZB berusaha membangkitkan kembali atau mengaktivitasi agama-agama dan tradisi-tradisi kuno, terutama dari Timur kedalam aktivitas modern manusia. Pengaruhnya dengan mengejutkan sudah sangat meluas, terutama dalam tiga dasawarsa terakhir, GZB telah mempengaruhi banyak Ilmu Pengetahuan dan kebudayaan umum di dalam banyak bangsa melalui format baru pencampuran kebatinan Timur dengan Ilmu Pengetahuan Barat seperti Filsafat Modern, Psikologi dan Para-Psikologi, juga Sosiologi, ilmu-ilmu budaya, dan ilmu pengetahuan lainnya.

Ditengah pengaruh rasionalisme dan materialisme kita melihat kebangunan GZB banyak menawarkan perubahan (transformasi) tatanan nilai moral religius masyarakat, baik dalam area politik, ekonomi maupun agama-agama. Contoh nyata adalah bagaimana GZB berusaha menghidupkan kembali ajaran reinkarnasi yang dikemas dalam jubah ilmu pengetahuan, khususnya Psikologi dan Teologi Humanisme Barat. Antara lain dengan mempopulerkan apa yang disebut sebagai Self Actualization (aktualisasi diri) dari Abraham Maslow sampai praktek Transcedental Meditation ajaran Maharishi Mahesh Yogi yang melanda begitu banyak masyarakat modern saat ini di bagian bumi manapun.

GABUNGAN HUMANISME SEKULAR DAN ORIENTALISME
Paham agama yang mendasari pemikiran GZB adalah pantheisme kuno yang penuh dengan tradisi okultisme dan penyembahan kepada benda dan diri sendiri. Humanisme juga merupakan dasar filosofi GZB. Diambil dari paham “humanisme lama” zaman Renaissance (abad 15-16) yang merupakan percampuran antara mistik Timur dengan humanisme Barat, kemudian berkembang di abad 20 menjadi “Humanisme Sekular” bahkan menjadi “Humanisme Kosmis” di abad ini. Praktek-praktek okultisme disamarkan di dalam bentuk-bentuk yang lebih rasional, dan konsep memper-tuhan-kan diri sendiri disosialisasikan sebagai potensi-potensi inhern manusia.

(Catatan: Akar dari gerakan ini bermula dari Tanah Sinear, Babel kuno (Kejadian 11), sekitar 5000 tahun yang lalu. Keberadaannya sebagai gerakan anti Tuhan sudah teridentifikasi dengan jelas sejak Yeshua Hamasiah mengalahkan Iblis dalam peristiwa Kalvari 2000 tahun yang lalu. Rasul Paulus dalam perjalanan pelayanannya di Athena (Yunani) pernah menemukan dua aliran filsafat Zaman Baru, yaitu Epikuros dan Stoa (Kisah Para Rasul 17:18). Golongan Epikuros mewakili paham Atheisme (tidak ada Tuhan) dan golongan Stoa mewakili paham Pantheisme (segala sesuatu adalah Tuhan), mereka beribadah kepada dewa-dewa dan patung-patung berhala. Penelitian dari keberadaan mereka secara organisasi kuno berawal dari “para tukang batu bebas” (Freemasonry) yang bangkit pada zaman tentara Babelonia meruntuhkan Kuil Salomo (Bait Tuhan) sekitar tahun 500 sM. Kemudian diketahui juga adanya ikatan hubungan ritual mereka dengan para penyembah matahari (dewa Ra) di Mesir. Tetapi keberadaan GZB dalam organisasi-organisasi modern dibawah bendera Illuminati dan Freemasonry bermula dari penyatuan tiga organisasi Iblis di Paris tahun 1776 (kita akan membahas ini di dalam topik Illuminati).

Di akhir zaman ini kedua paham (atheism & pantheisme) tersebut membaur dan terwakili dalam Humanisme Kosmis yang menjangkau semua wilayah secular kehidupan manusia, yaitu The New Age Movement. Dasar gerakannya dikembangkan oleh seorang filsuf Yunani: Epikuros (341-270 sM) melalui Teori Democritus. Paham ini sangat bergantung kepada pancaindera sebagai ukuran kebenaran (pada dasarnya manusia adalah alat pengukur segala sesuatu). Pada masa selanjutnya berkembang dan masuklah pemikiran materialisme, sekularisme, rasionalisme, dan humanisme yang diterjemahkan kedalam wujud baru Epikorus dan Stoa. Epikorus bersifat individualistis, dan Stoa bersifat idealisme universal (persaudaraan semesta). GZB mengambil dan menggabungkan semua itu dengan kebathinan Timur (orientalisme) sebagai dasar gerakannya. Mistik India, termasuk ajaran Yoga, Transcendental Meditation, dan ajaran Sai Baba, mistik China dan Taoisme, termasuk Yin dan Yang, Tai Chi, Waitankung, Feng Shui, Hong Sui – Feng Sui, dan Geomancy, Astrologi Mesir, Zen Buddhisme, termasuk Nichiren Soshu, Mahikari dari Jepang yang kemudian memberi warna gerakan ini. GZB membawa masuk dan mengadaptasikan begitu banyak tradisi dan budaya okultisme Timur.

Di Indonesia telah lama berkembang Aliran Kepercayaan, Kejawen, Silat Kebathinan, Tenaga Dalam, Debus, Primbon, dan seterusnya. Mistik, okultisme, penyembahan kepada benda-benda yang bercampur baur atau berpadu dengan agama-agama dunia seperti Budha, Hindu dan Islam. Praktek perdukunan, magic, spiritisme, satanisme, klenik, paranormal, nujum, ramalan, bahkan juga semi magic akupuntur, pijat refleksi, senam konsentrasi, dan seterusnya merupakan praktek-praktek GZB yang sudah sangat merakyat di Indonesia.

Dalam dunia modern ini GZB juga mencoba menampilkan sentuhan-sentuhan baru dimana ilmu pengetahuan dan teknologi dipadukan. Muncullah Gerakan Pengembangan Pribadi dalam berbagai bentuk dan coraknya sebagai aplikasi ilmu Psikologi Baru dengan ajaran-ajaran kuncinya seperti: Self Actualization, dan Transpersonal Psychology, termasuk di dalamnya Human Potential Movement, Teknik Relaksasi, Biofeedback, Biorythms, Holistic Health Movement, dan seterusnya.

Leave a Reply